alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Oknum Kepala SD Dipolisikan Karena Diduga Lakukan Penganiayaan

13 September 2021, 18: 58: 18 WIB | editor : Abdul Basri

Oknum Kepala SD Dipolisikan Karena Diduga Lakukan Penganiayaan

Share this      

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Oknum kepala SDN Taro’an, Kecamatan Tlanakan, berinisial NF dilaporkan ke Polres Pamekasan. Sebab, diduga melakukan perbuatan tidak menyenangkan dan penganiayaan kepada ID, warga Kelurahan Parteker.

”Beberapa waktu lalu sudah kita laporkan. Dia (NF) dan anaknya dilaporkan ke polisi,” ujar Indri, keluarga ID saat mendatangi kantor JPRM kemarin (12/9).

Menurut Indri, korban melaporkan kasus tersebut karena ingin mendapatkan keadilan dan terlapor diproses secara hukum. Sebab, korban mengalami luka lebam dan indra pendengarannya terganggu.

Baca juga: Terkait Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar SMP

”Perbuatan NF sangat tidak pantas dilakukan. Apalagi, yang bersangkutan berstatus sebagai guru sekaligus kepala sekolah. Seharusnya memberi contoh yang baik,” imbuh Indri.

Selain dilaporkan kepada aparat kepolisian, lanjut Indri, kasus tersebut juga dilaporkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan. Dia berharap disdikbud menindak tegas NF sesuai PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

”Harapan korban, disdikbud sebagai atasan langsung menindak NF. Aparat hukum juga memproses NF secara hukum agar korban mendapatkan keadilan,” tuturnya.

Dijelaskan, kasus tersebut bermula saat ID akan menutup akses jalan menuju rumah orang tuanya di Kelurahan Partaker, Kecamatan Kota Pamekasan. Namun, rencana itu ditolak oleh terlapor dan anak-anaknya.

”Tukang bangunan yang dipekerjakan korban diancam kalau tidak menggubris permintaan terlapor,” ulasnya.

Karena pembangunan terus dikerjakan, terlapor melempari korban pakai cobek dan mengenai tangannya. Akibatnya, tangan ID bengkak. ”Mengetahui itu, tukang bangunan berhenti bekerja. Korban lalu melanjutkan pembangunan, mengaduk semen dan pasir,” terangnya.

Karena masih dikerjakan, ID kembali mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan (dari anak terlapor). ID disiram campuran pasir dan semen (lolo, Madura). ”Kena muka sama telinga. Telinga saya mengalami gangguan,” ungkapnya.

Sementara itu, NF tidak berkomentar banyak. Tapi dia menyatakan, masalah tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan. ”Tidak sampai gimana-gimana, cuma tengkar mulut. Saya masih ada di luar,” pungkas NF saat dihubungi via telepon seluler.

(mr/sin/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news