alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Kepedulian Berbahasa Madura Rendah

13 September 2021, 18: 56: 18 WIB | editor : Abdul Basri

SEMANGAT: Ghâlimpo’ Ḍu’remmek berdiskusi soal bahasa dan budaya Madura di perpusdes.

SEMANGAT: Ghâlimpo’ Ḍu’remmek berdiskusi soal bahasa dan budaya Madura di perpusdes. (Fatimah For RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Kepedulian masyarakat terhadap bahasa Madura dinilai masih rendah. Indikasinya, lebih memilih berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia ketimbang bahasa Madura. Hal itu tidak hanya terjadi di lingkungan perumahan, tapi juga terjadi di dunia pendidikan.

Ketua Ghâlimpo’ Ḍu’remmek (Abhundhu’ Rembhâgghâ Mekkasan) Siti Fatimah mengatakan, kesadaran masyarakat untuk berbahasa Madura di Pamekasan masih jauh di bawah rata-rata. Bahkan, mereka terkesan malu dan tidak peduli menggunakan bahasa daerahnya sendiri.

”Contoh, saya kan guru SD, pelajar lebih memilih berbahasa Indonesia ketimbang bahasa Madura. Guru-guru juga banyak yang seperti itu (tidak memberi contoh berkomunikasi menggunakan berbahasa Madura),” kata Fatimah.

Baca juga: Tunggakan Biakes Maskin 2020 Capai Rp 5,2 M

Menurut dia, kecintaan terhadap bahasa Madura seharusnya dipupuk sejak dini. Mulai dari lingkungan keluarga dan sekolah. ”Di sekolah, guru harus memberi penyadaran akan pentingnya pelestarian bahasa Madura. Misalnya, tulisan peringatan di dinding sekolah harus berbahasa Madura,” imbuhnya.

Sebagai guru, lanjut Fatimah, dia terus menggugah kecintaan pelajar terhadap bahasa Madura. Salah satu cara yang dilakukan, saat berkomunikasi wajib menggunakan bahasa Madura. ”Ini bagian dari usaha saya agar budaya dan bahasa Madura tetap lestari”, tegasnya.

Melihat kesadaran masyarakat terhadap bahasa Madura mulai memudar, Ghâlimpo’ Ḍu’remmek yang intens dalam pelestarian bahasa Madura mendatangi Dinas Perpusip Pamekasan. Tujuannya, agar dinas perpusip berperan dan mendukung pelestarian bahasa dan budaya Madura.

”Ghâlimpo’ Ḍu’remmek siap dilibatkan pemerintah untuk membantu mengubah atau mengarahkan agar bahasa yang digunakan anak-anak itu lebih baik dan sopan ketika berkomunikasi dengan orang tua,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpusip Pamekasan Prama Jaya mengapresiasi upaya Ghâlimpo’ Ḍu’remmek dalam pelestarian bahasa dan budaya Madura. ”Apalagi, generasi muda saat ini terlihat asing dengan bahasa daerahnya sendiri,” akunya.

Menurut Prama Jaya, institusinya berkomitmen membantu dan memperkaya kemampuan generasi muda dalam menggunakan bahasa Madura dengan baik dan benar. Apalagi, perpusip memiliki beberapa bahan pustaka.

”Kami akan mempermudah Ghâlimpo’ Ḍu’remmek untuk meminjam buku yang ada di perpustakaan ini. Kami juga memiliki kewajiban memfasilitasi pengembangan Ghâlimpo’ Ḍu’remmek, baik dari sisi konten maupun kemampuan personal,” ucapnya.

Prama Jaya berharap tidak hanya Ghâlimpo’ Ḍu’remmek yang peduli dalam pelestarian bahasa dan budaya Madura di Pamekasan. ”Kami harap buncul komunitas serupa untuk membantu pemerintah menyelamatkan bahasa dan budaya Madura yang semakin lama semakin terkikis,” pungkasnya.

(mr/sin/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news