alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Terkait Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar SMP

Polisi Panggil Pelapor Hari Ini

13 September 2021, 18: 53: 47 WIB | editor : Abdul Basri

JADI SOROTAN: Warga berada di sekitar halaman SMPN 1 Camplong, Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Sampang, kemarin.

JADI SOROTAN: Warga berada di sekitar halaman SMPN 1 Camplong, Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Sampang, kemarin. (MOH. IQBAL/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Kasus dugaan penganiayaan yang membelit oknum guru juga terjadi di Sampang. Buktinya, salah satu guru SMPN 1 Camplong berinisial A dilaporkan wali murid ke Polres Sampang pada Jumat lalu (10/9). Sebab, guru berusia 40 tahun itu diduga menganiaya anak didiknya.

Informasi yang dihimpun koran ini, peristiwa tersebut terjadi Kamis lalu (9/9). Saat itu murid kelas VII berinisial D sedang mengikuti pelajaran di kelas. Saat pelajaran berlangsung, D diduga berbuat gaduh. Mengetahui hal itu, A lalu memukul kepala D menggunakan balok. Sejumlah teman D juga mendapatkan perlakuan yang sama.

FL (orang tua D) terpaksa melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian. Sebab, tidak terima anaknya dipukul sang gurunya hingga memar. ”Apalagi yang dipukul itu anak perempuan,” katanya.

Baca juga: Riska Amaliyah, Delegasi Sumenep di Raka-Raki Jatim 2021

Menurut FL, peristiwa tersebut terungkap saat melihat anaknya pulang sekolah sambil menangis. Saat ditanya, D mengaku kepalanya dipukul A menggunakan kayu balok. Pengakuannya, tidak bukan hanya dipukul, tapi D dan sejumlah temannya juga dijemur di lapangan sekolah.

”Anak saya mengaku tidak tahu kesalahannya apa, tiba-tiba dipukul saat jam pelajaran berlangsung,” terang perempuan berusia 36 tahun itu.

FL menilai apa yang sudah dilakukan A terhadap anak didik tidak etis. Karena itu, dia memilih menyelesaikan perkara tersebut melalui jalur hukum agar memberikan efek jera. Dengan demikian, kejadian serupa tidak dialami murid lainnya. ”Saya ingin oknum guru tersebut bisa mengubah sikapnya. Tidak boleh mendidik dengan kekerasan,” tutupnya.

Upaya koran ini mendapatkan konfirmasi dari pihak sekolah tidak membuahkan hasil. Sebab, nomor telepon kepala SMPN 1 Camplong tidak bisa dihubungi. Jawa Pos Radar Madura (JPRM) juga tidak berhasil mengorek keterangan dari salah satu guru. Sebab, yang bersangkutan enggan berkomentar dan menyarankan bertemu langsung di sekolah.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Sampang AKP Daryanto mengaku sudah menerima laporan terkait kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum guru berinisial A tersebut. Karena itu, institusinya akan menyelidiki lebih lanjut.

”Kami akan memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan. Mulai dari pelapor maupun terlapor. Rencananya, besok (hari ini, Red) kami akan memanggil para saksi untuk dimintai keterangan,” janjinya.

(mr/iqb/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news