alexametrics
Rabu, 20 Oct 2021
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

Belum Beroperasi, Pelabuhan Dungkek Rusak

20 September 2021, 19: 05: 57 WIB | editor : Abdul Basri

RAGUKAN KUALITAS: Konstruksi akses jalan Pelabuhan Dungkek jebol.

RAGUKAN KUALITAS: Konstruksi akses jalan Pelabuhan Dungkek jebol. (DAFIR FALAH/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Tahun 2020, revitalisasi pembangunan Pelabuhan Dungkek Sumenep dianggarkan sebesar Rp 41,6 miliar. Anggaran puluhan miliar tersebut bersumber dari Bantuan Keuangan (BK) Provinsi Jatim.

Untuk mengetahui hasil pengerjaan proyek pembangunan pelabuhan yang menelan anggaran puluhan miliar tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Pelabuhan Dungkek pada Maret lalu. Banyak pihak yang mengapresiasi hasil pengerjaan proyek.

Namun sejak Agustus, sejumlah bangunan yang ada di pelabuhan yang belum beroperasi itu mulai rusak. Salah satunya akses jalan. Padahal, baru dibangun dan selesai pada Desember 2020 lalu.

Baca juga: H Muhammad Nur Yasin, Juru Kunci Asta Jokotole

Warga di sekitar pelabuhan mempertanyakan kualitas pembangunan. Jika benar-benar berkualitas, tidak mungkin langsung rusak. Apalagi, usia bangunan tidak sampai satu tahun.

”Kok bisa pelabuhan baru dibangun, terus jebol. Ini kan jadi tanda tanya besar,” kata warga setempat, Moh. Ikram.

Menurut Ikram, meskipun diterjang ombak besar, kalau pengerjaannya berkualitas, tidak mungkin langsung jebol. Terlebih, proyek tersebut baru dibangun. ”Kalau bangunan sudah lama masih wajar. Ini baru dan belum beroperasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dishub Sumenep Dadang Dedi Iskandar menyatakan, kerusakan bangunan saat ini dalam proses perbaikan. Bahan-bahan material sudah ada di lokasi. Sebab, masih dalam masa pemeliharaan dan menjadi tanggung jawab rekanan pelaksana proyek.

”Karena masih dalam pemeliharaan, rekanan bertanggung jawab memperbaikinya,” katanya.

Dadang mengatakan, penyebab jebol akses jalan karena diterjang ombak. Kebetulan, ombak di perairan Sumenep pada Agustus lalu cukup ekstrem, termasuk perairan Dungkek. ”Kami minta rekanan menggali konstruksi lebih dalam agar tidak jebol lagi,” ujarnya.

Dikonfirmasi di tempat terpisah, Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi berpendapat, dishub harus mendesak rekanan segera melakukan perbaikan. Termasuk, mengecek sejumlah fasilitas lain, khawatir rusak.

”Bangunan yang ada di pelabuhan itu masih baru. Bahkan, belum beroperasi,” sesalnya.

(mr/daf/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news