alexametrics
21 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Bidik Swasti Saba Wistara, Haji Idi Sidak Kantor OPD

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Pada 2020, Pemkab Sampang menyabet penghargaan Kabupaten Sehat atau Swasti Saba kategori Wiwerda dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Tahun ini pemkab berambisi untuk kembali meraih penghargaan serupa, tapi dengan grade yang lebih tinggi, yakni Wistara.

Untuk merealisasikan target tersebut, Bupati Sampang Slamet Junaidi memiliki strategi. Salah satunya, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor organisasi perangkat daerah (OPD). Seperti yang dilakukan bupati kemarin (1/9). Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sampang itu mendatangi kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang.

Setiba di kantor DLH, Slamet Junaidi mengecek kondisi kamar mandi di bagian belakang. Berdasar pengamatan bupati, kamar mandi tersebut tidak layak. Alasannya, pintu kamar rusak dan toilet kurang terawat. ”Biasanya, yang paling jelek itu kamar mandi. Ini terlihat kusam,” ujarnya sambil menunjuk kamar mandi.

Pria yang akrab disapa Haji Idi itu berjalan menuju garasi yang isinya didominasi truk pengangkut sampah. Sebab, Slamet Junaidi ingin melihat kondisi kendaraan operasional yang biasa digunakan untuk mengangkut sampah ke TPA. Selanjutnya, melihat kebersihan aula kantor, ruang kerja, serta musola.

Baca Juga :  Bupati Haji Idi Silaturahmi dan Serap Usulan Masyarakat Omben

Saat mengecek ruang kerja, bupati kecewa karena meja dan lemari berdebu. Menurut dia, kebersihan di kantor DLH tidak sesuai dengan nama institusinya. Seharusnya, kantor DLH mencerminkan lingkungan yang bersih dan sehat. ”Jangankan meja, printer saja kotor. DLH ini menangani kebersihan, tapi belum bisa menjaga kebersihan,” sesal Haji Idi.

Dia menjelaskan, kebersihan lingkungan bisa berdampak pada kinerja pegawai. Jika lingkungan kantor, semangat kerja bisa menurun. Karena itu, Haji Idi meminta DLH menjaga kebersihan kantor dan lingkungan sekitar. ”Bagaimana mau sehat dan bisa berpikir kalau tempatnya kotor. Kalau tempat kerja bersih, insyaallah aman,” tuturnya.

Mantan anggota DPR RI itu berjanji akan terus melihat kondisi dan kebersihan kantor OPD di lingkungan Pemkab Sampang. Dia sengaja mendatangi kantor DLH karena institusi tersebut adalah OPD yang tupoksinya menjaga kebersihan di Kota Bahari. ”Kondisi kantor DLH seperti ini, bagaimana dengan OPD yang lain,” tegasnya.

Baca Juga :  JPRM Beri Surprise Ultah Ke-49 Haji Idi

Haji Idi menuturkan, kebersihan masuk dalam salah satu poin penilaian lomba kabupaten sehat. Karena pada 2020 lalu Sampang berhasil menyabet Swasti Saba tingkat wiwerda, pada tahun ini dia tidak ingin prestasi tersebut menurun. ”Saya membidik Swasti Saba tingkat wistara. Karena itu, kita evaluasi kebersihan di tiap OPD,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala DLH Sampang Faisol Ansori mengaku terkejut karena kantornya disidak bupati. Dia mengakui kantornya belum bersih. Karena itu, dia berjanji akan menindaklanjuti saran bupati usai melakukan sidak ke DLH. ”Bagi kami, ini pelajaran. Ke depan, kita harus senantiasa menjaga kebersihan linkungan. Nanti kita perbaiki,” janjinya.

Sekadar diketahui, Swasti Saba merupakan penghargaan dari Kemenkes dan Kemendagri pada kabupaten/kota. Penghargaan tersebut terbagi dalam tiga tingkatan. Perinciannya, tingkat pemantapan (padapa), pembinaan (wiwerda), dan pengembangan (wistara). 

