alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Sempat Dicibir, Kini Bersyukur Jadi Anggota Polri

SUASANA Pasar Srimangunan Sampang tampak ramai Selasa (31/8). Masyarakat terlihat keluar masuk pasar terbesar di Kota Bahari tersebut. Briptu Fadila Devi Purwanti tampak sibuk memberikan imbauan kepada sejumlah pedagang dan pengunjung untuk selalu menggunakan masker dan menjaga jarak.

Sambil lalu membagikan masker dan bunga kepada anak-anak sebagai tanda kasih sayang dari polres untuk selalu bersinergi. Masyarakat di pasar tampak mengenal baik sosok Polwan Polres Sampang yang satu ini. Itulah pemandangan yang tersaji saat Fadila melaksanakan tugas pada masa pandemi.

Devi merupakan anggota Satbinmas Polres Sampang. Pada masa pandemi, dibandingkan Polwan lainnya, dia lebih sibuk. Sebab, harus sering turun dan membaur dengan masyarakat untuk menyosialisasikan program-program Polri. Bukan hanya ke pasar, tapi juga menyambangi warga di pelosok desa.

Perempuan kelahiran Kecamatan Tanjungbumi, Bangkalan tersebut senang dengan tugas yang diembannya. Dia mengaku menyukai tugas tersebut. Sebab, bisa membaur dengan masyarakat sambil sharing banyak hal. ”Seru saja, bisa komunikasi dengan masyarakat. Enak dan tidak bosan,” katanya.

Perempuan berusia 26 tahun tersebut mengaku tidak pernah terbesit bisa menjadi seorang Polwan. Sebab, saat lulus SMAN 1 Tanjungbumi tahun 2013 lalu memilih mendaftar di Universitas Trunojoyo Madura (UTM). ”Saat itu masih daftar kuliah. Sebab, memang belum ada gambaran mau menjadi Polwan,” ucap wanita kelahiran 15 Oktober 1995 itu.

Baca Juga :  Penerima Kusuka Baru 5 Persen

Setelah kuliah dua semester, tepatnya pada 2014, Devi kemudian mendapatkan informasi terkait rekrutmen anggota Polwan besar-besaran. Karena itu, Fadila bergegas menyiapkan diri. ”Saat itu, saya memberanikan diri saja mendaftar,” kenangnya.

Devi menuturkan, mendaftar menjadi Polwan tidak mudah. Apalagi, keluarganya dicibir sejumlah tetangga. Dia memaklumi, karena berasal dari keluarga kurang mampu. ”Ayah saya diremehkan karena bekerja sebagai nelayan. Pemikiran orang saat itu, jelas nggak mungkin saya bisa menjadi Polwan. Apalagi, ibu saya tidak bekerja,” tuturnya.

Berkat perjuangan dan doa kedua orang tua, pada 2015, Devi akhirnya dilantik menjadi Polwan. ”Saat itu, mulai dari Arosbaya sampai Tanjungbumi, baru saya yang diterima menjadi Polwan. Banyak masyarakat ke rumah dan menanyakan kiat-kiat menjadi polisi. Cukup memotivasi warga,” ucap Devi.

Istri dari Rizky itu mengungkapkan, kali pertama berdinas ditempatkan di Satsabhara Polres Bangkalan. Kemudian, dipindah ke Polsek Galis. Lalu, dimutasi ke Polsek Burneh dan akhirnya kembali ke Polres Bangkalan. ”Tahun 2018 saya dipindah ke Polres Sampang karena ikut suami. Sekarang saya tugas di binmas,” terang Devi.

Baca Juga :  Bawa Kabur HP dan Motor, Dua Pemuda Asal Sampang Diringkus Polisi

Devi menyampaikan, sebagai anggota Polri harus siap mengemban tugas. Bahkan, waktu untuk keluarga kadang terbatas. Tetapi, hal itu merupakan risiko yang harus dihadapi. ”Kita harus profesional. Karena saya Polwan, ya harus menjalani peran sebagai ibu, istri, dan aparat negara. Harus bisa membagi waktu,” ucapnya.

Pada HUT Polwan tahun ini, Devi berharap ke depan Polri selalu sukses dalam menjalankan program-programnya. Para anggotanya harus semakin solid dalam pelaksanaan tugas. Utamanya pada masa pandemi Covid-19. ”Semoga Polri semakin jaya dan juga solid,” tegas Devi.

Devi berpesan kepada para Polwan di seluruh Indonesia agar benar-benar menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Bekerja secara profesional sesuai dengan sumpah jabatan. ”Mau tidak mau harus ikhlas dan siap,” pungkasnya. 

