alexametrics
24 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Peserta Pelatihan Kerja Ngaku Tak Dapat Bantuan Alat

SAMPANG – Setiap tahun Pemkab Sampang memberikan pelatihan kerja atau wirausaha kepada masyarakat. Selain di balai latihan kerja (BLK), pemkab juga mengirim dan mengikutsertakan para peserta dalam pelatihan kerja di Provinsi Jatim. Hal itu bertujuan mencetak tenaga kerja dan pelaku wirausaha.

Program pelatihan yang digelar di antaranya pelatihan servis sepeda motor, servis komputer, menjahit, tata rias, seni ukir dan keterampilan lainnya. Sayangnya, tidak didukung dengan pemberian bantuan alat atau sarana. Akibatnya, mereka kebingungan mengembangkan keahlian dan memulai usaha.

Nurul Hidayat, 34, warga Desa Prajjan, Kecamatan Camplong menuturkan, pada 2016 lalu dia dan ketiga temannya mengikuti pelatihan kerja yang diselenggarakan Diskumnaker Sampang. Saat itu dia mengambil pelatihan las listrik. Namun setelah pelatihan selesai, hingga saat ini tidak ada tindak lanjut dari dinas terkait.

Baca Juga :  Berharap Pelaksanaan Pemilu Aman dan Damai

Dia tidak bisa mengembangkan keahlian karena terkendala peralatan dan biaya. ”Saya tidak bisa membuka usaha sendiri yang sesuai dengan keahlian. Sebab tidak mempunyai peralatan. Agar keahlian tidak sia-sia dan mengangur saya memilih bekerja di tempat las,” katanya Senin (31/7).

Dia berharap agar pemkab tidak setengah hati dalam membuat program itu. Peserta pelatihan harus diberi peralatan. Dengan demikian, bisa mengembangkan keahlian dan membuka usaha sendiri. ”Kalau bisa, jangan hanya diberi pelatihan materi, tapi juga dibantu dengan sarana atau peralatan untuk membuka usaha,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Penempatan dan Pengembangan Tenaga Kerja Diskumnaker Sampang Bisrul Hafi mengatakan, pihaknya memang memiliki program untuk pelatihan keterampilan bagi masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan. Nantinya mereka bisa membuka usaha sesuai dengan keahlian masing-masing.

Baca Juga :  Bupati Beri Penghargaan 31 Pemuda Beprestasi

Pihaknya juga telah memberikan bantuan peralatan. Sesuai prosedurnya, bantuan peralatan dibagi menjadi dua kategori. Pertama diberikan untuk kelompok. Bantuan yang diberikan berupa alat seperti mesin jahit, tata rias dan alat seni ukir. Kedua yaitu bantuan kepada individu. Jenis bantuannya berupa alat servis sepeda motor, servis komputer, dan las listrik.

”Jadi pembagiannya memang kami atur seperti itu. Agar tepat sasaran dan perkembangannya bisa terus kami pantau. Jadi kalau sekarang masih ada peserta yang mengaku tidak mendapat bantuan, berarti yang bersangkutan tidak aktif berkomunikasi dengan kelompok atau pemkab,” tungkasnya

SAMPANG – Setiap tahun Pemkab Sampang memberikan pelatihan kerja atau wirausaha kepada masyarakat. Selain di balai latihan kerja (BLK), pemkab juga mengirim dan mengikutsertakan para peserta dalam pelatihan kerja di Provinsi Jatim. Hal itu bertujuan mencetak tenaga kerja dan pelaku wirausaha.

Program pelatihan yang digelar di antaranya pelatihan servis sepeda motor, servis komputer, menjahit, tata rias, seni ukir dan keterampilan lainnya. Sayangnya, tidak didukung dengan pemberian bantuan alat atau sarana. Akibatnya, mereka kebingungan mengembangkan keahlian dan memulai usaha.

Nurul Hidayat, 34, warga Desa Prajjan, Kecamatan Camplong menuturkan, pada 2016 lalu dia dan ketiga temannya mengikuti pelatihan kerja yang diselenggarakan Diskumnaker Sampang. Saat itu dia mengambil pelatihan las listrik. Namun setelah pelatihan selesai, hingga saat ini tidak ada tindak lanjut dari dinas terkait.

Baca Juga :  Berharap Pelaksanaan Pemilu Aman dan Damai

Dia tidak bisa mengembangkan keahlian karena terkendala peralatan dan biaya. ”Saya tidak bisa membuka usaha sendiri yang sesuai dengan keahlian. Sebab tidak mempunyai peralatan. Agar keahlian tidak sia-sia dan mengangur saya memilih bekerja di tempat las,” katanya Senin (31/7).

Dia berharap agar pemkab tidak setengah hati dalam membuat program itu. Peserta pelatihan harus diberi peralatan. Dengan demikian, bisa mengembangkan keahlian dan membuka usaha sendiri. ”Kalau bisa, jangan hanya diberi pelatihan materi, tapi juga dibantu dengan sarana atau peralatan untuk membuka usaha,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Penempatan dan Pengembangan Tenaga Kerja Diskumnaker Sampang Bisrul Hafi mengatakan, pihaknya memang memiliki program untuk pelatihan keterampilan bagi masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan. Nantinya mereka bisa membuka usaha sesuai dengan keahlian masing-masing.

Baca Juga :  Pemudik Nyekar ke Makam Leluhur, Penjual Kembang Kecipratan Rezeki

Pihaknya juga telah memberikan bantuan peralatan. Sesuai prosedurnya, bantuan peralatan dibagi menjadi dua kategori. Pertama diberikan untuk kelompok. Bantuan yang diberikan berupa alat seperti mesin jahit, tata rias dan alat seni ukir. Kedua yaitu bantuan kepada individu. Jenis bantuannya berupa alat servis sepeda motor, servis komputer, dan las listrik.

”Jadi pembagiannya memang kami atur seperti itu. Agar tepat sasaran dan perkembangannya bisa terus kami pantau. Jadi kalau sekarang masih ada peserta yang mengaku tidak mendapat bantuan, berarti yang bersangkutan tidak aktif berkomunikasi dengan kelompok atau pemkab,” tungkasnya

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/