alexametrics
Sabtu, 16 Oct 2021
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep
Temukan Besi Tak Diikat

Komisi III DPRD Sumenep saat Sidak Proyek RSUD Arjasa

24 September 2021, 20: 35: 48 WIB | editor : Abdul Basri

ABAIKAN KUALITAS: Rombongan Komisi III DPRD Sumenep saat sidak proyek lanjutan RSUD Arjasa Kangean.

ABAIKAN KUALITAS: Rombongan Komisi III DPRD Sumenep saat sidak proyek lanjutan RSUD Arjasa Kangean. (Komisi III DPRD SUMENEP ForRadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Untuk mengetahui progres proyek pembangunan RSUD Arjasa Kangean, Komisi III DPRD Sumenep melakukan inspeksi mendadak (sidak). Hasilnya, dewan menilai pengerjaan asal-asalan. Indikasinya, ditemukan banyak kejanggalan. Salah satunya, anggota dewan menemukan besi konstruksi tidak diikat.

Temuan tersebut diungkapkan Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi. Politikus Hanura itu mengatakan, dewan mendatangi lokasi proyek pembangunan RSUD Arjasa karena menerima banyak laporan dari masyarakat. ”Laporan dari masyarakat, besinya tidak sesuai spesifikasi. Karena itu, kami tinjau langsung ke lokasi,” katanya.

Menurut Ramzi, saat tiba di lokasi proyek, anggota dewan langsung memeriksa besi dan memastikan spesifikasinya. ”Pengerjaannya terkesan asal-asalan. Rekanan pelaksana proyek terkesan mengejar target agar bisa selesai tepat waktu. Hal tersebut tentu tidak dibenarkan dalam pekerjaan proyek fisik,” tuturnya.

Baca juga: Bupati Baddrut Tamam: MPP Tangguh dari Praktik Kotor

Ramzi menyampaikan, temuan yang sangat mencolok berkaitan dengan konstruksi besi. Sebagian besi juga tidak diikat pada saat pekerjaan fondasi. Tetapi, langsung dipasang. ”Itu kan tidak boleh. Kalau besi fondasinya tidak diikat, bisa berakibat fatal,” terangnya.

Temuan yang lain, yakni dalam penggunaan pasir. Material pasir hitam yang dipakai itu bukan pasir pasirian. ”Tetap pasir hitam, tapi bukan pasir yang memiliki kadar tinggi (Lumajang),” tutur Ramzi.

Dijelaskan, Senin mendatang (27/9) dewan berencana memanggil Dinas PRKP dan Cipta Karya Sumenep. Termasuk, rekanan pelaksana proyek dan konsultan pengawas. Tujuan pemanggilan tersebut dalam rangka klarifikasi atas temuan di lapangan. ”Sepintas, pelaksanaan proyek ini terkesan kejar deadline,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PRKP dan Cipta Karya Sumenep Mohammad Jakfar membenarkan jika institusinya mendapat undangan hearing dari Komisi III DPRD Sumenep. Undangan tersebut dalam rangka membicarakan hasil sidak. ”Secara spesifik saya tidak tahu apa yang menjadi temuan dari teman-teman dewan,” kata Jakfar.

Berdasar informasi yang diterima Jakfar, salah satu tema yang akan dibahas adalah berkenaan dengan papan nama proyek. Papan nama proyek diminta untuk dipasang di luar. Dia yakin rekan pelaksana proyek bekerja di luar perencanaan dan tidak sesuai spesifikasi. Jika melanggar, dia tidak akan segan-segan memberi sanksi.

”Kalau ada kesalahan dalam pekerjaan di lokasi, kemungkinan itu bisa saja terjadi. Tapi saya yakin, tingkat kesalahannya tidak parah. Saya sudah mengerahkan konsultan pengawas agar proyeknya berkualitas,” tandasnya.

Sekadar diketahui, tahun ini proyek pembangunan RSUD Arjasa Kangean kembali dapat kucuran dana. Bahkan, nominalnya cukup fantastis. Untuk pembangunan gedung administrasi, ruang genset, dan selasar dialokasikan anggaran Rp 4 miliar. Sementara pembangunan gedung Irna I senilai Rp 4,8 miliar. 

(mr/daf/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news