alexametrics
26.4 C
Madura
Friday, May 20, 2022

Rem Blong, Operator Tewas Tertimpa Alat Berat

SAMPANG – Seorang operator alat berat meninggal dunia di lokasi galian C di Desa Morbatoh, Kecamatan Banyuates, Sampang, Kamis (28/2) pukul 17.30. Penyebabnya, rem alat berat yang dikemudikan Hariyono, 28, warga Dusun Diya’an, Desa Temoran, Kecamatan Omben, tidak berfungsi alias blong.

Kapolsek Banyuates Iptu Sukadi membenarkan Hariyono mengalami kecelakaan di lokasi galian C dan meninggal dunia. Menurut dia, korban meninggal akibat kecelakaan sendiri. Korban menjalankan wales dari atas menuju lokasi penambangan.

Di tengah perjalanan yang menurun, rem alat berat yang digunakan tidak berfungsi. Korban hendak membanting setir ke kanan. Namun, upaya tersebut justru membuatnya masuk ke jurang sedalam sekitar tiga meter.

Saat itulah korban tertimpa alat beratnya sendiri. ”Kami sampai di lokasi dalam keadaan korban sudah ditutup kain sarung, sudah terpisah dari alat beratnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Tebing Penambangan Batu Ambruk

Akibat kecelakaan itu, Hariyono mengembuskan napas terakhir di tempat kejadian perkara (TKP). Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Banyuates. ”Korban mengeluarkan darah dari telinga dan mulut, tangan kanan patah, dan luka di bagian kepala,” ujarnya.

Selanjutnya, jenazah korban dijemput keluarganya dan dibawa ke rumah duka di Kecamatan Omben. Kemudian, pihaknya memeriksa sejumlah saksi di lokasi tersebut. ”Saksi di lokasi menyampaikan bahwa itu merupakan kecelakaan sendiri. Sementara, tidak ada tanda-tanda kriminalisasi yang kami temukan,” pungkasnya.

Sementara itu, Namli selaku pemilik galian C mengatakan, operator alat berat wales itu bukan pekerjanya. Menurut dia, alat berat tersebut melaksanakan pekerjaan yang lokasinya berada di atas lokasi galian C-nya. Kemudian, oleh operator, alat berat tersebut mau dibawa pulang.

Baca Juga :  Sediakan Rp 4,5 M untuk Vaksinasi

Sesampainya di lokasi galian C milik Namli, rem tidak berfungsi sehingga terjadi kecelakaan dan menyebabkan Hariyono meninggal. ”Dia mengerjakan proyek lain yang lokasinya berada di atas lokasi galian C milik saya,” jelas Namli.

- Advertisement -

SAMPANG – Seorang operator alat berat meninggal dunia di lokasi galian C di Desa Morbatoh, Kecamatan Banyuates, Sampang, Kamis (28/2) pukul 17.30. Penyebabnya, rem alat berat yang dikemudikan Hariyono, 28, warga Dusun Diya’an, Desa Temoran, Kecamatan Omben, tidak berfungsi alias blong.

Kapolsek Banyuates Iptu Sukadi membenarkan Hariyono mengalami kecelakaan di lokasi galian C dan meninggal dunia. Menurut dia, korban meninggal akibat kecelakaan sendiri. Korban menjalankan wales dari atas menuju lokasi penambangan.

Di tengah perjalanan yang menurun, rem alat berat yang digunakan tidak berfungsi. Korban hendak membanting setir ke kanan. Namun, upaya tersebut justru membuatnya masuk ke jurang sedalam sekitar tiga meter.


Saat itulah korban tertimpa alat beratnya sendiri. ”Kami sampai di lokasi dalam keadaan korban sudah ditutup kain sarung, sudah terpisah dari alat beratnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Semua Penambangan Galian C Belum Berizin

Akibat kecelakaan itu, Hariyono mengembuskan napas terakhir di tempat kejadian perkara (TKP). Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Banyuates. ”Korban mengeluarkan darah dari telinga dan mulut, tangan kanan patah, dan luka di bagian kepala,” ujarnya.

Selanjutnya, jenazah korban dijemput keluarganya dan dibawa ke rumah duka di Kecamatan Omben. Kemudian, pihaknya memeriksa sejumlah saksi di lokasi tersebut. ”Saksi di lokasi menyampaikan bahwa itu merupakan kecelakaan sendiri. Sementara, tidak ada tanda-tanda kriminalisasi yang kami temukan,” pungkasnya.

Sementara itu, Namli selaku pemilik galian C mengatakan, operator alat berat wales itu bukan pekerjanya. Menurut dia, alat berat tersebut melaksanakan pekerjaan yang lokasinya berada di atas lokasi galian C-nya. Kemudian, oleh operator, alat berat tersebut mau dibawa pulang.

Baca Juga :  RSUD Tambah Layanan Cuci Darah

Sesampainya di lokasi galian C milik Namli, rem tidak berfungsi sehingga terjadi kecelakaan dan menyebabkan Hariyono meninggal. ”Dia mengerjakan proyek lain yang lokasinya berada di atas lokasi galian C milik saya,” jelas Namli.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/