alexametrics
20.6 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Tarsun Dengar Curhat Bawahan Jodohkan Anak 

PAMEKASAN – Hubungan emosional yang baik ini tidak dibangun secara instan. Saat menjadi kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Pegantenan, Tarsun juga menempatkan diri sebagai orang tua bagi bawahannya. Bahkan tak jarang dirinya menjadi tempat curhat bagi para bahawan.

Curhat yang diterima Tarsun bukan hanya soal pendidikan. Di luar konteks pendidikan seperti urusan keluarga, bisnis, dan lain sebagainya. Termasuk, soal menjodohkan anak. Bawahannya juga banyak yang minta pertimbangan Tarsun.

”Berkat hubungan kekeluargaan ini, di mana-mana saya diterima. Ketika keliling kecamatan, mereka merasa didatangi oleh orang tua,” jelasnya.

Setelah terpilih menjadi pemenang Madura Awards, Tarsun semakin berkomitmen memajukan pendidikan di Pamekasan. Dia ingin slogan Pamekasan sebagai Kabupaten Pendidikan semakin membumi.

Baca Juga :  Jufri Kora Layak Jadi Tokoh Pendidikan

Semua anak usia sekolah, dari 7–12 tahun, harus berada di bangku SD/MI. Begitu pun anak usia 13–15 harus ada di bangku SMP/MTs. Pada saat yang sama, kualitas struktur dan infrastruktur pendidikan mesti diperhatikan dengan baik. Terutama, sumber daya manusia (SDM) pendidikan harus mumpuni.

”Harapan kami, bagaimana memberikan layanan pendidikan bermutu bagi semua warga Pamekasan tanpa terkecuali (for all education). Wajah pendidikan di Pamekasan benar-benar tampil menarik, tampil sebagaimana predikat yang disandangnya, yakni kabupaten pendidikan,” tukasnya.

PAMEKASAN – Hubungan emosional yang baik ini tidak dibangun secara instan. Saat menjadi kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Pegantenan, Tarsun juga menempatkan diri sebagai orang tua bagi bawahannya. Bahkan tak jarang dirinya menjadi tempat curhat bagi para bahawan.

Curhat yang diterima Tarsun bukan hanya soal pendidikan. Di luar konteks pendidikan seperti urusan keluarga, bisnis, dan lain sebagainya. Termasuk, soal menjodohkan anak. Bawahannya juga banyak yang minta pertimbangan Tarsun.

”Berkat hubungan kekeluargaan ini, di mana-mana saya diterima. Ketika keliling kecamatan, mereka merasa didatangi oleh orang tua,” jelasnya.

Setelah terpilih menjadi pemenang Madura Awards, Tarsun semakin berkomitmen memajukan pendidikan di Pamekasan. Dia ingin slogan Pamekasan sebagai Kabupaten Pendidikan semakin membumi.

Baca Juga :  Selalu Berusaha Belajar dari Kesalahan

Semua anak usia sekolah, dari 7–12 tahun, harus berada di bangku SD/MI. Begitu pun anak usia 13–15 harus ada di bangku SMP/MTs. Pada saat yang sama, kualitas struktur dan infrastruktur pendidikan mesti diperhatikan dengan baik. Terutama, sumber daya manusia (SDM) pendidikan harus mumpuni.

”Harapan kami, bagaimana memberikan layanan pendidikan bermutu bagi semua warga Pamekasan tanpa terkecuali (for all education). Wajah pendidikan di Pamekasan benar-benar tampil menarik, tampil sebagaimana predikat yang disandangnya, yakni kabupaten pendidikan,” tukasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/