alexametrics
Minggu, 24 Oct 2021
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

Perencanaan Proyek Pelabuhan Gili Iyang, Dishub Siapkan Rp 98,4 Juta

13 Oktober 2021, 17: 10: 02 WIB | editor : Abdul Basri

MANGKRAK: Pejabat Dishub Sumenep saat mengecek pembangunan Pelabuhan Gili Iyang beberapa waktu lalu.

MANGKRAK: Pejabat Dishub Sumenep saat mengecek pembangunan Pelabuhan Gili Iyang beberapa waktu lalu. (Dadang For RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep mengalokasikan anggaran untuk perencanaan revitalisasi pembangunan lanjutan Pelabuhan Gili Iyang. Nilainya sebesar Rp 98,4 juta.

Anggaran itu untuk kegiatan persiapan perencanaan supaya selesai dan tuntas tahun ini. Dengan begitu, pada 2022 fokus terhadap pengerjaan fisik.

Kabid Sarana dan Prasarana Dishub Sumenep Dadang Dedi Iskandar mengutarakan, untuk kegiatan fisik tidak bisa diharapkan tahun ini. Sebab itu, pihaknya menyediakan anggaran untuk perencanaannya terlebih dulu supaya tahun depan bisa dilelang lebih awal.

Baca juga: Airlangga: KUR untuk Optimalisasi Pusat Inkubasi Bisnis di Kampus

”Secara perencanaan kita sudah siap. Kami selesaikan tahun ini,” kata dia kemarin (12/10).

Menurut Dadang, pekerjaan pembangunan Pelabuhan Gili Iyang diperkirakan tersisa 30 persen. Dari postur anggaran Rp 15 miliar, paling tinggal Rp 3 miliar hingga Rp 4 miliar. ”Yang tahu BPK. Kami masih menunggu audit dari BPK. Itu yang membuat proyek lanjutan ini tidak bisa ditender,” ujarnya.

Dadang menjelaskan, proyek pembangunan Pelabuhan Gili Iyang bersumber dari bantuan keuangan (BK) provinsi. Untuk itu, pihaknya harus melobi lagi agar sisa anggaran tersebut turun ke Sumenep. Sebab, peluang tidak dianggarkan bisa saja terjadi.

”Karena anggarannya dari provinsi. Bisa jadi provinsi mengalihkan ke kabupaten lain, untuk itu kami harus melobi lagi,” terangnya.

Sisa anggaran itu harus turun ke Sumenep. Sebab, jika tahun depan pembangunan lanjutan Pelabuhan Gili Iyang tidak disediakan anggaran, otomatis pelabuhan itu tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. ”Ya bisa mangkrak lagi,” tuturnya.

Selain itu, dampak yang terjadi apabila Pelabuhan Gili Iyang tidak dilanjutkan, potensi kerusakan sangat besar. Apalagi, pembangunannya di air laut. ”Mau tidak mau Pelabuhan Gili Iyang harus dilanjutkan,” tandasnya. 

(mr/daf/rus/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news