alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Kiat Penanganan Cedera

08 September 2021, 20: 18: 27 WIB | editor : Abdul Basri

dr. Agung Tisyanto,Sp.OT Dokter Penanggung Jawab Poli Ortopedi RSUD Syamrabu.

dr. Agung Tisyanto,Sp.OT Dokter Penanggung Jawab Poli Ortopedi RSUD Syamrabu. (SYAIFUL FOR RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Ada banyak olahraga yang biasa dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Tetapi, semua jenis olahraga memiliki risiko cedera. Minimnya pengetahuan, banyak orang yang salah dalam penanganan cedera.

Dokter Penanggung Jawab Poli Ortopedi RSUD Syamrabu dr. Agung Tisyanto, Sp.OT menjelaskan, cedera tidak akan menjadi penghalang untuk berolahraga jika penanganannya dilakukan dengan baik. Namun, hingga saat ini masih banyak orang yang salah menangani cedera.

Contohnya, menyepelekan cedera yang dialami. Misalnya, tetap berolahraga. Akibatnya, cedera yang dialami berpotensi semakin parah. ”Cedera sekecil apa pun bisa berdampak besar di kemudian hari,” katanya kemarin (5/9).

Baca juga: Madu Asli Gembala Kuasai Pasar Indonesia

Selanjutnya, penanganan cedera yang keliru yaitu dengan melakukan pemijatan. Seharusnya, sebelum itu, dilakukan penanganan secara medis karena akan ditangani ahlinya atau orang yang kompeten.

Akan tetapi, jika orang yang mengalami cedera belum sanggup untuk berobat secara medis, ada beberapa yang perlu dilakukan. Yaitu, rest, ice, compression, dan elevation (RICE). Langkah-langkah itu bisa dilakukan secara mandiri.

”Metode (RICE) sudah lama dikenal untuk mengatasi cedera olahraga dan bisa dilakukan di rumah,” tutur pria berkacamata itu.

Saat mengalami cedera, langkah pertama yang harus dilakukan yaitu beristirahat atau rest. Yakni, menghentikan semua kegiatan olahraga sesegera mungkin. ”Namun, banyak orang tidak mengindahkan saran ini karena merasa masih kuat untuk melanjutkan olahraga,” terang Agung.

Langkah selanjutnya pengaplikasian es. Es dapat mengurangi rasa nyeri yang terjadi dari cedera olahraga. Langkah ini harus dilakukan secepat mungkin saat terjadi cedera. ”Sebaiknya menyediakan kotak pendingin untuk menyimpan es yang dapat digunakan sewaktu-waktu terjadi cedera olahraga,” sarannya.

Lalu, harus melakukan compression atau kompres dengan es yang dibalut kain dan ditempelkan daerah tubuh yang nyeri. Kompres es dapat mengurangi risiko terjadinya pembengkakan pada daerah yang mengalami cedera.

”Sebagian orang selama ini justru mengoleskan minyak tawon, minyak banleng, param kocok, koyo cabe, atau balsam yang bersifat panas. Padahal, hal itu dapat membuka pembuluh darah sehingga bertambah bengkak,” paparnya.

Langkah terakhir yaitu elevation atau pengangkatan. Yaitu, menahan bagian tubuh yang cedera berada di posisi lebih tinggi daripada tubuh yang sedang berbaring. Tujuannya, mengurangi nyeri dan mengurangi aliran darah ke bagian cedera. ”Karena yang menambah parah kondisi peradangan (inflamasi) yang terjadi,” pungkasnya.

(mr/jup/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news