alexametrics
21.2 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

Penyerapan Bantuan Modal Usaha Rendah

SAMPANG – Upaya Pemkab Sampang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat tidak berjalan mulus. Penyerapan bantuan modal untuk wirausaha pemula sangat rendah. Hingga hampir tutup tahun hanya tersalurkan kepada empat pemohon.

Tahun ini Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang memiliki jatah maksimal bantuan modal usaha bagi seratus wirausaha pemula. Anggaran setiap pelaku usaha pemula bisa mendapatkan Rp 10 juta–Rp 13 juta. Jika terealisasi semua dengan bantuan tertinggi, anggaran program tersebut bisa tembus Rp 1,3 miliar.

Hingga saat ini program tersebut belum terserap maksimal. Tidak banyak pelaku usaha di Kota Bahari yang mengajukan permohonan bantuan itu. Meski demikian, dinas terkait mengklaim sosialisasi kepada masyarakat tentang program tersebut sudah maksimal.

Kepala Diskumnaker Sampang Moh. Suhrowardi mengatakan, jumlah wirausaha pemula di Kota Bahari cukup banyak. Namun, selama ini yang mengajukan permohonan bantuan modal hanya empat orang. Selama Januari–April dua pengusaha batik dan Mei–Juni 2018 dua pengusaha camilan. Tiap pemohon mendapatkan bantuan Rp 10 juta.

Baca Juga :  Gara Gara Banjir, Sekolah Pulangkan Anak Didik

Menurut dia, mayoritas wirausaha pemula masih mempelajari dan mempersiapkan persyaratan. Program bantuan modal usaha baru digulirkan tahun ini. ”Nominal bantuan tidak begitu besar, tapi bisa membantu meningkatkan usaha,” tuturnya Jumat (30/11).

Program bantuan modal usaha merupakan terobosan dari pemerintah pusat. Tujuannya, menumbuhkembangkan dan mendorong kemajuan perekonomian di daerah. Program tersebut merupakan upaya penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat.

”Bantuan itu merupakan dana hibah dari pemerintah pusat untuk wirausaha pemula dan usaha mikro kecil yang dikelola secara individu atau kelompok,” jelasnya.

Ke depan, pihaknya meminta kepada semua wirausaha pemula di Kota Bahari mengajukan bantuan tersebut.  Syarat pengajuan bantuan meliputi proposal, salinan KTP, izin usaha mikro dan kecil (IUMK), fotokopi ijazah SMA, kalkulasi perhitungan penghasilan selama sebulan, rencana penggunaan dana, dan sertifikat pembekalan kewirausahaan minimal dua tahun. Syarat lainnya tidak mendapatkan bantuan dari pemkab.

Baca Juga :  Nenek Latifah: Kasus Pencabulan Cucu Saya Terbongkar Gara-Gara Uang

”Penentuan penerima bantuan sepenuhya menjadi kewenangan pemerintah pusat. Kami hanya memfasilitasi warga yang akan mengajukan bantuan. Pengajuan harus masuk paling lambat 30 Juni 2018,” ujar Suhrowardi.

Anggota Komisi II DPRD Sampang Syamsuddin sangat menyayangkan minimnya pengajuan bantuan modal usaha tersebut. Padahal, bantuan itu bisa membantu menguatkan permodalan dan meningkatkan usaha yang dijalani masyarakat.

”Eman ada bantuan, tapi tidak bisa terserap. Apalagi bantuan itu untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat,” katanya.

Politikus Partai Hanura itu meminta agar tahun depan dinas terkait bisa lebih maksimal menyosialisasikan program bantuan modal usaha itu. Sosialisasi terkait dengan bantuan harus dilakukan menyeluruh. Dengan demikian, masyarakat bisa mengetahui adanya bantuan tersebut dan mengajukan permohonan bantuan. 

”Sosialisasi jangan hanya fokus di wilayah kota. Tapi, juga dilakukan di kecamatan lain. Petugas konsultan bisnis di setiap kecamatan harus bisa memberikan informasi kepada masyarakat dan membantu memfasilitasi pengajuan,” tandasnya.

