alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarmadura
Home > Sampang
icon featured
Sampang

Disdik Datangi SMPN 1 Camplong

14 September 2021, 18: 04: 17 WIB | editor : Abdul Basri

Nur Alam (Plt Kepala Disdik Sampang)

Nur Alam (Plt Kepala Disdik Sampang) (RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Kasus Dugaan penganiayaan terhadap pelajar berinisial D yang dilakukan oknum guru SMPN 1 Camplong berinisial A berbuntut panjang. Buktinya, Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang mendatangi SMPN 1 Camplong kemarin (13/9). Salah satu tujuan disdik adalah mengetahui duduk perkara yang sebenarnya.

Plt Kepala Disdik Sampang Nur Alam mengatakan, kasus dugaan penganiayaan terhadap murid SMP tersebut sudah didengar institusinya. Karena itu, institusinya segera mengambil langkah dan mendatangi SMPN 1 Camplong. Tujuannya, meminta keterangan kepala sekolah dan oknum guru yang diduga melakukan penganiayaan. ”Kepala sekolah, BP, dan oknum guru sudah saya mintai keterangan,” katanya.

Menurut Nur Alam, permasalahan tersebut harus segera diselesaikan agar tidak berlarut-larut. Dia menyarankan kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Saat ini institusinya belum bisa mengambil tindakan. Sebab, A belum terbukti melakukan penganiayaan. ”Tapi yang jelas, perlu saya tegaskan, dalam mendidik, guru tidak boleh memukul murid,” jelasnya.

Baca juga: Bidan Diduga Dapat Fee Jika Merujuk Pasien ke RS Swasta atau Klinik

Sementara itu, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Madura (JPRM), A membantah melakukan penganiayaan terhadap anak didiknya. Tapi, A mengakui memukul sebagian murid di kelas karena tidak mematuhi instruksinya saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung. ”Saya memukul pakai ranting kecil bukan dengan balok. Itu pun pelan, hanya untuk menegur agar mengikuti pelajaran dengan benar,” katanya.

Menurut A, apa yang dilakukannya tersebut semata-mata untuk mendidik murid yang tidak taat. Tapi karena sudah dilaporkan ke aparat penegak hukum (APH), A saat ini menyatakan pasrah. Sebab, segala upaya untuk menyelesaikan persoalan tersebut sudah dilakukan. Bahkan, sudah mendatangi orang tua D untuk minta maaf dan menyelesaikan persoalan tersebut pada Sabtu malam (11/9). ”Pihak sekolah sudah memiliki niat baik. Saat ini (D) masuk seperti biasa,” pungkas guru PPKN itu.

(mr/iqb/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news