alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

Riska Amaliyah, Delegasi Sumenep di Raka-Raki Jatim 2021

Kenakan Baju Batik Buatan WB Rutan Kelas II-B

13 September 2021, 18: 50: 07 WIB | editor : Abdul Basri

MEMBANGGAKAN: Riska Amaliyah, Cebbing Sumenep saat mengikuti sebuah kontes.

MEMBANGGAKAN: Riska Amaliyah, Cebbing Sumenep saat mengikuti sebuah kontes. (RISKA FOR RadarMadura.id)

Share this      

Setelah terpilih menjadi utusan Sumenep di ajang Raka-Raki Jatim 2021, Riska Amaliyah harus giat mengasah kemampuan diri. Harapannya, perempuan kelahiran 1998 itu sukses menyabet predikat juara.

DAFIR FALAH, Sumenep, Jawa Pos Radar Madura

TAHUN ini, Pemkab Sumenep mengirimkan utusannya untuk berpartisipasi dalam ajang pemilihan duta wisata Raka-Raki Jawa Timur (Jatim) 2021. Salah satunya, Riska Amaliyah, yang merpakan juara runner-up Kacong-Cebbing 2019.

Baca juga: Kades Tobai Barat Edy Sukamto Bangun Lapangan Futsal

Saat ditemui Jawa Pos Radar Madura (JPRM), perempuan asal Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep itu tidak sabar menantikan event bergengsi tersebut. Dia ingin menunjukkan bahwa kabupaten ujung timur di Pulau Madura juga bisa berkiprah. Termasuk, berpeluang menoreh prestasi membanggakan.

Menurut Riska, terpilih sebagai raki delegasi dari Kota Keris dianggap sebuah pencapaian yang membanggakan. Sebab, tidak banyak orang yang memiliki kesempatan seperti yang dicapainya saat ini. Di sisi lain, juga mengandung beban moral.

”Karena itu, saya mau berjuang keras mengharumkan nama Sumenep di level Jatim. Segala keunikan, kebudayaan, dan kekayaan Sumenep akan sampaikan saat penilaian pemilihan Raka-Raki Jatim 2021 nanti,” ucapnya.

Saat ditemui JPRM di salah satu kafe yang ada di kota Sumenep, Riska menceritakan perjuangannya selama ini. Termasuk, sampai akhirnya terpilih sebagai perwakilan dari Sumenep dalam pemilihan Duta Wisata Raka-Raki Jatim 2021.

”Materi yang dipersiapkan salah satunya tentang pariwisata dan kebudayaan di Jatim. Termasuk, topik penting lainnya yang tengah hangat diperbincangkan,” katanya.

Peraih medali perunggu Olimpiade Matematika India 2011 itu bersyukur sekaligus bangga menjadi perwakilan dari Sumenep dalam ajang bergengsi tersebut. Apalagi, selama masa karantina berlangsung, Riska mengenakan baju batik dari Sentra Batik Catra, buah karya warga binaan (WB) Rutan Kelas II-B Sumenep.

”Nanti saya akan mempromosikan batik hasta karya warga WB Rutan Kelas II-B Sumenep,” ujarnya.

Riska menceritakan, pada 2019 lalu menjadi runner-up dalam pemilihan Kacong-Cebbing Sumenep. Namun, berhubung pandemi Covid-19, selama dua tahun (2020-2021) tidak ada pemilihan. Karena itu, yang diutus mengikuti Raka-Raki Jatim adalah juara pertama dan runner-up. ”Kebetulan juara I ikut Raka-Raki Jatim 2020, sedangkan saya ikut pada 2021,” terangnya.

Meski runner-up, Riska berjanji akan menampilkan yang terbaik dalam ajang Raka-Raki Jatim 2021. Kesempatan emas tersebut tidak akan disia-siakan. ”Saya juga masih menunggu pengumuman resmi dari panitia. Yang jelas, pemilihan Raka-Raki Jatim 2021 akan digelar dalam waktu dekat ini,” sebutnya.

Ketua Paguyuban Kacong-Cebbing Sumenep periode 2021-2022 itu menyampaikan, segala persiapan terus dimatangkan. Bekal pengetahuan tentang pariwisata di Jatim terus diasah. Termasuk, materi yang akan dipresentasikan, yakni Sentra Batik Catra. ”Saya mengangkat batik karena semangat WB untuk berkarya luar biasa. Itu nilai plus buat saya,” tuturnya.

Riska menuturkan, targetnya mengikuti Raka-Raki Jatim 2021 tidak melulu berkaitan dengna juara. Tetapi, juga ingin menunjukkan kualitas hidup cebbing Sumenep. Jika benar-benar terpilih sebagai raki, Riska berkomitmen tidak hanya tampil memperagakan busana khas daerah atau duta pariwisata. Tetapi, mengabdikan diri kepada masyarakat. ”Tidak mau kalau sekadar dapat kalungan bunga, mendampingi tamu penting. Saya ingin menonjolkan sesuatu yang beda,” ungkapnya.

Ditambahkan, saat ini Riska bergabung dengan komunitas Arah Jejak. Komunitas tersebut konsen di bidang pendidikan, social, dan budaya. Sepekan sekali memberikan edukasi dan mengajar anak-anak SD. ”Kami juga membagi-bagikan baju bekas layak pakai kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami ingin keberadaan komunitas Arah Jejak berguna bagi orang lain,” pungkasnya.

(mr/yan/daf/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news