alexametrics
Rabu, 20 Oct 2021
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Minta Klarifikasi Wafatnya Pasien Usai Jalani Operasi

IDI Panggil Dokter Widjaya Indrachan Hari Ini

13 Oktober 2021, 17: 23: 13 WIB | editor : Abdul Basri

MEGAH: Sejumlah kendaraan terparkir di halaman RSU Anna Medika Madura di Jalan R.E. Marthadinata Bangkalan kemarin.

MEGAH: Sejumlah kendaraan terparkir di halaman RSU Anna Medika Madura di Jalan R.E. Marthadinata Bangkalan kemarin. (ISTIMEWA)

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Insiden tewasnya Fadilah, seorang pasien RSUD Syamrabu, berbuntut panjang. Indikasinya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bangkalan bakal memanggil dr. Widjaya Indrachan (dokter di RSU Anna Medika Madura). Sebab, sebelum dirujuk ke RSUD Syamrabu, almarhumah menjalani operasi persalinan di RSU Anna Medika Madura.

Surat pemanggilan bernomor 02/Sekr/IDI/BKL/X/2021 itu konon sudah dilayangkan kepada dr. Widjaya Indrachan. Dia merupakan dokter spesialis obstetrics and gynecology (ob gyn) yang menangani tindakan operasi persalinan kepada almarhumah. Sebelum wafat di RSUD Syamrabu, almarhumah yang tercatat sebagai warga Desa Parseh, Kecamatan Socah, itu memang dirawat di RSU Anna Medika Madura.

Dalam surat panggilan yang ditandatangani Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI Cabang Bangkalan tertanggal 11 Otkober 2021, memerintahkan dr Widjaya Indrachan untuk hadir di ruang KSM Komite Medik Bangkalan pada hari ini (13/10) sekitar pukul 10.00. Lokasinya di gedung poli lantai 3 RSUD Syamrabu.

Baca juga: Penemuan Puluhan Penyu Sisik Gegerkan Warga Masalembu

Ketua MKEK IDI Cabang Bangkalan Ahmad Aziz membenarkan dirinya melayangkan surat panggilan kepada dr Widjaya Indrachan. Salah satu tujuan IDI Cabang Bangkalan memanggil yang bersangkutan adalah meminta klarifikasi perihal penanganan pasien atas nama Fadilah pasca menjalani operasi persalinan di RSU Anna Medika Madura.

Klarifikasi itu berkenaan dengan kewajiban etika profesi. Yakni, kewajiban terhadap diri sendiri, pasien, masyarakat, dan teman sejawat. Tujuan pemanggilan itu meminta klarifikasi terkait penerapan standar operasional prosedur (SOP) penanganan pasien bernama Fadilah. ”Masalah SOP-nya masuk (materi klarifikasi) karena MKEK juga harus tahu,” ucapnya kemarin (12/10).

Aziz mengutarakan, pemanggilan terhadap dr Widjaya Indrachan tersebut dilakukan berdasar rekomendasi Ketua IDI Cabang Bangkalan dr Farhat Suryaningrat. Apalagi, IDI Cabang Bangkalan menerima laporan dari masyarakat perihal penanganan pasien bernama Fadilah. ”Untuk lebih jelasnya, bisa konfirmasi kepada ketua IDI Cabang Bangkalan,” sarannya.

Ketua IDI Cabang Bangkalan Farhat Suryaningrat membenarkan pihaknya merekomendasikan MKEK memanggil dokter yang bertugas di RS swasta tersebut. Pemanggilan dilakukan karena institusinya menerima laporan dari masyarakat. ”IDI juga lembaga yang menerima aduan masyarakat,” imbuhnya.

Menurut Farhat, penanganan masalah etik sepenuhnya merupakan kewenangan MKEK. Dia menegaskan, pemanggilan itu hanya bertujuan meminta klarifikasi dari dokter yang bersangkutan. ”Cuma minta klarifikasi, apakah ada pelanggaran atau tidak. Kalau tidak ada, ya enggak masalah,” tutur dokter spesialis kulit dan kelamin tersebut.

Di konfirmasi di tempat terpisah, dr Widjaya Indrachan menyatakan belum mengetahui jika dipanggil dan bakal dimintai klarifikasi oleh IDI Cabang Bangkalan. Hingga pukul 07.43, dia mengaku belum menerima surat panggilan dari organisasi yang menaungi profesinya itu. ”Tidak tahu, saya belum menerima surat (panggilan) itu,” tegasnya.

Namun jika benar-benar dipanggil, dr Widjaya Indrachan memastikan akan memenuhi undangan yang dilayangkan IDI Cabang Bangkalan. Hal itu merupakan bukti bahwa dirinya merupakan anggota yang baik dan patuh kepada organisasinya. ”Oh iya pasti datang (kalau dipanggil),” tandasnya.

Sekadar diketahui, Fadilah menjalani tindakan operasi saat melakukan persalinan di RSU Anna Medika Madura pada Rabu (6/7) sekitar pukul 19.00. Setelah persalinan, dia mengalami pendarahan. Karena kondisinya semakin memburuk, perempuan 35 tahun tersebut kemudian dirujuk ke RSUD Syamrabu.

Fadilah tiba di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Syamrabu pukul 22.40. Selanjutnya, sekitar 15 menit kemudian, istri Abdul Roni itu wafat. Berdasar hasil analisis dokter di RSUD Syamrabu yang menangani Fadilah, ada indikasi keterlambatan rujukan terhadap pasien yang melahirkan anak ketiga tersebut.

(mr/jup/yan/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news