alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarmadura
Home > Sampang
icon featured
Sampang

Disdik Ukur Ulang Proyek DAK SD

10 September 2021, 20: 31: 32 WIB | editor : Abdul Basri

KERJA KERAS: Pekerja membongkar gedung perpustakaan SDN Gunung Sekar 2, Sampang, yang akan diperbaiki kemarin.

KERJA KERAS: Pekerja membongkar gedung perpustakaan SDN Gunung Sekar 2, Sampang, yang akan diperbaiki kemarin. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Program yang dibiayai dari dana alokasi khusus (DAK) fisik untuk sekolah dasar (SD) seharusnya sudah dikerjakan. Namun, Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang menemukan ketidaksesuaian dalam perencanaan dan kondisi di lapangan. Karena itu, organisasi perangkat daerah (OPD) ini melakukan pengukuran ulang ke lembaga penerima.

Kabid Pembinaan SD Disdik Sampang Arief Budiansor menyampaikan, proses pengerjaan DAK fisik dilakukan secara kontraktual. Hal itu mengharuskan melalui beberapa tahapan sehingga membutuhkan waktu cukup lama.

Kegiatan fisik harus melalui tahap lelang seperti yang tercantum dalam petunjuk teknis (juknis). Jumlahnya lebih banyak dibandingkan kegiatan penunjukan langsung (PL). Perbandingannya 38 dilelang dan 21 kegiatan PL. Karena itu, proses persiapan juga lebih lama. ”Kegiatan DAK itu sudah ada perencanaan waktu,” katanya kemarin (9/9).

Baca juga: Sampang Dapat 150 Ribu Dosis Sinovac

Proses kegiatan DAK diawali dengan perencanaan, proses lelang, kemudian penentuan perencanaan waktu. Dana DAK SD tahun ini lebih banyak digunakan untuk rehabilitasi ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, dan yang lainnya.

Arief mengakui ada beberapa kendala yang menjadi faktor keterlambatan pengerjaan. Yakni, berkaitan dengan perencanaan kegiatan fisik di lembaga. Ada ketidaksesuaian antara volume dalam perencanaan.

Karena itu, Disdik Sampang harus mengukur ulang perencanaan agar sesuai dengan kondisi di lapangan. ”Volume lebih dan kurang memang ada. Makanya saya turun langsung untuk mengecek ke lokasi,” paparnya.

Arief mengaku sudah berkeliling ke sejumlah sekolah penerima DAK fisik. Tidak semua lembaga mengalami hal demikian. Di antara lembaga yang perencanaannya perlu disesuaikan tersebar di Kecamatan Jrengik dan Tambelangan.

Dia mencontohkan, lebih kurang volume dalam perencanaan. Misalnya, alokasi untuk plafon dianggarkan 20 persen, ternyata kebutuhannya lebih, sehingga harus diubah. Selain itu, terdapat volume keramik kurang. Sementara pada bagian kusen ada kelebihan. Karena itu, kelebihan pada kusen dialihkan ke keramik.

”Besok (hari ini) kami ke Sreseh dan Senin lanjut ke Mandangin. Deadline kami minggu depan selesai. Tapi, bergantung kondisi di lapangan,” paparnya.

Arief menambahkan, perencanaan sebelum lelang tidak direvisi. Pihaknya hanya melakukan survei ke sekolah dalam rangka mutual check awal (MC-0). Apabila ada kurang atau lebih dilakukan adendum. ”Nggak direvisi. Cuma, apabila ada kurang lebih, kami adendum,” imbuhnya.

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Mushaddaq Cholili mengutarakan, memang seharusnya disdik turun tangan. Pasalnya, disdik yang bertanggung jawab menangani program tersebut. Siapa pun yang mengerjakan kegiatan tersebut tidak boleh lepas tangan.

Politikus PKB itu mengingatkan terkait progres pengerjaan kegiatan fisik. Dia mewanti-wanti agar tidak melibas deadline dan menjaga kualitas. Dia tidak ingin mendengar sekolah roboh karena kualitas bangunan jelek seperti tahun-tahun sebelumnya.

”Kalau tidak sesuai dengan gambar, tanggung jawab disdik. Itu juga bisa berurusan dengan hukum sebab sudah ada anggaran, gambar, volume sudah lengkap,” tandasnya. 

(mr/bil/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news