alexametrics
24.3 C
Madura
Saturday, May 28, 2022

106 Warga Sampang Dideportasi

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Menjelang bulan Ramadan, banyak masyarakat yang pulang kampung, utamanya orang Madura. Buktinya, saat ini terdapat ratusan pekerja migran Indonesia (PMI) Sampang yang pulang dari luar negeri. Pemicu kepulangan mereka beragam, mulai masa kerja habis dan sengaja dipulangkan atau dideportasi.

            Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Pengembangan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadau Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Sampang Agus Sumarso mengatakan, terdapat 106 warga Sampang yang pulang dari Malaysia dan Singapura. Perinciannya, 53 PMI dipulangkan dari Singapura dan sisanya dari Malaysia.

            ”Rata-rata mereka berasal dari wilayah utara, seperti Kecamatan Sokobanah, Banyuates, Karang Penang, dan Ketapang,” katanya.

Baca Juga :  Bangun Mapolsek Tambelangan, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 1,5 Miliar

            Menurut dia, ratusan PMI tersebut dipulangkan karena masa kerjanya habis atau sengaja ingin pulang ke Indonesia. Sebagian lagi karena tidak memiliki dokumen lengkap. Karena itu, terpaksa dideportasi.  ”Kebanyakan mereka memang ingin pulang,” katanya.

            Sebelum tiba di Sampang, sambung Agus Sumarso, ratusan PMI tersebut sudah menjalani karantina di Asrama Haji, Surabaya. Langah tersebut dilakukan agar terhindar dari persebaran Covid-19. Kemudian, dijemput untuk dibawa ke Sampang dan transit di kantor BLK Sampang.  ”Sementara kita lakukan pendataan untuk memastikan kesehatan mereka,” tutup Agus.

            Sementara itu, Koordinator Posko Covid-19 Sampang Rachmad Sugiono menyampaikan, ratusan PMI tersebut sudah melewati serangkaian pemeriksaan yang merujuk pada protokol kesehatan (prokes). Mulai dari bandara hingga menjalani swab test di Asrama Haji, Surabaya. ”Mereka sudah diisolasi selama dua hari di asrama haji,” katanya.

Baca Juga :  Polda Jatim Drop Peralatan, Rumah Camat Jadi Mapolsek Tambelangan

            Menurutnya, saat ini institusinya terus memantau perkembangan PMI yang baru datang tersebut. Pendataan dilakukan untuk mempermudah institusinya saat melakukan pengecekan di lapangan. ”Mereka akan terus kami awasi,” ungkapnya.

            Dikonfirmasi di tempat terpisah, Kepala BPBD Sampang Asroni mengaku sudah mendata PMI yang baru datang tersebut. Sebagian PMI diperbolehkan pulang apabila ada yang menjemput. Selanjutnya, menjalani isolasi mandiri selama tiga hari. ”Kalau tidak ada yang menjemput, kita fasilitasi agar melakukan isolasi mandiri di sini (BLK, Red),” tutupnya. (iqb)

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Menjelang bulan Ramadan, banyak masyarakat yang pulang kampung, utamanya orang Madura. Buktinya, saat ini terdapat ratusan pekerja migran Indonesia (PMI) Sampang yang pulang dari luar negeri. Pemicu kepulangan mereka beragam, mulai masa kerja habis dan sengaja dipulangkan atau dideportasi.

            Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Pengembangan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadau Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Sampang Agus Sumarso mengatakan, terdapat 106 warga Sampang yang pulang dari Malaysia dan Singapura. Perinciannya, 53 PMI dipulangkan dari Singapura dan sisanya dari Malaysia.

            ”Rata-rata mereka berasal dari wilayah utara, seperti Kecamatan Sokobanah, Banyuates, Karang Penang, dan Ketapang,” katanya.

Baca Juga :  Basmi Penyakit DBD, Dinkes Sampang Himbau Masyarakat Lakukan Ini

            Menurut dia, ratusan PMI tersebut dipulangkan karena masa kerjanya habis atau sengaja ingin pulang ke Indonesia. Sebagian lagi karena tidak memiliki dokumen lengkap. Karena itu, terpaksa dideportasi.  ”Kebanyakan mereka memang ingin pulang,” katanya.

            Sebelum tiba di Sampang, sambung Agus Sumarso, ratusan PMI tersebut sudah menjalani karantina di Asrama Haji, Surabaya. Langah tersebut dilakukan agar terhindar dari persebaran Covid-19. Kemudian, dijemput untuk dibawa ke Sampang dan transit di kantor BLK Sampang.  ”Sementara kita lakukan pendataan untuk memastikan kesehatan mereka,” tutup Agus.

            Sementara itu, Koordinator Posko Covid-19 Sampang Rachmad Sugiono menyampaikan, ratusan PMI tersebut sudah melewati serangkaian pemeriksaan yang merujuk pada protokol kesehatan (prokes). Mulai dari bandara hingga menjalani swab test di Asrama Haji, Surabaya. ”Mereka sudah diisolasi selama dua hari di asrama haji,” katanya.

Baca Juga :  Kanstin Dermaga Taddan Bakal Dibongkar

            Menurutnya, saat ini institusinya terus memantau perkembangan PMI yang baru datang tersebut. Pendataan dilakukan untuk mempermudah institusinya saat melakukan pengecekan di lapangan. ”Mereka akan terus kami awasi,” ungkapnya.

            Dikonfirmasi di tempat terpisah, Kepala BPBD Sampang Asroni mengaku sudah mendata PMI yang baru datang tersebut. Sebagian PMI diperbolehkan pulang apabila ada yang menjemput. Selanjutnya, menjalani isolasi mandiri selama tiga hari. ”Kalau tidak ada yang menjemput, kita fasilitasi agar melakukan isolasi mandiri di sini (BLK, Red),” tutupnya. (iqb)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/