alexametrics
22.2 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Perempuan Itu Madrasatul Ula

EMPAT tahun lalu mungkin belum ada yang mengenal Musaiyana di Kabupaten Sampang. Putri pasangan Sumaleh dan Marrah itu hanya perempuan biasa yang lahir di pelosok desa di Kecamatan Karang Penang.

Nama Musaiyana mulai dikenal setelah berhasil mengharumkan Sampang di kancah nasional. Perempuan yang akrab disapa Muza itu terpilih sebagai juara kedua pemuda pelopor dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI 2019. Dia memang tergolong perempuan berprestasi saat di bangku kuliah IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Perempuan dua bersaudara itu mempunyai ketertarikan di public speaking, isu sosial, dan pendidikan. Dia mengajak dan konsen pengembangan anak muda. Dia mendirikan lembaga sosial Sampang Young Inspiration yang berbasis relawan.

Baca Juga :  Pintar Manfaatkan Peluang Usaha

Tidak mudah bagi Muza untuk melakukan aktivitas sosial. Apalagi, pemikiran masyarakat di pedesaan masih tertinggal. Dia harus berbaur, memahami kondisi, dan menyatu dengan masyarakat. ”Terkadang memang membosankan karena tidak ada feedback yang saya rasakan,” tuturnya.

Streotip yang menganggap perempuan hanya di dapur, kasur, dan sumur masih kental. Itu menjadi tantangan Muza bersama teman-temannya. Menurutnya, taraf hidup seseorang salah satunya ditentukan oleh faktor pendidikan.

Karena itu, Muza menggerakkan pemuda agar bisa membangun masa depan yang lebih terarah, khususnya kepada kaum hawa. Menjadi seorang perempuan harus berpengalaman luas dan memiliki kemampuan di segala bidang. ”Perempuan itu madrasatul ula untuk menjadi pendidik sepanjang masa,” tandasnya. (bil)

Baca Juga :  Intens Berikan Pendidikan Politik
- Advertisement -

EMPAT tahun lalu mungkin belum ada yang mengenal Musaiyana di Kabupaten Sampang. Putri pasangan Sumaleh dan Marrah itu hanya perempuan biasa yang lahir di pelosok desa di Kecamatan Karang Penang.

Nama Musaiyana mulai dikenal setelah berhasil mengharumkan Sampang di kancah nasional. Perempuan yang akrab disapa Muza itu terpilih sebagai juara kedua pemuda pelopor dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI 2019. Dia memang tergolong perempuan berprestasi saat di bangku kuliah IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Perempuan dua bersaudara itu mempunyai ketertarikan di public speaking, isu sosial, dan pendidikan. Dia mengajak dan konsen pengembangan anak muda. Dia mendirikan lembaga sosial Sampang Young Inspiration yang berbasis relawan.

Baca Juga :  Kendaraan Dinas Tak Boleh Dipakai Liburan

Tidak mudah bagi Muza untuk melakukan aktivitas sosial. Apalagi, pemikiran masyarakat di pedesaan masih tertinggal. Dia harus berbaur, memahami kondisi, dan menyatu dengan masyarakat. ”Terkadang memang membosankan karena tidak ada feedback yang saya rasakan,” tuturnya.

Streotip yang menganggap perempuan hanya di dapur, kasur, dan sumur masih kental. Itu menjadi tantangan Muza bersama teman-temannya. Menurutnya, taraf hidup seseorang salah satunya ditentukan oleh faktor pendidikan.

Karena itu, Muza menggerakkan pemuda agar bisa membangun masa depan yang lebih terarah, khususnya kepada kaum hawa. Menjadi seorang perempuan harus berpengalaman luas dan memiliki kemampuan di segala bidang. ”Perempuan itu madrasatul ula untuk menjadi pendidik sepanjang masa,” tandasnya. (bil)

Baca Juga :  Moch. Tarsun, Pemenang I Tokoh Pendidikan Madura Awards 2017
- Advertisement -

Artikel Terkait

Karang Taruna Bantu Masyarakat

Berolahraga untuk Kebugaran

Pintar Manfaatkan Peluang Usaha

Most Read

Artikel Terbaru

/