alexametrics
Minggu, 24 Oct 2021
radarmadura
Home > Berita Kota
icon featured
Berita Kota

Tahun 2050, Kebutuhan Minyak Meningkat 139 Persen dan Gas 298 Persen

14 Oktober 2021, 11: 35: 53 WIB | editor : Haryanto

DEMI INDONESIA: Kepala SKK Migas Perwakilan Jabanusa Nurwahidi saat sambutan dalam webinar bertema ”Masa Depan Industri Hulu Migas dalam Road Map Energi” Selasa (12/10).

DEMI INDONESIA: Kepala SKK Migas Perwakilan Jabanusa Nurwahidi saat sambutan dalam webinar bertema ”Masa Depan Industri Hulu Migas dalam Road Map Energi” Selasa (12/10). (Hariyanto/RadarMadura.id)

Share this      

SURABAYA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Jawa, Bali  dan Nusa Tenggara (Jabanusa) bersama dengan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang tergabung dalam Forum Kehumasan Industri Hulu Migas (FKIHM) menggelar webinar secara daring, Selasa (12/10).

Selain Kepala SKK Migas Perwakilan Jabanusa Nurwahidi, sosok yang menjadi pembicara dalam webinar bertema ”Masa Depan Industri Hulu Migas dalam Road Map Energi” tersebut adalah Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Djoko Siswanto.

Acara tersebut juga dihadiri Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron dan Wabup Mohni. Termasuk Bupati Sumenep Achmad Fauzi, Sekkab Sampang Yuliadi Setiyawan dan pejabat dari Pemkab Blora, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayah Jabanusa, perwakilan dari KKKS serta rekan-rekan jurnalis.

Baca juga: Bupati dan Forkopimda Ikuti Upacara Hari Jadi Jawa Timur

KOMUNIKATIF: Kepala SKK Migas Perwakilan Jabanusa Nurwahidi berdialog dengan Wabup Bangkalan Mohni dalam webinar bertema ”Masa Depan Industri Hulu Migas dalam Road Map Energi” Selasa (12/10).

KOMUNIKATIF: Kepala SKK Migas Perwakilan Jabanusa Nurwahidi berdialog dengan Wabup Bangkalan Mohni dalam webinar bertema ”Masa Depan Industri Hulu Migas dalam Road Map Energi” Selasa (12/10). (Hariyanto/RadarMadura.id)

Kepala SKK Migas Perwakilan Jabanusa Nurwahidi saat sambutan mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kinerja KKKS wilayah Jabanusa. Utamanya, dalam rangka pemenuhan kebutuhan energi di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 

”Pada 2050 kebutuhan energi minyak di Indonesia akan meningkat sebanyak 139 persen dan gas sebesar 298 persen. Artinya, kita harus terus optimistis karena pemerintah dan SKK Migas sudah mempersiapkan data untuk mendorong investasi di Indonesia, khususnya untuk migas,” tutur Nurwahidi.

Menurut Nurwahidi, data tersebut digunakan sebagai penggerak dan dorongan kepada investor untuk berinvestasi di Indonesia. Tujuannya, meningkatkan cadangan minyak dan gas di masa depan untuk Indonesia. SKK Migas mendorong terpenuhinya target produksi 1 juta BOPD dan 12.000 MMSCFD di 2030.

Dijelaskan, SKK Migas telah mencetuskan empat strategi untuk mendorong terpenuhinya visi tersebut. Yakni, optimalisasi lapangan-lapangan migas yang sudah tersedia, transformasi sumber daya yang telah tersedia menjadi produksi, pengembangan water flood (EOR) pada area produksi yang tersedia, hingga mempertahankan produksi melalui kegiatan eksplorasi migas di Indonesia.

”Tentunya, visi ini tidak dapat dicapai sendirian oleh SKK Migas. Harus mendapat dukungan dari pemerintah daerah, KKKS, BUMD, legislatif, jurnalis, dan seluruh elemen masyarakat yang ada di wilayah operasi migas,” ujar Nurwahidi. (*)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news