alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarmadura
Home > Berita Kota
icon featured
Berita Kota

Menko Airlangga Beri Perhatian pada Industri Musik Tanah Air

15 September 2021, 11: 16: 58 WIB | editor : Haryanto

SIMAK ASPIRASI: Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyimak aspirasi dalam sebuah acara.

SIMAK ASPIRASI: Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyimak aspirasi dalam sebuah acara. (Kemenko Bidang Perekonomian for RadarMadura.id)

Share this      

 

JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyambut baik upaya insan musik Indonesia menjaga eksistensinya di masa pandemi Covid-19. Hal tersebut dikatakan Airlangga saat beraudiensi dengan insan musik Indonesia melalui Zoom Meeting yang diikuti oleh sejumlah pimpinan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK), Selasa (14/9).

Baca juga: Kejari Soroti Pengadaan TIK, Disdik Tegaskan Hanya 25 Unit

Airlangga mengapresiasi peran LMK yang diberi kuasa oleh para pemilik hak cipta dan hak terkait (penyanyi, pencipta lagu, dan pemusik serta produsen rekaman musik/lagu) . ”Pandemi Covid-19 tentunya berdampak besar terhadap pendapatan para pemberi kuasa. Karena itu, ada upaya penanggulangan Covid1-19. Hal itu selaras dengan pemulihan ekonomi nasional,” katanya.

Airlangga berharap adanya pembenahan dalam tata kelola industri musik berbasis digital. Dalam hal ini, dia juga minta dukungan para insan musik dalam rangka pemulihan ekonomi di masa pandemi.

Sementara itu, Forum 7 LMK melalui  Dharma Oratmangun selaku Ketua Umum LMK Karya Cipta Indonesia (KCI) yang didaulat menjadi juru bicara mengapresiasi respons positif Menko Airlangga atas perhatiannya terhadap industri musik tanah air.

Dharma berharap pemerintah memberi keringanan terkait dengan beban pajak yang ditanggung industri musik yang spesifiknya juga pada besaran royalti pemberi kuasa.

Dwiki Dharmawan dan Roy Simangunsong yang juga hadir dalam audiensi berharap pemerintah memberi keringanan pajak industri musik pertunjukan berkaitan dengan royalti.

Mereka juga menyinggung soal perhitungan tarif royalti khusus untuk retail, seperti yang baru-baru ini disampaikan ke Presiden Joko Widodo agar dapat dirundingkan sesuai ketentuan regulasi. ”Apalagi berkaitan dengan PP 56 Tahun 2021 tentang kewajiban royalti lagu/musik yang sedikit menuai pro kontra. Hal itu kami pandang perlu (dirundingkan),” kata Dharma.

Ikke Nurjanah dan Waskito dari komunitas dangdut menyampaikan perlunya perhatian pemerintah dalam melihat kondisi para pelaku seni musik Indonesia yang betul-betul terdampak akibat pandemi. Hal tersebut juga harus disambut positif oleh Kemenko Bidang Perekonomian.

Dharma menegaskan, pihaknya optimistis para pimpinan LMK ke depan aka  lebih sigap melakukan terobosan-terobosan baru dan inovatif, serta memberikan pelayanan kepada para pemberi kuasa*. Terlebih di era digitalisasi dalam rangka penyehatan ekosistem musik Indonesia.

”Dalam waktu sehari dua hari ini, para pimpinan LMK akan merumuskan hal-hal yang diminta oleh Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk segera disampaikan kepada beliau,” tandasnya.

Dharma juga mengungkapkan jika 7 pimpinan LMK telah menyurati Presiden Joko Widodo untuk melakukan audiensi, terkait PP 56 Tahun 2021. Termasuk  hal-hal lain yang berkaitan dengan penyehatan tata niaga industri musik Indonesia.

Selain beberapa pimpinan LMK, diskusi tersebut juga dihadiri tokoh penting. Di antaranya organisasi Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI), Persatuan Artis Musisi Melayu Indonesia(PAMMI).

Hadir pula Dharma Oratmangun (LMK KCI), Dwiki Dharmawan (LMK PAPPRI), Ikke Nurjanah (LMK ARDI), Chico Hindarto (LMK WAMI), Dhani Rokhimat (LMK RAI), Rico Mangungsong (LMK PRISSINDO), LMK SMI Rudy Hidayat, Johnnie W Maukar (Sekjen PAPPRI), dan Waskito (Sekjen PAMMI, Penasehat RAI & ARDI). (*/par)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news