SAMPANG – Upaya Pemkab Sampang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat tidak berjalan mulus. Penyerapan bantuan modal untuk wirausaha pemula sangat rendah. Hingga hampir tutup tahun hanya tersalurkan kepada empat pemohon.

Tahun ini Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang memiliki jatah maksimal bantuan modal usaha bagi seratus wirausaha pemula. Anggaran setiap pelaku usaha pemula bisa mendapatkan Rp 10 juta–Rp 13 juta. Jika terealisasi semua dengan bantuan tertinggi, anggaran program tersebut bisa tembus Rp 1,3 miliar.

Hingga saat ini program tersebut belum terserap maksimal. Tidak banyak pelaku usaha di Kota Bahari yang mengajukan permohonan bantuan itu. Meski demikian, dinas terkait mengklaim sosialisasi kepada masyarakat tentang program tersebut sudah maksimal.


Kepala Diskumnaker Sampang Moh. Suhrowardi mengatakan, jumlah wirausaha pemula di Kota Bahari cukup banyak. Namun, selama ini yang mengajukan permohonan bantuan modal hanya empat orang. Selama Januari–April dua pengusaha batik dan Mei–Juni 2018 dua pengusaha camilan. Tiap pemohon mendapatkan bantuan Rp 10 juta.

Baca Juga :  Jelang Bulan Ramadan, Pemkab Sampang Sesuaikan Jam Kerja ASN

Menurut dia, mayoritas wirausaha pemula masih mempelajari dan mempersiapkan persyaratan. Program bantuan modal usaha baru digulirkan tahun ini. ”Nominal bantuan tidak begitu besar, tapi bisa membantu meningkatkan usaha,” tuturnya Jumat (30/11).

Program bantuan modal usaha merupakan terobosan dari pemerintah pusat. Tujuannya, menumbuhkembangkan dan mendorong kemajuan perekonomian di daerah. Program tersebut merupakan upaya penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat.

”Bantuan itu merupakan dana hibah dari pemerintah pusat untuk wirausaha pemula dan usaha mikro kecil yang dikelola secara individu atau kelompok,” jelasnya.

Ke depan, pihaknya meminta kepada semua wirausaha pemula di Kota Bahari mengajukan bantuan tersebut.  Syarat pengajuan bantuan meliputi proposal, salinan KTP, izin usaha mikro dan kecil (IUMK), fotokopi ijazah SMA, kalkulasi perhitungan penghasilan selama sebulan, rencana penggunaan dana, dan sertifikat pembekalan kewirausahaan minimal dua tahun. Syarat lainnya tidak mendapatkan bantuan dari pemkab.

Baca Juga :  Gara Gara Banjir, Sekolah Pulangkan Anak Didik

”Penentuan penerima bantuan sepenuhya menjadi kewenangan pemerintah pusat. Kami hanya memfasilitasi warga yang akan mengajukan bantuan. Pengajuan harus masuk paling lambat 30 Juni 2018,” ujar Suhrowardi.

Anggota Komisi II DPRD Sampang Syamsuddin sangat menyayangkan minimnya pengajuan bantuan modal usaha tersebut. Padahal, bantuan itu bisa membantu menguatkan permodalan dan meningkatkan usaha yang dijalani masyarakat.

”Eman ada bantuan, tapi tidak bisa terserap. Apalagi bantuan itu untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat,” katanya.

Politikus Partai Hanura itu meminta agar tahun depan dinas terkait bisa lebih maksimal menyosialisasikan program bantuan modal usaha itu. Sosialisasi terkait dengan bantuan harus dilakukan menyeluruh. Dengan demikian, masyarakat bisa mengetahui adanya bantuan tersebut dan mengajukan permohonan bantuan. 

”Sosialisasi jangan hanya fokus di wilayah kota. Tapi, juga dilakukan di kecamatan lain. Petugas konsultan bisnis di setiap kecamatan harus bisa memberikan informasi kepada masyarakat dan membantu memfasilitasi pengajuan,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/