alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Akhmad Javier Hamid, Atlet Renang Juara Nasional

Dulu Ayah Sempat Khawatir Tenggelam

11 September 2021, 20: 15: 35 WIB | editor : Abdul Basri

CEPAT MELESAT: Akhmad Javier Hamid latihan di Kolam Renang Banyu Biru, Kelurahan Tonjung, Kecamatan Burneh, Bangkalan, kemarin.

CEPAT MELESAT: Akhmad Javier Hamid latihan di Kolam Renang Banyu Biru, Kelurahan Tonjung, Kecamatan Burneh, Bangkalan, kemarin. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

Bangkalan memiliki atlet renang bernama Akhmad Javier Hamid. Umurnya baru 10 tahun. Namun, dia sudah banyak mengoleksi prestasi.

DI depan Kolam Renang Banyu Biru terlihat seorang laki-laki berkaus lengan pendek. Dia mengarahkan semua pengunjung yang datang memakai kendaraan roda dua dan empat. Lalu, laki-laki itu memberikan secarik kertas bertuliskan angka.

Beberapa dari menit kemudian, seorang pria berbadan kekar mengampiri Jawa Pos Radar Madura (JPRM). Lalu, pria yang memegang stopwatch di tangannya itu mengajak masuk. Di salah satu sudut kolam itu terlihat beberapa bocah sedang melakukan gerakan pemanasan. Mereka adalah atlet renang yang bersiap untuk melakukan latihan.

Baca juga: Ratu Balqis Town House, Hunian Elite Harga Bersahabat

Tidak berselang lama setelah pria itu mempersilakan duduk. Tiga atlet renang lainnya datang dengan diantarkan orang tuanya. Mereka Akhmad Javier Hamid, Akhmad Javaz Hamid, dan Akhmad Jibra Hamid. Dari namanya saja sudah bisa ditebak, mereka bersaudara.

Dari ketiga perenang bersaudara itu, Akhmad Javier Hamid memiliki catatan pretasi paling mentereng. Sementara level capaian prestasi Akhmad Javaz Hamid dan Akhmad Jibra Hamid masih di bawah saudara sulungnya itu.

Kiprah mereka terbilang unik. Karena bapaknya, Akhmad Ahadiyan Hamid merupakan atlet bola voli. Tetapi ketiganya lebih memilih berkarir sebagai perenang. ”Saya memilih renang karena suka,” ucap Akhmad Javier Hamid di sela-sela latihan.

Selama menggeluti olahraga renang, sudah banyak prestasi yang diraih Javier. Di antaranya juara 3 lomba renang PRSI Sumenep se-Madura 2017, juara 3 se-Jawa Timur dalam kompetisi Arena Cup 2017, dan juara 1 dalam ajang Wali Kota Surabaya Cup 2018, 

Bocah kelahiran 15 Desember 2010 itu juga pernah juara 1 renang tradisional se-Jatim di Sungai Tunjung Burneh 2019, dan juara 1 Arena Cup Se-Jatim 2019. Selain itu memboyong lima medali di ajang Jakarta Open awal September ini.

Lima medali itu terdiri atas satu emas, dua perak, dan dua perunggu. Medali emas didapat Javier setelah menjadi yang tercepat pada nomor 50 meter gaya punggung putra. Sedangkan dua medali perak dapat dari nomor 100 meter gaya kupu-kupu putra dan 100 meter gaya punggung putra. Sementara dua medali perunggu diraih dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu putra dan 100 meter gaya bebas putra.

Anak pertama pasangan Akhmad Ahadiyan Hamid dan Novayanti Rodhini itu mengaku prestasi itu tidak lepas peran orang tua. Selama ini kedua orang tuanya selalu mendukung program latihan. Mereka selalu mengantarkan saat dirinya harus menjalani latihan, baik di Bangkalan maupun ke Surabaya.

Setiap mengikuti event kedua orang tua selalu memberikan motivasi dan menjanjikan hadiah. Yaitu, diajak jalan-jalan dan belaja ke mal. Janji itu juga berlaku untuk kedua adiknya. Karena itu, dirinya selalu giat berlatih dan tidak pernah canggung meski dalam mengadapi lawan.

”Papa memberikan tantangan, kalau memecahkan rekor (juara satu) boleh diajak beli-beli di mal,” ucap siswa SDN Kemayoran 1 tersebut.

Javier memiliki keinginan untuk bisa menggelar lomba renang di Bangkalan. Harapannya supaya bisa memfasilitasi dan mengajak atlet renang Kota Salak untuk terus berlatih dan berprestasi bersama-sama.

Akhmad Ahadiyan Hamid orang tua Javier mengatakan, awal mula ketiga anaknya berkarir di olahraga renang tidak lepas dari kekhawatiran. Saat Javier masih berusia di bawah lima tahun (balita), dia mengenyam pendidikan di TK Asshomadiyah Burneh. Di kecamatan ini dikenal sebagai daerah yang memiliki banyak sungai. Teman-teman Javier sering mandi dan bermain air di situ. Lantas dirinya mengajak anaknya untuk belajar renang di Kolam Banyu Biru.

Kalau dibiarkan bermain di sungai tanpa pengawasan, dirinya khawatir tenggelam. Itulah yang mendorong dirinya memfasilitasi Javier berlatih secara profesional. Alasan lain, Ahadiyan sempat punya keinginan anak pertamanya itu mengikuti dirinya menjadi pemain voli. Namun karena menyadari untuk bermain voli harus memiliki tubuh tinggi, maka dirinya mengarahkan anaknya untuk berolahraga renang.

”Dari literatur yang pernah saya baca, renang bisa mempercepat pertumbuhn anak,” ucap kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan tersebut.

Dengan segudang prestasi yang sudah putranya kantongi, Ahadiyan akhirnya memberikan keleluasaan kepada putranya untuk memilih olahraga yang diinginkan. Sebagai orang tua, dirinya hanya bisa mendukung dan memotivasi agar bisa menjadi atlet berpestasi.

Untuk Akhmad Javaz Hamid dan Akhmad Jibra Hamid akrab dengan olahraga renang karena sering ikut kakaknya latihan. Karena itulah ketiganya sama-sama selalu berlatih bersama. Javaz sudah mendapat juara satu 1 ajang Arena Cup Se-Jatim 2019. Sementara Jibra pernah mendapat juara dua dalam Arena Cup Se-Jatim Pada tahun yang sama.

(mr/jup/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news