alexametrics
21.2 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

5 Tahun Tak Dipakai, Tandon SPAM Rusak

SAMPANG – Kondisi tandon air berkapasitas 500 liter di Desa Gunung Rancak, Kecamatan Karang Penang, terancam tak bisa difungsikan. Pasalnya, cor pelapis di bagian bawah sudah retak.

Pembangunan tandon tersebut dilaksanakan pada 2014 dengan dana APBN. Pembangunan tersebut include pada proyek instalasi pengolah air Sumber Payung yang senilai Rp 46 miliar. proyek tersebut dikerjakan pada 2013–2014.

Sejak pembangunan selesai, tandon berkapasitas besar untuk penampungan air yang akan disalurkan ke permukiman warga di Kecamatan Karang Penang itu tak dimanfaatkan hingga sekarang. ”Itu sudah lima tahun tak dimanfaatkan. Mulai tahun ini akan dimanfaatkan,” kata Kepala DPRKP Sampang Abd. Hannan kemarin (31/1).

Menurut dia, masih banyak yang perlu dilakukan perbaikan jika tandon tersebut akan digunakan. Di antaranya, pengecekan kembali ke dalam tandon karena khawatir terjadi kebocoran akibat retak.

Baca Juga :  Rekam Data dan Cetak KTP Tak Imbang

”Fondasi tandon sisi utara retak. Kalau diisi air, khawatir tidak kuat. Ini sudah kami laporkan ke satker pengembangan SPAM Jawa Timur yang bertanggung jawab atas proyek itu,” terangnya.

Kerusakan tandon segera diperbaiki dan keberadaannya akan dimanfaatkan sebagaimana mestinya. ”Jika sudah diperbaiki dan air mengalir ke tandon, akan diserahkan kepada PDAM untuk mengelolanya,” jelas Hannan.

Saiful Rahman, 30, warga Desa Gunung Rancak, menegaskan, tandon tersebut mubazir. Menurut dia, pemerintah membangun dengan dana miliaran rupiah tapi tak difungsikan. ”Tandon itu rusak. Malah saya melihatnya sudah tidak presisi, agak gitu, harus segera diperbaiki,” ungkapnya.

Dia berharap, tandon tersebut cepat difungsikan. Warga Desa Karang Penang sangat membutuhkan air bersih yang dialirkan dari tandon tersebut. ”Manfaatnya sangat terasa jika musim kemarau. Alangkah baiknya mulai sekarang diperbaiki supaya tandon itu bisa difungsikan,” sarannya.

Baca Juga :  Membunuh di Banyuates, Ditangkap di Jombang

Rohandi, ketua tim dari satker pengembangan SPAM Jawa Timur, mengatakan, pihaknya akan memperbaiki kebocoran pipa dan tandon. Menurut dia, sampai detik ini pihaknya masih melakukan pengawasan untuk memperbaiki kerusakan. ”Kami harap tahun ini pipa transmisi dan tandon yang menganggur selama lebih kurang lima tahun bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah daerah,” katanya.

SAMPANG – Kondisi tandon air berkapasitas 500 liter di Desa Gunung Rancak, Kecamatan Karang Penang, terancam tak bisa difungsikan. Pasalnya, cor pelapis di bagian bawah sudah retak.

Pembangunan tandon tersebut dilaksanakan pada 2014 dengan dana APBN. Pembangunan tersebut include pada proyek instalasi pengolah air Sumber Payung yang senilai Rp 46 miliar. proyek tersebut dikerjakan pada 2013–2014.

Sejak pembangunan selesai, tandon berkapasitas besar untuk penampungan air yang akan disalurkan ke permukiman warga di Kecamatan Karang Penang itu tak dimanfaatkan hingga sekarang. ”Itu sudah lima tahun tak dimanfaatkan. Mulai tahun ini akan dimanfaatkan,” kata Kepala DPRKP Sampang Abd. Hannan kemarin (31/1).


Menurut dia, masih banyak yang perlu dilakukan perbaikan jika tandon tersebut akan digunakan. Di antaranya, pengecekan kembali ke dalam tandon karena khawatir terjadi kebocoran akibat retak.

Baca Juga :  BPWS Bangun SPAM Rp 3 Miliar di Sampang

”Fondasi tandon sisi utara retak. Kalau diisi air, khawatir tidak kuat. Ini sudah kami laporkan ke satker pengembangan SPAM Jawa Timur yang bertanggung jawab atas proyek itu,” terangnya.

Kerusakan tandon segera diperbaiki dan keberadaannya akan dimanfaatkan sebagaimana mestinya. ”Jika sudah diperbaiki dan air mengalir ke tandon, akan diserahkan kepada PDAM untuk mengelolanya,” jelas Hannan.

Saiful Rahman, 30, warga Desa Gunung Rancak, menegaskan, tandon tersebut mubazir. Menurut dia, pemerintah membangun dengan dana miliaran rupiah tapi tak difungsikan. ”Tandon itu rusak. Malah saya melihatnya sudah tidak presisi, agak gitu, harus segera diperbaiki,” ungkapnya.

Dia berharap, tandon tersebut cepat difungsikan. Warga Desa Karang Penang sangat membutuhkan air bersih yang dialirkan dari tandon tersebut. ”Manfaatnya sangat terasa jika musim kemarau. Alangkah baiknya mulai sekarang diperbaiki supaya tandon itu bisa difungsikan,” sarannya.

Baca Juga :  Anggaran Air Bersih Terdampak Korona

Rohandi, ketua tim dari satker pengembangan SPAM Jawa Timur, mengatakan, pihaknya akan memperbaiki kebocoran pipa dan tandon. Menurut dia, sampai detik ini pihaknya masih melakukan pengawasan untuk memperbaiki kerusakan. ”Kami harap tahun ini pipa transmisi dan tandon yang menganggur selama lebih kurang lima tahun bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah daerah,” katanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/