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Pada 2020, Pemkab Sampang menyabet penghargaan Kabupaten Sehat atau Swasti Saba kategori Wiwerda dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Tahun ini pemkab berambisi untuk kembali meraih penghargaan serupa, tapi dengan grade yang lebih tinggi, yakni Wistara.

Untuk merealisasikan target tersebut, Bupati Sampang Slamet Junaidi memiliki strategi. Salah satunya, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor organisasi perangkat daerah (OPD). Seperti yang dilakukan bupati kemarin (1/9). Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sampang itu mendatangi kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang.

Setiba di kantor DLH, Slamet Junaidi mengecek kondisi kamar mandi di bagian belakang. Berdasar pengamatan bupati, kamar mandi tersebut tidak layak. Alasannya, pintu kamar rusak dan toilet kurang terawat. ”Biasanya, yang paling jelek itu kamar mandi. Ini terlihat kusam,” ujarnya sambil menunjuk kamar mandi.


Pria yang akrab disapa Haji Idi itu berjalan menuju garasi yang isinya didominasi truk pengangkut sampah. Sebab, Slamet Junaidi ingin melihat kondisi kendaraan operasional yang biasa digunakan untuk mengangkut sampah ke TPA. Selanjutnya, melihat kebersihan aula kantor, ruang kerja, serta musola.

Baca Juga :  Proyek Pasar Hewan Rp 1,5 Miliar Disoal

Saat mengecek ruang kerja, bupati kecewa karena meja dan lemari berdebu. Menurut dia, kebersihan di kantor DLH tidak sesuai dengan nama institusinya. Seharusnya, kantor DLH mencerminkan lingkungan yang bersih dan sehat. ”Jangankan meja, printer saja kotor. DLH ini menangani kebersihan, tapi belum bisa menjaga kebersihan,” sesal Haji Idi.

Dia menjelaskan, kebersihan lingkungan bisa berdampak pada kinerja pegawai. Jika lingkungan kantor, semangat kerja bisa menurun. Karena itu, Haji Idi meminta DLH menjaga kebersihan kantor dan lingkungan sekitar. ”Bagaimana mau sehat dan bisa berpikir kalau tempatnya kotor. Kalau tempat kerja bersih, insyaallah aman,” tuturnya.

Mantan anggota DPR RI itu berjanji akan terus melihat kondisi dan kebersihan kantor OPD di lingkungan Pemkab Sampang. Dia sengaja mendatangi kantor DLH karena institusi tersebut adalah OPD yang tupoksinya menjaga kebersihan di Kota Bahari. ”Kondisi kantor DLH seperti ini, bagaimana dengan OPD yang lain,” tegasnya.

Baca Juga :  RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang Rayakan Ultah Ke-45

Haji Idi menuturkan, kebersihan masuk dalam salah satu poin penilaian lomba kabupaten sehat. Karena pada 2020 lalu Sampang berhasil menyabet Swasti Saba tingkat wiwerda, pada tahun ini dia tidak ingin prestasi tersebut menurun. ”Saya membidik Swasti Saba tingkat wistara. Karena itu, kita evaluasi kebersihan di tiap OPD,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala DLH Sampang Faisol Ansori mengaku terkejut karena kantornya disidak bupati. Dia mengakui kantornya belum bersih. Karena itu, dia berjanji akan menindaklanjuti saran bupati usai melakukan sidak ke DLH. ”Bagi kami, ini pelajaran. Ke depan, kita harus senantiasa menjaga kebersihan linkungan. Nanti kita perbaiki,” janjinya.

Sekadar diketahui, Swasti Saba merupakan penghargaan dari Kemenkes dan Kemendagri pada kabupaten/kota. Penghargaan tersebut terbagi dalam tiga tingkatan. Perinciannya, tingkat pemantapan (padapa), pembinaan (wiwerda), dan pengembangan (wistara). 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/