alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan
Dibumbui Kabar Permintaan Ganti Rugi

Rektor IAIN Bantah Bebani Orang Tua Mahasiswa

06 September 2021, 19: 07: 18 WIB | editor : Abdul Basri

Rektor IAIN Bantah Bebani Orang Tua Mahasiswa

Share this      

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Kasus perusakan fasilitas kampus IAIN Madura belum klir hingga kemarin (5/9). Di tengah pengusutan kasus tersebut, beredar kabar permintaan ganti rugi dari rektorat IAIN Madura sebesar Rp 15 juta per orang.

”Kemarin (2/9) ada pertemuan, (yang dihadiri) keluarga dan pihak rektorat. Ada permintaan ganti rugi Rp 15 juta per orang,” kata salah seorang keluarga dari mahasiswa yang enggan dikorankan namanya kemarin.

Pria berusia 37 tahun itu mengatakan, permintaan rektorat tidak membuahkan kesepakatan. Sebab, tidak semua orang tua mahasiswa memiliki uang sebesar itu. ”Ada yang sepakat dan ada yang tidak,” ungkapnya.

Baca juga: Komitmen Siap Lanjutkan Kemitraan dengan Insan Pers

Dia mengaku tidak keberatan jika ada permintaan ganti rugi asalkan nominalnya tidak terlalu mahal. ”Misal di bawah Rp 10 juta, kita bisa usahakan. Sebab kami kan petani,” ungkapnya.

Dia mengaku kesulitan mendapatkan uang sebesar Rp 15 juta. Karena itu, dia berharap, ada jalan tengah dalam penyelesaian kasus tersebut. ”Sehingga, perkara ini bisa lekas selesai,” harapnya.

Sementara itu, pihak rektorat membantah ada pembebanan ganti rugi sebesar Rp 15 juta kepada orang tua mahasiswa. ”Tidak ada, tidak ada pembebanan itu,” tegas Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim.

Kosim mengatakan, isu tersebut bukan hanya tidak ada, tapi juga tidak benar. Sebab, IAIN Madura tidak pernah minta ganti rugi apa pun. ”Jadi itu tidak benar sama sekali,” sambung pria asal Sampang itu.

Kuasa Hukum IAIN Madura Sulaisi Abdurrazaq juga menyatakan hal serupa dengan Rektor IAIN Madura. Ditegaskan, kliennya tidak pernah meminta ganti rugi apa pun kepada pihak mahasiswa. ”Tidak ada hal yang demikian,” katanya.

Namun, dia menyebutkan, jika memang ada permintaan ganti rugi semacam itu, berarti ada urun rembuk di luar sepengetahuan kuasa hukum IAIN Madura. ”Jika itu benar adanya, bisa jadi pembicaraan di luar sepengetahuan kami,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Tomy Prambana mengungkapkan, institusinya fokus memburu dua mahasiswa yang menjadi DPO. ”Kami sudah sebar tim. Kami berharap DPO segera menyerahkan diri,” tandasnya.

(mr/gky/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news