alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

Pemdes Sergang Putuskan Kelola Makam Kuno

13 September 2021, 18: 48: 25 WIB | editor : Abdul Basri

KHUSYUK: Peziarah berdoa di salah satu pusara makam kuno yang ada di Desa Sergang, Kecamatan Batuputih, Sumenep, beberapa waktu lalu.

KHUSYUK: Peziarah berdoa di salah satu pusara makam kuno yang ada di Desa Sergang, Kecamatan Batuputih, Sumenep, beberapa waktu lalu. (JUNAIDI PONDIYANTO/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Penemuan makam kuno di Desa Sergang, Kecamatan Batuputih, baru-baru ini menarik perhatian warga. Makam tua yang sempat diklaim makam tokoh itu terus dibanjiri peziarah. Pemerintah desa (pemdes) setempat juga terus menyiapkan fasilitas umum di lokasi.

Kepala Desa Sergang Muh. Duki menyampaikan, sejak kabar penemuan makam itu mencuat, peziarah terus berdatangan. Setiap hari, peziarah mencapai ratusan orang. ”Karena itu, pihak desa menyegerakan pembangunan fasilitas umum di sekitar makam,” katanya.

Berbagai pandangan terkait keberadaan makam itu sudah didengar Duki. Misalnya, anggapan makam tersebut masuk kompleks makam kerajaan hingga milik makam tokoh setempat. ”Namun, apa pun itu, realitasnya, kini ramai dikunjungi peziarah,” ucapnya.

Baca juga: Wujudkan Best Customer Experience, PT Telkom Regional 5 Resmikan PTD

Sejarawan sekaligus Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Tadjul Arifin Sumenep pernah bertandang meninjau makam. Dia juga menerangkan tentang prosedur pengajuan agar makam kuno diteliti. Caranya, diusulkan kepada pemerintah daerah sebagai objek diduga cagar budaya (ODCB).

Kendati demikian, Duki mengaku belum mengusulkan makam kuno menjadi ODCB. Sebab, perlu mempertimbangkan pandangan tokoh masyarakat sekaligus pemilik lahan. ”Nanti dikaji, masih mau berunding dengan para tokoh masyarakat. Sementara cukup dikelola pemerintah desa,” jelasnya.

Menurut dia, semakin hari intensitas peziarah yang datang kian meningkat. Bahkan, dalam sehari ditaksir lebih dari 1.000 pengunjung. Peziarah bukan hanya warga setempat, tapi dari desa lain. ”Biasanya kalau hari Jumat, jumlah pengunjung bisa lebih 1.000 orang. Kami sudah bangun musala dan toilet,”jelasnya.

(mr/jun/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news