Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pondok Pesantren Raudlatul Iman Sumenep Terapkan Program Akselerasi Baca Kitab

F
GENERASI EMAS: Peserta wisuda tajwid dan tahfidzul Qur’an juz 30 santri ula berfoto bersama seusai diwisuda.
GENERASI EMAS: Peserta wisuda tajwid dan tahfidzul Qur’an juz 30 santri ula berfoto bersama seusai diwisuda.

PONPES Raudlatul Iman membuka program akselerasi baca kitab kuning Nubdzatul Bayan pada 2012 silam.


Advertisement

Program itu telah sukses mewisuda 10 angkatan santri. Lembaga itu adalah Ponpes Raudlatul Iman Tahfidzul Qur’an yang dibuka 2016.

”Untuk madrasah ibtidaiyah, ada program tajwid dan hafiz juz 30,” kata Kiai Sahli.

Program akselerasi baca kitab kuning bertujuan agar santrinya bisa memahami Al-Qur’an dan kitab-kitab kuning sebagai sumber utama ajaran agama.

Advertisement

”Selanjutnya untuk riyadhah ruoani juga terdapat program unggulan. Yaitu, Tarekat Naqsyabandi yang diikuti oleh semua jajaran masyayikh, santri, dan masyarakat sekitar,” sambungnya.

Kiai Sahli bersyukur saat ini lembaga yang dikelolanya mengalami perkembangan pesat dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi (PT).

”Alhamdulillah, kami juga merintis  program ekologis, gerakan literasi, dan kearifan lokal,” tuturnya.

Advertisement

Ponpes Raudlatul Iman juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Sehingga, dibentuklah Aktivis Pencinta Lingkungan Asri, Sehat, dan Indah Aliansi Santri Raudlatul Iman (Aplikasi ASRI).

Sedangkan upaya pengembangan literasi dilakukan dengan dideklarasikannya media pesantren yang menjadi media center Raudlatul Iman.

Media itu menjadi sarana untuk menyampaikan informasi pesantren kepada khalayak umum.

Di samping itu menjadi sarana untuk tempat mengakomodasi karya tulis siswa, guru, mahasiswa, dan dosen.

Sahli menambahkan, siswa-siswi Raudlatul Iman juga banyak yang meraih prestasi. Seperti juara lomba baca kitab kuning, ajang perkemahan Pramuka, dan baca puisi.

Namun dari berbagai catatan positif yang sudah diraih, ada beberapa kendala yang dialami.

Seperti kesadaran masyarakat yang masih rendah terhadap pentingnya pendidikan. Lalu, tumpang tindihnya tugas dan kerja sama pengurus.

”Yang menjadi masalah umum yaitu sumber dana tidak memadai untuk operasional pendidikan,” katanya. (sin/jup)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Imigrasi Pamekasan Perkuat Pengawasan WNA Lewat Rapat Timpora Kabupaten Sumenep

Imigrasi Pamekasan Perkuat Pengawasan WNA Lewat Rapat Timpora Kabupaten Sumenep

Imigrasi Pamekasan menggelar rapat Timpora Sumenep untuk memperkuat pengawasan WNA, sinkronisasi data, dan koordinasi lintas instansi.

Sumenep Borong Penghargaan Sepanjang 2026, Bupati Fauzi Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak

Sumenep Borong Penghargaan Sepanjang 2026, Bupati Fauzi Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan pihak-pihak yang telah berkontribusi terhadap kemajuan Kota Keris.

KNPI Sumenep Gaungkan Trimatra Pemuda, Dorong Generasi Muda Aktif Bangun Daerah

KNPI Sumenep Gaungkan Trimatra Pemuda, Dorong Generasi Muda Aktif Bangun Daerah

Generasi muda didorong mengembangkan usaha berbasis potensi lokal, mempromosikan produk unggulan dan pariwisata, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer