alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarmadura
Home > Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis

5 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Untuk Pasangan Milenial

08 September 2021, 20: 15: 44 WIB | editor : Abdul Basri

5 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Untuk Pasangan Milenial

Share this      

Pasangan milenial bukan hanya menghadapi tantangan besar karena harus beradaptasi satu sama lain. Lebih dari itu, pasangan milenial juga harus sama-sama belajar cara mengatur keuangan untuk mewujudkan kondisi finansial keluarga yang sehat. Sebenarnya cara mengatur keuangan rumah tangga tidak sesulit yang dibayangkan banyak orang lho. Kamu hanya perlu melakukannya secara konsisten sambil terus menjaga komunikasi dengan pasangan sehingga bisa mencapai tujuan hidup yang ditargetkan.

Kalau saat ini kamu dan pasangan sedang berada di tahap belajar mengatur keuangan rumah tangga, ulasan lengkap tentang cara mengatur keuangan berikut ini pasti sangat bermanfaat untukmu:

1.  Melakukan Diskusi Keuangan dengan Pasangan Secara Teratur

Baca juga: PPKM Luar Jawa-Bali, Tetap Waspada Meski Angka Kasus Terus Turun

Cara mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji 3 juta atau lebih sebenarnya sama. Hal pertama yang wajib dilakukan dalam mengatur keuangan rumah tangga adalah melakukan diskusi dengan pasangan. Kamu dan pasangan harus sama-sama terbuka soal urusan keuangan keluarga dengan melakukan diskusi secara teratur. Diskusi tentang keuangan rumah tangga akan meminimalkan kesalahpahaman dalam mengelola keuangan keluarga. Selain itu, kamu dan pasangan bisa sama-sama mencari jalan keluar terbaik bila rumah tangga sedang mengalami masalah keuangan.

Meskipun awalnya diskusi keuangan terasa canggung atau sering menyulut emosi, kamu dan pasangan akan merasa nyaman bila terus melakukannya karena saling mengenal karakter satu sama lain. Kamu dan pasangan akan mulai memahami prinsip mengelola keuangan pribadi masing-masing kemudian saling melengkapi kekurangan demi mencapai kondisi finansial rumah tangga yang stabil.

2.  Mengutamakan Keterbukaan dengan Pasangan

Tak dapat dipungkiri bahwa cara mengatur keuangan rumah tangga tidak selalu berjalan mulus. Kendati demikian, kamu dan pasangan harus tetap mengutamakan keterbukaan untuk menghindari konflik akibat gangguan keuangan. Contohnya, kamu bisa berterus terang bahwa kamu merupakan tulang punggung bagi keluarga orang tua sehingga pasanganmu dapat beradaptasi dengan kondisi tersebut. Selain itu, jangan ragu berkomunikasi dengan pasangan sebelum membeli barang yang harganya mahal (misalnya kendaraan pribadi) atau bertujuan untuk kesenangan pribadi (barang-barang hobi). Keterbukaan memang bisa membuat pasangan milenial merasa jengkel satu sama lain, tetapi hal ini tetap penting untuk menghindari kesalahpahaman yang lebih besar di kemudian hari.

3.  Menentukan Prioritas Rumah Tangga dengan Cermat

Kondisi finansial pasangan milenial akan terjaga dengan baik bila cermat menentukan prioritas rumah tangga. Beberapa contoh prioritas rumah tangga yang mesti menjadi pertimbanganmu saat berkeluarga adalah sebagai berikut:

●       Rutin menabung supaya bisa lekas membeli rumah pribadi. Kalau tabunganmu belum cukup untuk membeli rumah secara tunai, kamu bisa menyiasatinya dengan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) asalkan jumlah angsurannya tidak membebani keuangan keluarga.

●       Menunda keinginan untuk membeli mobil pribadi, terutama jika kamu belum memiliki uang tunai yang cukup atau belum terlalu membutuhkannya.

●       Mengumpulkan tabungan untuk kebutuhan anak sejak baru menikah supaya nantinya kebutuhan buah hatimu bisa terpenuhi dengan baik tanpa mengganggu kondisi finansial keluarga.

●       Merencanakan tabungan hari tua supaya bisa tetap hidup sejahtera dan tidak membebani buah hati sebagai generasi sandwich di masa depan.

4.  Membangun Kebiasaan Mengatur Keuangan yang Positif

Selanjutnya, kamu dan pasangan juga patut mulai membangun kebiasaan mengatur keuangan yang positif. Tindakan mengelola uang secara cermat yang dilakukan terus-menerus bersama pasangan akan membuat kondisi keuangan keluarga senantiasa stabil. Beberapa kebiasaan positif yang mesti kamu dan pasangan lakukan, antara lain:

●       Menyisihkan gaji bulanan untuk hal-hal penting yang mencakup kebutuhan rumah tangga, tabungan, dana darurat, investasi, serta kebutuhan orang tua. Kebiasaan ini akan membuat kamu dan pasangan tak mudah tergoda untuk boros setelah gajian.

●       Mencatat pemasukan dan pengeluaran rutin rumah tangga sehingga kamu bisa mengidentifikasi penyebab boros dan mengatasinya sesegera mungkin.

●       Membuat daftar belanja sebelum membeli kebutuhan rumah tangga supaya tidak tergoda membeli barang-barang lain yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

●       Menghindari latte factor yang rentan menyebabkan boros, misalnya menyudahi kebiasaan makan di restoran, nongkrong di kafe, atau sering berganti gadget. Quality time bersama keluarga atau me time untuk diri sendiri harus dilakukan dengan cara yang lebih bijak.

●       Menyiapkan satu rekening khusus untuk mengumpulkan tabungan sehingga uang tabungan tidak tercampur dengan uang yang dialokasikan untuk kebutuhan lain.

●       Melakukan aktivitas belanja secara teliti supaya bisa menghemat pengeluaran. Kalau kamu dan pasangan sering belanja online, jangan malas membandingkan harga produk di beberapa e-commerce sebelum menentukan pilihan.

●       Melindungi keluarga dengan persiapan memadai berupa asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dan aset investasi yang jumlahnya terbilang besar.

  5.  Menghitung Kondisi Finansial Secara Teliti Sebelum Berutang

Utang bukanlah hal yang haram bagi kondisi keuangan keluarga. Apalagi saat ini banyak pilihan aplikasi pinjaman online yang legalitasnya terjamin dan dapat memberikan pinjaman dengan bunga rendah, seperti Kredit Pintar. Kendati demikian, bukan berarti kamu atau pasangan boleh berhutang sembarangan. Tujuan utang harus benar-benar bermanfaat atau bersifat produktif, misalnya untuk mendukung ekspansi bisnis, membeli rumah pribadi, atau mendanai kebutuhan penting yang bersifat mendesak (misalnya ketika ada anggota keluarga yang sakit parah atau meninggal). Usahakan agar jumlah angsuran utang setiap bulan tidak melebihi 30% pendapatan bulanan sehingga kamu masih bisa mengalokasikan pendapatan untuk hal penting lain (kebutuhan rumah tangga, tabungan, dan lainnya).

Terakhir, jangan malas menekuni pekerjaan sampingan atau merintis bisnis sampingan supaya pendapatan terus meningkat. Kamu dan pasangan harus sama-sama mempelajari cara mengatur keuangan yang efektif demi mewujudkan kondisi finansial keluarga yang mapan di masa depan.

(mr/*/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news