alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

Kisah Tragis Anggota TNI Akhiri Hidup di Suramadu

Curahkan Isi Hati di Kertas

08 September 2021, 20: 22: 01 WIB | editor : Abdul Basri

TAK BERNYAWA: Jenazah Pelda Widodo saat dimasukkan kantong mayat kemarin.

TAK BERNYAWA: Jenazah Pelda Widodo saat dimasukkan kantong mayat kemarin. (HUMAS POLRES FOR RadarMadura.id)

Share this      

Akhir kisah hidup seseorang tak ada yang tahu. Meski kesehariannya terlihat bahagia, kondisi sebenarnya bisa saja tidak demikian. Seperti yang dialami almarhum Widodo. Anggota TNI AL yang mengakhiri hidup dengan melompat ke dasar laut di kaki Jembatan Suramadu.

DARUL HAKIM, Bangkalan, Jawa Pos Radar Madura

JAGAT maya Senin malam (6/9) heboh. Sebab, beredar video menayangkan sepeda motor dengan nomor polisi (nopol) L 5265 FE hitam ditinggal dalam kondisi menyala di tengah Jembatan Suramadu dari arah Surabaya, namun tanpa pengendara. Video tersebut viral di media sosial (medsos) mulai pukul 19.30.

Baca juga: Kiat Penanganan Cedera

Di dekat kendaraan lansiran 2017 tersebut, juga ada sepasang sepatu berwarna cokelat kombinasi hitam dan helm biru dalam kondisi tergantung. Selain itu, terdapat tas hitam berisi uang, bolpoin, kacamata, KTP, SIM, charger ponsel, batu akik, dan rokok. Selain itu, ATM, kartu tanda anggota (KTA), dan beberapa kartu identitas lainnya.

Dalam tas tersebut juga ditemukan secarik kertas yang sudah dilipat. Kertas itu ternyata surat dari almarhum yang diduga ditujukan kepada istri dan buah hatinya. Dalam surat tersebut, anggota TNI AL yang berdinas di RSPAL dr Ramelan Surabaya itu menyampaikan unek-uneknya. Mulai belum bisa membuat istrinya bahagia hingga menyatakan gagal menjadi imam yang baik.

Kisah pria berusia 53 tahun yang diketahui berdomisili di Perumahan Cendana 1, Blok C, Nomor 11, Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, itu berakhir tragis. Ibarat adegan di sebuah sinetron yang salah satu aktornya mengakhiri hidup dengan bunuh diri. Bedanya, almarhum meloncat dari Jembatan Suramadu. Tepatnya di kilometer 2.800.

Kasi Humas Polres Bangkalan Iptu Sucipto mengatakan, pencarian korban bunuh diri yang dilakukan Satpolairud Polres Bangkalan dan Basarnas dimulai sekitar pukul 06.30. Lokasi pencarian difokuskan di perairan sekitar Jembatan Suramadu. ”Petugas piket satpolairud menerima laporan dari keluarga korban bahwa anggota keluarganya diduga melakukan bunuh diri di atas Jembatan Suramadu,” ujarnya.

Sucipto menambahkan, saat melaksanakan pencarian dan penyelamatan, satpolairud dibantu Ditpolairud Polda Jatim dan Basarnas. Beberapa jam kemudian, korban ditemukan sudah tidak bernyawa dan dalam keadaan mengapung. Titik koordinatnya 7° 11’ 68” LU 112° 46’ 505” BT atau di sekitar pertama korban diduga melompat dari atas Jembatan Suramadu.

”Korban ditemukan sekitar pukul 10.30 oleh petugas Basarnas. Kemudian, korban dievakuasi ke Pangkalan SAR Surabaya Pelabuhan Tanjung Perak,” ungkapnya mewakili Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino.

Sesuai permintaan Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal), sambung Sucipto, korban diotopsi di RSAL dr Ramelan. Karena itu, dia tidak menjelaskan secara detail insiden tersebut. Namun, jika dilihat dari isi surat yang ditulis korban sebelum mengakhiri hidup, diduga ada persoalan keluarga. ”Sepertinya memang ada masalah keluarga,” jelasnya.

Sayangnya, koran ini tidak bisa meminta keterangan dari keluarga korban. Upaya menghubungi salah seorang familinya tidak mendapat respons. Namun, seorang tetangga almarhum yang enggan identitasnya dikorankan menyatakan, almarhum semasa hidup dikenal sebagai sosok yang baik dan sopan. Dia tidak tahu persis persoalan rumah tangga almarhum. ”Semoga almarhum diampuni dosa-dosanya dan diterima amal ibadahnya,” tuturnya singkat. 

(mr/rul/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news