alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

Moh. Hosni, Miliarder Muda Asal Pulau Kangean

Dulu Jualan LPG Keliling, Kini Jadi Bos SPBU

11 September 2021, 20: 35: 46 WIB | editor : Abdul Basri

INSPIRATIF: Direktur PT Baliqist Jaya Selamanya Moh. Hosni (kiri) berdialog dengan Pj JPRM Digital Prengki Wirananda dalam program Madura Talks Radar Madura TV beberapa waktu lalu.

INSPIRATIF: Direktur PT Baliqist Jaya Selamanya Moh. Hosni (kiri) berdialog dengan Pj JPRM Digital Prengki Wirananda dalam program Madura Talks Radar Madura TV beberapa waktu lalu. (SARI PURWATI/RadarMadura.id)

Share this      

”Kesuksesan bukan milik anak orang kaya. Melainkan, milik mereka yang punya semangat juang tinggi dan selalu dekat dengan Ilahi.”

DUA kalimat penyemangat itu diungkapkan Moh. Hosni dalam program Madura Talks Radar Madura TV beberapa waktu lalu. Nama Moh. Hosni tidak asing di telinga masyarakat Sumenep. Sosok muda itu merupakan salah seorang miliarder yang memiliki jiwa sosial. Dia selalu meluangkan waktu untuk berbagi kepada sesama.

Kebiasaan baik itu didorong dari masa lalu Hosni yang lahir dari keluarga kurang mampu. Dia lahir di Desa Gelaman, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean. Desa tersebut cukup terpencil dengan keterbatasan infrastruktur.

Baca juga: Biaya Pembuatan Satu Kandang Rp 16 Juta

Sejak kecil, Hosni memiliki semangat belajar luar biasa. Dia memilih mondok di Ponpes Al-Hidayah untuk menimba ilmu. Setelah lulus madrasah tsanawiyah (MTs), dia melanjutkan mondok di Ponpes Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo.

Namun, belum sampai lulus pesantren, ibundanya wafat. Hosni harus berbesar hati dan lebih semangat berjuang. Sebab, salah satu sumber motivasinya sudah tiada. Lulus dari ponpes, suami Rumhana Alifa itu melanjutkan studi di Akper Dharma Husada, Kediri.

Meski mengalami keterbatasan ekonomi, dia bertekad menjadi orang sukses melalui jalur pendidikan yang ia tempuh. Selama kuliah, Hosni memiliki banyak pengalaman pahit. Dia pernah diusir dari kos karena tidak mampu bayar. ”Karena sudah beberapa bulan tidak bayar, akhirnya diusir,” katanya.

Semangatnya tidak pernah pudar. Dia terus mencari jalan untuk bertahan. Akhirnya, Hosni ditawari ngontrak rumah oleh sejumlah teman kampusnya. Di rumah kontrakan itu, dia mulai berwirausaha. Mulai menjual roti hingga jualan liquefied petroleum gas (LPG).

”Saya jualan LPG keliling pakai sepeda ontel. Saya semangat berwirausaha setelah ibu saya wafat. Tujuannya, bertahan hidup dan membiayai kuliah,” katanya.

Usaha memang tidak pernah mengkhianati hasil. Berkat kegigihannya, Hosni sekarang menjadi pengusaha sukses. Jika dulu dia jualan LPG keliling, sekarang menjadi bos stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). ”Alhamdulillah, saya punya SPBU di Kangean, Sumenep Kota, Pamekasan, dan Sampang,” tutur anak tunggal itu.

Pria yang juga ketua DPD Partai Nasdem itu juga memiliki sejumlah unit usaha. Di antaranya, Apotek SA-24, perumahan Ratu Balqist, dan akan membangun rumah sakit di Kecamatan Lenteng.

”Kunci kesuksesan itu adalah semangat dan tidak pernah meninggalkan Allah. Alhamdulillah, hidup saya sudah cukup. Tinggal saya hibahkan hidup ini untuk mengabdikan diri kepada masyarakat,” tandasnya. 

(mr/pen/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news