alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Realisasi BOS Kinerja-Afirmasi Menyusut Drastis

06 September 2021, 18: 54: 21 WIB | editor : Abdul Basri

HARAPAN MASA DEPAN: Dua murid SDN Kraton 4 keluar dari sekolahnya, Sabtu (4/9).

HARAPAN MASA DEPAN: Dua murid SDN Kraton 4 keluar dari sekolahnya, Sabtu (4/9). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Dibanding tahun lalu, jumlah lembaga penerima dana bantuan operasional sekolah (BOS) kinerja dan afirmasi tahun ini berkurang drastis. Buktinya, tahun ini hanya ada tiga sekolah dasar (SD) yang mendapatkan dana BOS kinerja.

Berdasar salinan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 210/P/2020, hanya tiga lembaga SD di Kota Salak yang tahun ini mendapat dana BOS kinerja. Yakni, SDN Kraton 5, SDN Tellok 1, dan SDN Sukolilo Timur 1. Ketiga lembaga itu masing-masing menerima bantuan Rp 60 juta. Khusus dana BOS afirmasi nihil.

Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Dewi Ega Oktavianti tidak memungkiri penerima dana BOS nonreguler tahun ini sedikit dibanding tahun lalu. Pada 2020 ada 87 SD yang mendapat dana BOS nonreguler. ”Perinciannya, 63 SD mendapat dana BOS afirmasi dan 24 SD mendapat dana BOS afirmasi,” ucapnya.

Baca juga: Gubernur Khofifah: Positivity Rate Jatim Sesuai Standar WHO

Dia tidak tahu kenapa jatah BOS nonreguler berkurang drastis dibanding tahun lalu. Dikatakan, penerima bantuan itu langsung ditentukan pemerintah pusat dengan berpatokan pada data pokok pendidikan (dapodik) masing-masing lembaga. ”Tidak ada pemberitahuan (mengapa tidak ada BOS afirmasi dan sekarang berkurang), cuma tidak dapat gitu aja,” katanya.

Namun secara umum, sambung Ega, SD yang dipilih sebagai penerima dana BOS kinerja adalah lembaga pendidikan yang memiliki minimal tiga peserta didik berprestasi di ajang tingkat nasional atau internasional dalam dua tahun terakhir. Syarat lainnya, menjadi penerima dana BOS reguler tahun anggaran berjalan serta bukan lembaga pendidikan yang ditetapkan sebagai sekolah penggerak.

”Tiga sekolah (yang mendapat dana BOS kinerja) ini mutunya baik. Anggaran itu dapat digunakan untuk pemenuhan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat),” ulasnya.

Menurut perempuan berhijab itu, dana BOS kinerja dan afirmasi hanya menyasar daerah yang menerapkan sekolah penggerak. Sementara di Kota Salak, sekolah penggerak baru akan diterapkan tahun depan. ”Di Madura yang memberlakukan sekolah penggerak baru Sumenep,” ungkapnya.

Ega menambahkan, penerapan sekolah penggerak harus ada komitmen dari pemerintah kabupaten atau kota dengan persetujuan pemerintah pusat. ”Prosesnya panjang. Kalaupun kita mengajukan, belum tentu langsung disetujui oleh pusat,” sambungnya.

Dikonfirmasi di tempat terpisah, Kabid Pembinaan SMP Disdik Bangkalan Jufri Kora mengatakan, tahun lalu ada 64 lembaga yang mendapat dana BOS kinerja dan afirmasi. Yait,u 10 SMP negeri nonreguler dan sisanya lembaga swasta. ”Sedangkan tahun ini nihil,” tuturnya.

Jufri mengaku tidak tahu secara pasti mengapa tahun ini jenjang SMP tidak menerima dana BOS kinerja dan afirmasi. Sebab, tidak ada pemberitahuan atau konfirmasi dari pemerintah perintah. ”Saya sendiri tidak paham apa saja kategori penerima dana BOS kinerja-afirmasi. Di Jatim banyak kabupaten/kota yang mendapat dana BOS kinerja-afirmasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan (DP) Bangkalan Mustahal Rasyid berharap ada pembinaan kepada sekolah yang mendapat dana BOS kinerja. Dengan demikian, anggarannya bisa dimanfaatkan sesuai peruntukan. ”Bantuan yang diberikan pemerintah pusat harus berdampak positif terhadap kemajuan dunia pendidikan,” tandasnya.

(mr/jup/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news