alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

DBS III Absen Subsidi Perintis

Target Perbaikan Mesin Selesai Bulan Ini

11 September 2021, 20: 27: 01 WIB | editor : Abdul Basri

BELUM BEROPERASI: KMP DBS III berlabuh di perairan Pelabuhan Kalianget, Sumenep.

BELUM BEROPERASI: KMP DBS III berlabuh di perairan Pelabuhan Kalianget, Sumenep. (DAFIR FALAH/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Bakti Sumekar (DBS) III sudah empat bulan tidak berlayar. Kerusakan pada mesin ditarget selesai bulan ini. Namun, pengguna jasa kapal milik Pemkab Sumenep ini jangan berharap subsidi seperti tahun lalu.

Kapal yang dikelola PT Sumekar (Perseroda) ini absen dari bantuan subsidi keperintisan. Bantuan tersebut biasanya diberikan melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Namun, kali ini tidak lagi.

Manajer Keuangan PT Sumekar (Perseroda) Asrawi Adi mengutarakan, sejak 2019 dan 2020 DBS III dapat bantuan subsidi keperintisan. Tetapi, tahun ini tidak dapat bantuan tersebut. Alasannya tidak tahu persis. Sebab, bantuan subsidi itu kewenangan Pemprov Jatim.

Baca juga: Diduga Bunuh Diri di Jembatan Suramadu

”Tahun ini tidak dapat. Nggak tahu kenapa. Mungkin karena Covid-19,” kata dia kemarin (10/9).

Menurutnya, bantuan subsidi keperintisan itu sangat membantu masyarakat kepulauan yang mau melakukan transportasi laut. Setidaknya bisa meringankan beban masyarakat di tengah pandemi. ”Tapi, gimana lagi karena itu bantuan dari pemprov,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Yadi itu menyatakan, ketika DBS III diberikan bantuan subsidi keperintisan, harga tiket menjadi lebih murah. Bahkan, besarannya sangat berbeda jauh. Yang semula harga karcis Rp 90 ribu, itu bisa Rp 15 ribu. ”Kalau disubsidi bisa segitu harganya,” terangnya.

Namun, Yadi enggan membeberkan dana yang disubsidi oleh Pemprov Jatim setiap tahun. Dia beralasan intinya harga karcis lebih murah. ”Pokoknya dari karcis ada keringanan,” paparnya.

Dia mengatakan, sebenarnya subsidi keperintisan itu sangat membantu. Terutama, terhadap perekonomian masyarakat kepulauan. Apalagi, ditambah dengan situasi seperti sekarang. ”Benar-benar membantu,” ucapnya.

Menurut Yadi, perhatian pemerintah ke masyarakat kepulauan itu masih kurang. Sebab, jika dibandingkan dengan kucuran dana ke wilayah daratan itu cukup fantastis. Sementara, untuk wilayah kepulauan dinilai belum menjadi prioritas. ”Karena itu, harapan besar kami ada bantuan subsidi keperintisan,” tandasnya.

KMP DBS III dibuat oleh PT Adiluhung Saranasegara Indonesia (ASSI). Kapal ini melayani rute pelayaran Kalianget-Raas-Sapudi-Kangean-Sapeken-Banyuwangi. Kapal ini biasa berlayar Selasa, Jumat, dan Minggu.

(mr/daf/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news