alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Lebih Tiga Ribu Ruangan SD Rusak

09 September 2021, 19: 22: 06 WIB | editor : Abdul Basri

Lebih Tiga Ribu Ruangan SD Rusak

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan SD menjadi pekerjaan rumah (PR) Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan. Indikasinya, ratusan SD rusak sedang dan berat.

Dari 625 SD negeri di Kota Salak, ada 3.676 sarpras yang perlu sentuhan pemerintah. Perinciannya, 1.492 sarpras membutuhkan pembangunan dan 2.184 rehabilitasi (lihat grafis). Pembangunan dan rehab yang dibutuhkan setiap lembaga berbeda-beda. Ada yang sampai lebih dari tiga ruangan.

Kepala Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika tidak memungkiri banyak ruangan SD rusak. Penanganannya bergantung pada ketersediaan anggaran. Karena itu, pengentasan masalah sarpras pendidikan tidak bisa diselesaikan secara berbarengan. ”Kalau sarpras pendidikan kembali ke ketersediaan anggaran,” ucapnya Rabu (8/9).

Baca juga: Nurul Hakiki, Remaja 16 Tahun Hanya Bisa Terbaring sejak Lahir

Penanganan sarpras yang rusak ringan diserahkan pada lembaga masing-masing. Yakni, dapat dianggarkan melalui bantuan operasional sekolah (BOS). Sementara untuk yang rusak sedang dapat dianggarkan melalui dana alokasi khusus (DAK).

Penanganan sekolah yang rusak berat akan menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). ”Tahun dapan kami mendapat revitalisasi DAK untuk pembangunan. Sementara kami juga butuh untuk rehab,” kata Bambang.

Banyaknya sarpras pendidikan yang rusak, cukup memengaruhi upaya peningkatan mutu pendidikan. Namun, dia mengklaim, dampaknya tidak signifikan. Karena lembaganya terus berupaya untuk pemenuhan sarpras yang kurang.

Selama ini, Disdik Pamekasan bergantung kepada pemerintah pusat untuk pemenuhan sarpras pendidikan. Karena jika hanya bertumpu pada pendapatan daerah tidak memungkinkan. ”Tumpuannya memang dari dana perimbangan atau DAK,” sambungnya.

Kerusakan di semua SD sudah diajukan kepada pemerintah pusat. Namun, untuk pemilihan sekolah yang akan mendapat program perbaikan dan pembangunan ditentukan oleh pemerintah pusat. ”Kami hanya mengajukan, yang menentukan pusat,” tambah Kabid Pembinaan SD Disdik Bangkalan Dewi Ega Oktavianti.

Ketua Dewan Pendidikan Bangkalan Mustahal Rasyid mengatakan, disdik harus memiliki skala prioritas dalam mengusulkan lembaga yang akan menjadi penerima bantuan program fisik dari pusat. Dengan begitu, lembaga yang dipilih sebagai penerima rehab dan pembangunan akan sesuai dengan kebutuhan.

Pihaknya juga mendesak disdik untuk mendorong kepala sekolah aktif melakukan pemeliharaan bagunan yang rusak ringan. Itu sebagai antisipasi agar gedung rusak ringan tidak sampai rusak sedang atau berat.

”Ada sekolah yang gentingnya bocor tapi dibiarkan. Sehingga, merusak yang lainnya. Pada akhirnya, yang akan menjadi korban siswa karena harus belajar di tempat yang kurang representatif,” imbuhnya.

(mr/jup/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news