alexametrics
21.4 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Rekam Data dan Cetak KTP Tak Imbang

SAMPANG – Perekaman data kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Sampang pada tahun ini cukup tinggi. Triwulan pertama mencapai 60 ribu perekam. Namun, dokumen kependudukan yang berhasil dicetak hanya berkisar 45 ribu. Ketimpangan itu karena server sering gangguan.

Kabid Pelayanan Dispendukcapil Sampang R. Achmadi mengatakan, instansinya hanya mampu mencetak 300 e-KTP setiap hari. Itu pun jika tidak ada gangguan server. Jika ada gangguan, yang bisa dicetak hanya berkisar seratus keeping. ”Memang tidak imbang, yang rekam enam puluh ribuan, tapi yang sudah dicetak masih sekitar empat puluh lima ribuan,” terangnya Senin (30/4).

Karena itu, tahun ini pihaknya mengajukan anggaran pembelian server cadangan. Akan tetapi, sampai saat ini belum ada kejelasan. Jika memiliki server cadangan, tidak ada alasan gangguan pada jaringan lagi. Bahkan, jika server pusat terganggu bisa langsung menggunakan server cadangan itu. ”Memang mahal, sekitar Rp 4 miliar. Tapi itu kan untuk kelancaran pelayanan,” jelasnya.

Baca Juga :  Teledor, Warga Iran Dapat E-KTP

Anggota Komisi I DPRD Sampang Syamsul Arifin mendukung jika memang sangat dibutuhkan pengadaan server cadangan dalam memaksimalkan pelayanan. Saat ini pihaknya meminta supaya dispendukcapil tak keteteran. ”Layanan kependudukan ini harus prima. Apalagi menjelang pilkada dan pileg,” paparnya.

Validasi data pemilih ke depan harus sudah terintegrasi semua melalui e-KTP. Pihaknya mengimbau supaya dispendukcapil getol turun ke kecamatan secara bergantian untuk memancing masyarakat supaya segera merekam data e-KTP. ”Memang masih banyak e-KTP yang belum dicetak. Kami juga akan meminta pimpinan di komisi untuk melakukan sidak ke dispendukcapil,” tandasnya.

 

SAMPANG – Perekaman data kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Sampang pada tahun ini cukup tinggi. Triwulan pertama mencapai 60 ribu perekam. Namun, dokumen kependudukan yang berhasil dicetak hanya berkisar 45 ribu. Ketimpangan itu karena server sering gangguan.

Kabid Pelayanan Dispendukcapil Sampang R. Achmadi mengatakan, instansinya hanya mampu mencetak 300 e-KTP setiap hari. Itu pun jika tidak ada gangguan server. Jika ada gangguan, yang bisa dicetak hanya berkisar seratus keeping. ”Memang tidak imbang, yang rekam enam puluh ribuan, tapi yang sudah dicetak masih sekitar empat puluh lima ribuan,” terangnya Senin (30/4).

Karena itu, tahun ini pihaknya mengajukan anggaran pembelian server cadangan. Akan tetapi, sampai saat ini belum ada kejelasan. Jika memiliki server cadangan, tidak ada alasan gangguan pada jaringan lagi. Bahkan, jika server pusat terganggu bisa langsung menggunakan server cadangan itu. ”Memang mahal, sekitar Rp 4 miliar. Tapi itu kan untuk kelancaran pelayanan,” jelasnya.

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Asal Bangkalan Meninggal di RSUD Sampang

Anggota Komisi I DPRD Sampang Syamsul Arifin mendukung jika memang sangat dibutuhkan pengadaan server cadangan dalam memaksimalkan pelayanan. Saat ini pihaknya meminta supaya dispendukcapil tak keteteran. ”Layanan kependudukan ini harus prima. Apalagi menjelang pilkada dan pileg,” paparnya.

Validasi data pemilih ke depan harus sudah terintegrasi semua melalui e-KTP. Pihaknya mengimbau supaya dispendukcapil getol turun ke kecamatan secara bergantian untuk memancing masyarakat supaya segera merekam data e-KTP. ”Memang masih banyak e-KTP yang belum dicetak. Kami juga akan meminta pimpinan di komisi untuk melakukan sidak ke dispendukcapil,” tandasnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/