alexametrics
Sabtu, 23 Oct 2021
radarmadura
Home > Sampang
icon featured
Sampang

Ditipu Teman, Warga Gunung Sekar Rugi Ratusan Juta

13 Oktober 2021, 17: 25: 35 WIB | editor : Abdul Basri

TAMPAK SEDIH: Ali Sofa Januar menunjukkan bukti-bukti kasus dugaan penipuan yang dialaminya, kemarin.

TAMPAK SEDIH: Ali Sofa Januar menunjukkan bukti-bukti kasus dugaan penipuan yang dialaminya, kemarin. (MOH. IQBAL/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Impian Ali Sofa Januar menjadikan istrinya sebagai PNS di lingkungan Pemkab Sampang pupus. Justru, dia menjadi korban penipuan dan mengalami kerugian ratusan juta. Hingga kemarin (12/10), istrinya, Kiki Amalia, tidak memiliki nomor identitas PNS atau NIP.

Ceritanya, Wawan menjanjikan istri Ali Sofa Januar menjadi PNS asal membayar ratusan juta. Alasan Wawan saat itu memiliki orang dalam di lingkungan Pemkab Sampang. ”Orang yang mengenalkan Wawan kepada saya adalah Kiai Dekir,” tutur warga Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan/Kabupaten Sampang, itu.

Pada 4 Januari 2019 sekitar pukul 10.00, Dekir dan Wawan mengajak Ali Sofa Januar bertemu di Hotel Panglima. Saat itu, Ali Sofa Januar mengajak ayahandanya, Slamet, menjadi saksi dalam pertemuan tersebut. ”Dalam pertemuan itu, Wawan berjanji akan mengeluarkan surat keputusan (SK) calon PNS dalam waktu empat bulan,” katanya.

Baca juga: Perencanaan Proyek Pelabuhan Gili Iyang, Dishub Siapkan Rp 98,4 Juta

Dia menjelaskan, pertemuan itu membicarakan perihal berkas yang harus disiapkan oleh Ali Sofa Januar. Mulai dari KTP, ijazah, foto, dan KK. Sedangkan formulir pendaftarannya akan diisi sendiri oleh Wawan. Saat itu, Wawan juga menerangkan biaya yang diperlukan Rp 110 juta. Tapi, uang muka atau down payment (DP) yang harus dibayar saat itu Rp 80 juta. ”Sisa uang Rp 30 juta saya lunasi 14 Februari. Saya juga diberi kuitansi,” ucapnya.

Beberapa saat kemudian, Ali Sofa Januar menerima informasi dari Wawan bahwa istrinya lulus dalam rekrutmen PNS. Bahkan, Wawan menginformasikan, NIP Kiki Amalia sudah ada. Pada 12 Maret 2019, Wawan mengajak Ali Sofa Januar bertemu lagi di Hotel Panglima. Saat itu, Wawan membawa berkas berisi nama-nama yang lulus menjadi calon PNS beserta NIP-nya. ”Tapi, NIP yang ditunjukkan itu buram,” terangnya.

Ali Sofa Januar mengungkapkan, berdasar informasi yang disampaikan Wawan melalui pesan WhatsApp (WA), istrinya menjadi calon PNS dan berada di urutan ke-130. Tapi, hingga April tidak ada kepastian kapan istrinya diangkat menjadi PNS. Karena itu, dia menanyakan hal tersebut kepada salah seorang pejabat. ”Tapi, tidak ada informasi pengangkatan PNS,” ungkapnya.

Sampai oktober 2021, pengangkatan calon PNS yang dijanjikan Wawan tak kunjung pasti. Saat menghubungi Wawan, Ali Sofa Januar hanya diberi janji-janji. Karena itu, dia menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus tersebut ke Polres Sampang. ”Sudah saya laporkan ke Polres Sampang,” terangnya.

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Daryanto menyatakan, institusinya sudah menerima laporan kasus dugaan penipuan tersebut. Dalam waktu dekat, institusinya bakal memanggil sejumlah saksi. Termasuk pelapor maupun terlapor. ”Kami akan mempelajari berkas-berkas yang diserahkan pelapor. Setelah memangil para pihak, kami segera gelar perkara,” janjinya.

Upaya Jawa Pos Radar Madura (JPRM) mendapatkan konfirmasi dari Wawan tidak membuahkan hasil. Saat dikonfirmasi melalui layanan telepon selulernya, meski terdengar nada sambung, yang bersangkutan tidak merespons dan mengangkat panggilan yang masuk

(mr/iqb/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news