alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

Stedu Belum Telusuri Kompleks Makam Tua

TACB Sebut Bukan Makam Penguasa Wilayah

06 September 2021, 19: 28: 32 WIB | editor : Abdul Basri

BANGUNAN LAMA: Warga berziarah ke makam yang dipercaya sebagai kuburan anggota keluarga kerajaan yang terletak di Desa Sergang, Kecamatan Batuputih, kemarin.

BANGUNAN LAMA: Warga berziarah ke makam yang dipercaya sebagai kuburan anggota keluarga kerajaan yang terletak di Desa Sergang, Kecamatan Batuputih, kemarin. (JUNAIDI PONDIYANTO/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Kajian ilmiah harus dilakukan untuk memastikan kompleks pemakaman tua sebagai peninggalan makam kerajaan. Mulai mengumpulkan referensi hingga meneliti bangunan. Seperti kompleks makam tua di Desa Sergang, Kecamatan Batuputih, yang diklaim warga makam keluarga kerajaan.

Ketua Sumenep Tempo Dulu (Stedu) Faiq Nurfikri mengaku, sampai saat ini pihaknya belum menelusuri sejarah setelah ada temuan makam tua tersebut. Namun, dia berjanji akan mempelajari dulu perihal makam tua itu. ”Jika dipandang perlu, nanti akan kami datangi ke lokasi,” ucapnya.

Jika mengacu pada histori Arya Wiraraja, sambung Faiq Nurfikri, bisa saja di wilayah Kecamatan Batuputih terdapat kuburan anggota keluarga kerajaan. ”Namun, hal itu perlu dicermati kembali. Mengingat, ajaran agama yang dominan pada masa pangeran Arya Wiraraja adalah Buddha,” imbuhnya.

Baca juga: Kasus Dugaan Tipikor di Kantor BRI Pragaan Tunggu Keterangan Ahli

Dia menjelaskan, umumnya lokasi kerajaan berada di wilayah selatan. Sementara lokasi penemuan makam tua di sekitar pantai utara. Karena itu, dia menduga makam tua tersebut kuburan salah seorang tokoh masyarakat setempat. ”Tapi, lagi-lagi semua itu butuh kajian. Kebenaran sejarah tidak cukup berdasar cerita, perlu dibuktikan secara riil,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Sumenep Tadjul Arifin mengaku sudah mendengar kabar penemuan makam tersebut. Setelah melihat bangunan makam, diduga jenis makam yang ada pada abad ke-19 Masehi. Di batu nisan tidak menunjukkan makam penguasa wilayah.

”Kemungkinan makam salah satu tokoh masyarakat setempat. Jika ada pendapat yang meyakini sebagai bagian kompleks makam anggota kerajaan tetap dihargai,” tuturnya.

Dia menyatakan, perlu kajian mendalam atas penemuan makam tersebut. ”Sekilas sudah terlihat pada desain bangunan makam. Makam itu muncul pada abad ke-19 Masehi dan bukan penguasa wilayah, ” pungkasnya.

(mr/yan/jun/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news