alexametrics
19.4 C
Madura
Thursday, August 18, 2022

Kenang Sejarah Keram Bangsa Melalui Film G30S PKI

SAMPANG – Kodim 0828/Sampang menggelar nonton bareng (nobar) terbuka bagi masyarakat Sampang, Sabtu malam (30/9). Nobar film Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI yang digelar di Lapangan Asrama Kodim itu dihadiri puluhan masyarakat.

Bupati Sampang H. Fadhilah Budiono juga berbaur dengan masyarakat. Tak ketinggalan, Anggota DPD RI Ahmad Nawardi juga turut serta meramaikan kegiatan nobar.

Dandim 0828/Sampang Letkol Inf. Indrama Bodi menyampaikan, kegiatan nobar yang dilaksanakan di Lapangan Asrama Kodim merupakan permintaan dari tokoh-tokoh masyarakat, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan.

”Kami mendukung. Kegiatan nobar ini salah satu cara untuk mengingatkan kita tentang sejarah bangsa,” ucapnya. Melalui film itu masyarakat bisa mengingat bahwa pada 1965 pernah terjadi pengkhianatan G30S PKI.

Baca Juga :  Korban Kebakaran Rumah Belum Dapat Bantuan

Pihaknya mengingatkan kepada masyarakat bahwa sejarah itu sangat penting, sehingga tidak boleh dilupakan. ”Agar masyarakat tahu bahwa sejarah dalam film itulah kebenarannya,” katanya.

Sementara itu, Bupati Sampang H. Fadhilah Budiono mengutarakan, sesuai TAP MPRS paham komunisme dilarang di Indonesia. Karena itu, masyarakat harus memahami sejarah dan mematuhi aturan yang ada.

”Sehingga semua masyarakat dapat bersatu melawan ideologi-ideologi yang tidak berasaskan Pancasila,” ucapnya.

Fadhilah berharap, melalui film Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI, masyarakat menjadi lebih paham tentang sejarah bangsa, terutama peristiwa kelam yang terjadi pada 1965. ”Semoga masyarakat bisa mengambil momentum dari pemutaran film ini, sehingga bersama-sama melawan paham komunisme,” tukasnya. 

SAMPANG – Kodim 0828/Sampang menggelar nonton bareng (nobar) terbuka bagi masyarakat Sampang, Sabtu malam (30/9). Nobar film Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI yang digelar di Lapangan Asrama Kodim itu dihadiri puluhan masyarakat.

Bupati Sampang H. Fadhilah Budiono juga berbaur dengan masyarakat. Tak ketinggalan, Anggota DPD RI Ahmad Nawardi juga turut serta meramaikan kegiatan nobar.

Dandim 0828/Sampang Letkol Inf. Indrama Bodi menyampaikan, kegiatan nobar yang dilaksanakan di Lapangan Asrama Kodim merupakan permintaan dari tokoh-tokoh masyarakat, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan.


”Kami mendukung. Kegiatan nobar ini salah satu cara untuk mengingatkan kita tentang sejarah bangsa,” ucapnya. Melalui film itu masyarakat bisa mengingat bahwa pada 1965 pernah terjadi pengkhianatan G30S PKI.

Baca Juga :  Korban Kebakaran Rumah Belum Dapat Bantuan

Pihaknya mengingatkan kepada masyarakat bahwa sejarah itu sangat penting, sehingga tidak boleh dilupakan. ”Agar masyarakat tahu bahwa sejarah dalam film itulah kebenarannya,” katanya.

Sementara itu, Bupati Sampang H. Fadhilah Budiono mengutarakan, sesuai TAP MPRS paham komunisme dilarang di Indonesia. Karena itu, masyarakat harus memahami sejarah dan mematuhi aturan yang ada.

”Sehingga semua masyarakat dapat bersatu melawan ideologi-ideologi yang tidak berasaskan Pancasila,” ucapnya.

- Advertisement -

Fadhilah berharap, melalui film Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI, masyarakat menjadi lebih paham tentang sejarah bangsa, terutama peristiwa kelam yang terjadi pada 1965. ”Semoga masyarakat bisa mengambil momentum dari pemutaran film ini, sehingga bersama-sama melawan paham komunisme,” tukasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/