alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

Kejari Soroti Pengadaan TIK, Disdik Tegaskan Hanya 25 Unit

14 September 2021, 18: 11: 18 WIB | editor : Abdul Basri

Kajari Sumenep Adi Tyogunawan.

Kajari Sumenep Adi Tyogunawan. (RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Tahun ini delapan SDN di lingkungan Disdik Sumenep mendapat bantuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Berdasar Permendikbud Nomor 5 Tahun 2021, lembaga itu semestinya menerima 29 unit TIK. Ironisnya, informasinya, bantuan TIK yang diperoleh sekolah hanya 25 unit.

Kajari Sumenep Adi Tyogunawan menyatakan, jika dalam pengadaan TIK tidak sesuai prosedur, tentu bisa berkonsekuensi hukum. ”Kalau aturannya harus dibelanjakan 29 unit. Ternyata hanya diberikan 25 unit. Lalu, ke mana 4 unitnya? Itu perlu ditelusuri,” katanya.

Menurut Adi, setiap pengadaan yang bersumber dari anggaran negara wajib dibelanjakan sesuai ketentuan. Ketika dalam pelaksanaannya terbukti ada penyimpangan, akan berdampak hukum. ”Kami akan cari tahu. Teman-teman media juga harus bisa mengungkap itu. Kenapa empat unit TIK itu tidak diberikan,” ujarnya.

Baca juga: Ditimpa Pohon, Penumpang Calya Dievakuasi ke Syamrabu

Adi menyatakan, institusinya bakal mencari bukti-bukti penunjang dan tidak akan langsung melakukan upaya hukum. Sebab, kejaksaan hadir agar praktik tindak pidana korupsi (tipikor) tidak terjadi. Salah satu caranya, melakukan upaya pencegahan-pencegahan. ”Itu terus kami lakukan,” sebutnya.

Dia menjelaskan, keberadaan kejaksaan tidak lain untuk menyelamatkan uang negara. Upaya penyelamatan uang negara bermacam-macam. Salah satunya, membawa perkara ke sidang. ”Karena kami ingin uang negara tidak disalahgunakan,” tuturnya.

Berkenaan dengan pengadaan TIK di lingkungan Disdik Sumenep, Adi berjanji akan mencari bukti yang kuat. Sebab, tanpa bukti cukup, khawatir mudah dimentahkan dan lemah dalam pembuktian. ”Harus kumpulkan bukti dulu,” sebutnya.

Sementara itu, Plt Kepala Disdik Sumenep Moh. Iksan menyatakan, dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) untuk pengadaan TIK itu berupa pengadaan laptop. Tiap sekolah mendapat 25 unit plus 1 LCD proyektor. ”Total anggarannya sekitar Rp 1,7 miliar. Setiap sekolah dapat Rp 220 juta,” tandasnya.

(mr/daf/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news