alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Tunggakan Biakes Maskin 2020 Capai Rp 5,2 M

13 September 2021, 18: 51: 40 WIB | editor : Abdul Basri

SEPI: Petugas administrasi RSUD Syamrabu berbincang saat tidak ada pengunjung.

SEPI: Petugas administrasi RSUD Syamrabu berbincang saat tidak ada pengunjung. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan memiliki piutang Rp 5,2 miliar kepada RSUD Syamrabu. Tanggungan milaran rupiah itu merupakan klaim dari biaya kesehatan masyarakat miskin (biakes maskin) tahun anggaran 2020.

Klaim biakes maskin yang belum dilunasi terhitung sejak Juni–Desember. Piutang miliaran itu untuk membiayai 2.824 pasien yang berobat di RSUD Syamrabu. Perinciannya, 713 pasien instalasi rawat inap (Irna), 2.111 pasien instalasi rawat jalan (Irja) dan biaya ambulans (selengkapnya lihat grafis).

Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo tidak memungkiri adanya tunggakan senilai Rp 5,3 miliar di RSUD Syamrabu pada tahun anggaran 2020. Alasannya, anggaran yang di-plotting untuk biakes maskin pada tahun lalu terkena refocusing. ”Anggaran tersebut ditarik dari dinkes. Yang punya tunggakan pemerintah daerah, bukan dinkes,” ucapnya.

Baca juga: Pemdes Sergang Putuskan Kelola Makam Kuno

Menurut dia, institusinya sudah berupaya melunasi piutang tersebut melalui perubahan anggaran keuangan (PAK). Tetapi, dipastikan piutang itu tidak akan terbayar. Alasannya, anggaran yang dimiliki Pemkab Bangkalan sangat minim. Apalagi, transfer anggaran dari pemerintah pusat ke daerah dikurangi.

”Kami berencana melunasi piutang tersebut pada 2022 mendatang. Kami upayakan dianggarkan tahun depan,” ucap pria yang biasa disapa Yoyok tersebut.

Dijelaskan, pembiayaan biakes maskin tahun ini lancar. Dari Rp 3,9 miliar, dana yang terserap Rp 2,6 miliar. ”Hingga akhir 2021 nanti, dipastikan tidak akan ada penambahan dana biakes maskin. Sebab, anggaran minim,” imbuhnya.

Direktur RSUD Syamrabu Nunuk Kristiani membenarkan adanya tunggakan Rp 5,3 miliar untuk klaim biakes maskin pada 2020. Dia berharap tunggakan itu dilunasi pada PAK nanti. Sebab, anggaran itu sangat dibutuhkan untuk operasional institusinya. ”Mudah-mudahan dibayar di PAK,” harapnya.

Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya itu menuturkan, klaim biakes maskin menjadi salah satu sumber pendapatan untuk membiayai operasional rumah sakit. Utamanya, penyediaan barang habis pakai. ”Juga untuk membayar tenaga kontrak, biaya listrik, dan penyediaan air yang cukup tinggi,” kata Nunuk.

Dikonfirmasi di tempat terpisah, Wakil Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Achmad Hariyanto meminta masalah tersebut segera diselesaikan. ”Kami minta masalah tersebut tidak memengaruhi kualitas pelayanan di RSUD yang sekarang sudah bagus. Sehingga, masyarakat tidak menjadi korban,” pinta politikus PKB itu.

(mr/jup/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news