alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Pondasi Jalan Beton Rp 1,6 Miliar Ambles

SAMPANG – Fondasi proyek jalan beton di Desa Palenggiyan, Kecamatan Kedungdung, Sampang, senilai Rp 1,6 miliar yang dibangun menggunakan APBD 2018 ambles. Hal itu dipertanyakan warga.

Mohammad Hakim, 32, warga Desa Palenggiyan, mengatakan, fondasi proyek jalan beton sudah lebih seminggu ambles. Namun, sampai saat ini belum ada tindakan dari pemerintah atau dinas terkait.

Dia tidak mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan fondasi jalan ambles. ”Fondasinya yang ambles. Jadi, jalan betonnya menggantung,” kata dia kemarin (1/4).

Dia menduga konsultan perencanaan proyek jalan beton itu kurang cermat. Dia menilai, pembangunan jalan beton terkesan dipaksakan. ”Tanahnya ini tidak kuat menahan beban jalan beton,” ujarnya.

Baca Juga :  Dispendukcapil Sampang Pinjam ke Lain Daerah

Panjang fondasi jalan beton yang ambles lebih kurang 15 meter. Sementara kedalamannya berkisar setengah meter. Karena itu, pihaknya meminta pemerintah segera mengambil tindakan.

”Segera diperbaiki, itu akses utama. Warga khawatir untuk melintas di jalan tersebut. Kalau tiba-tiba ambles jalan betonnya bagaimana,” ujarnya.

Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sampang Hasan Mustofa membenarkan bahwa ada fondasi jalan beton yang ambles. Menurut dia, yang ambles bukan betonnya, melainkan plengsengan di samping jalan beton tersebut.

Pihaknya sudah menyurvei lokasi. Akan tetapi, sampai kemarin pihaknya mengaku belum melakukan tindakan apa pun. Alasannya, tidak ada anggaran untuk memperbaiki plengsengan yang rusak tersebut.

Baca Juga :  Sebelas Ribu Warga Sampang Menganggur

”Plengsengannya yang longsor sehingga berdampak pada fondasi jalan beton. Kalau jalan betonnya tidak ambles,” katanya.

Dia membenarkan bahwa proyek jalan beton tersebut dikerjakan pada 2018. Sedangkan plengsengan yang longsor sudah lama dibangun. ”Kami mengupayakan diperbaiki melalui PAK. Sedang kami upayakan,” ujarnya.

Hasan Mustofa menegaskan, peristiwa tersebut terjadi bukan karena pelaksana proyek jalan beton. Sebab, tidak ada kerusakan pada jalan beton.

- Advertisement -

SAMPANG – Fondasi proyek jalan beton di Desa Palenggiyan, Kecamatan Kedungdung, Sampang, senilai Rp 1,6 miliar yang dibangun menggunakan APBD 2018 ambles. Hal itu dipertanyakan warga.

Mohammad Hakim, 32, warga Desa Palenggiyan, mengatakan, fondasi proyek jalan beton sudah lebih seminggu ambles. Namun, sampai saat ini belum ada tindakan dari pemerintah atau dinas terkait.

Dia tidak mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan fondasi jalan ambles. ”Fondasinya yang ambles. Jadi, jalan betonnya menggantung,” kata dia kemarin (1/4).


Dia menduga konsultan perencanaan proyek jalan beton itu kurang cermat. Dia menilai, pembangunan jalan beton terkesan dipaksakan. ”Tanahnya ini tidak kuat menahan beban jalan beton,” ujarnya.

Baca Juga :  Tarung di Sumenep, Dua Atlet Percasi Sampang Sabet Dua Penghargaan

Panjang fondasi jalan beton yang ambles lebih kurang 15 meter. Sementara kedalamannya berkisar setengah meter. Karena itu, pihaknya meminta pemerintah segera mengambil tindakan.

”Segera diperbaiki, itu akses utama. Warga khawatir untuk melintas di jalan tersebut. Kalau tiba-tiba ambles jalan betonnya bagaimana,” ujarnya.

Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sampang Hasan Mustofa membenarkan bahwa ada fondasi jalan beton yang ambles. Menurut dia, yang ambles bukan betonnya, melainkan plengsengan di samping jalan beton tersebut.

Pihaknya sudah menyurvei lokasi. Akan tetapi, sampai kemarin pihaknya mengaku belum melakukan tindakan apa pun. Alasannya, tidak ada anggaran untuk memperbaiki plengsengan yang rusak tersebut.

Baca Juga :  Urai Kemacetan Jelang Lebaran, Ini Trik Satlantas Polres Sampang

”Plengsengannya yang longsor sehingga berdampak pada fondasi jalan beton. Kalau jalan betonnya tidak ambles,” katanya.

Dia membenarkan bahwa proyek jalan beton tersebut dikerjakan pada 2018. Sedangkan plengsengan yang longsor sudah lama dibangun. ”Kami mengupayakan diperbaiki melalui PAK. Sedang kami upayakan,” ujarnya.

Hasan Mustofa menegaskan, peristiwa tersebut terjadi bukan karena pelaksana proyek jalan beton. Sebab, tidak ada kerusakan pada jalan beton.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/