SUASANA Pasar Srimangunan Sampang tampak ramai Selasa (31/8). Masyarakat terlihat keluar masuk pasar terbesar di Kota Bahari tersebut. Briptu Fadila Devi Purwanti tampak sibuk memberikan imbauan kepada sejumlah pedagang dan pengunjung untuk selalu menggunakan masker dan menjaga jarak.

Sambil lalu membagikan masker dan bunga kepada anak-anak sebagai tanda kasih sayang dari polres untuk selalu bersinergi. Masyarakat di pasar tampak mengenal baik sosok Polwan Polres Sampang yang satu ini. Itulah pemandangan yang tersaji saat Fadila melaksanakan tugas pada masa pandemi.

Devi merupakan anggota Satbinmas Polres Sampang. Pada masa pandemi, dibandingkan Polwan lainnya, dia lebih sibuk. Sebab, harus sering turun dan membaur dengan masyarakat untuk menyosialisasikan program-program Polri. Bukan hanya ke pasar, tapi juga menyambangi warga di pelosok desa.


Perempuan kelahiran Kecamatan Tanjungbumi, Bangkalan tersebut senang dengan tugas yang diembannya. Dia mengaku menyukai tugas tersebut. Sebab, bisa membaur dengan masyarakat sambil sharing banyak hal. ”Seru saja, bisa komunikasi dengan masyarakat. Enak dan tidak bosan,” katanya.

Perempuan berusia 26 tahun tersebut mengaku tidak pernah terbesit bisa menjadi seorang Polwan. Sebab, saat lulus SMAN 1 Tanjungbumi tahun 2013 lalu memilih mendaftar di Universitas Trunojoyo Madura (UTM). ”Saat itu masih daftar kuliah. Sebab, memang belum ada gambaran mau menjadi Polwan,” ucap wanita kelahiran 15 Oktober 1995 itu.

Baca Juga :  Kapolres Kunjungi Rumah Bocah Penghirup Aroma Bensin

Setelah kuliah dua semester, tepatnya pada 2014, Devi kemudian mendapatkan informasi terkait rekrutmen anggota Polwan besar-besaran. Karena itu, Fadila bergegas menyiapkan diri. ”Saat itu, saya memberanikan diri saja mendaftar,” kenangnya.

Devi menuturkan, mendaftar menjadi Polwan tidak mudah. Apalagi, keluarganya dicibir sejumlah tetangga. Dia memaklumi, karena berasal dari keluarga kurang mampu. ”Ayah saya diremehkan karena bekerja sebagai nelayan. Pemikiran orang saat itu, jelas nggak mungkin saya bisa menjadi Polwan. Apalagi, ibu saya tidak bekerja,” tuturnya.

Berkat perjuangan dan doa kedua orang tua, pada 2015, Devi akhirnya dilantik menjadi Polwan. ”Saat itu, mulai dari Arosbaya sampai Tanjungbumi, baru saya yang diterima menjadi Polwan. Banyak masyarakat ke rumah dan menanyakan kiat-kiat menjadi polisi. Cukup memotivasi warga,” ucap Devi.

Istri dari Rizky itu mengungkapkan, kali pertama berdinas ditempatkan di Satsabhara Polres Bangkalan. Kemudian, dipindah ke Polsek Galis. Lalu, dimutasi ke Polsek Burneh dan akhirnya kembali ke Polres Bangkalan. ”Tahun 2018 saya dipindah ke Polres Sampang karena ikut suami. Sekarang saya tugas di binmas,” terang Devi.

Baca Juga :  Bupati Haji Idi Silaturahmi dan Serap Usulan Masyarakat Omben

Devi menyampaikan, sebagai anggota Polri harus siap mengemban tugas. Bahkan, waktu untuk keluarga kadang terbatas. Tetapi, hal itu merupakan risiko yang harus dihadapi. ”Kita harus profesional. Karena saya Polwan, ya harus menjalani peran sebagai ibu, istri, dan aparat negara. Harus bisa membagi waktu,” ucapnya.

Pada HUT Polwan tahun ini, Devi berharap ke depan Polri selalu sukses dalam menjalankan program-programnya. Para anggotanya harus semakin solid dalam pelaksanaan tugas. Utamanya pada masa pandemi Covid-19. ”Semoga Polri semakin jaya dan juga solid,” tegas Devi.

Devi berpesan kepada para Polwan di seluruh Indonesia agar benar-benar menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Bekerja secara profesional sesuai dengan sumpah jabatan. ”Mau tidak mau harus ikhlas dan siap,” pungkasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/