alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Dua Warga Dibacok Orang Tidak Dikenal

Polisi Menunggu Hasil Visum

01 September 2021, 18: 50: 44 WIB | editor : Abdul Basri

Dua Warga Dibacok Orang Tidak Dikenal

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Dua warga Desa Kelbung, Kecamatan Galis menjadi korban penganiayaan orang tidak dikenal (OTK). Aksi penganiayaan itu terjadi pada Senin (30/8) sekitar pukul 20.00. Dalam insiden penganiayaan yang konon diawali suara tembakan, satu orang ditemukan tewas dan seorang lainnya kritis.

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), aksi penganiayaan itu terjadi di jalan Dusun Kelbung Tengah, Desa Kelbung. Korban tewas dalam kasus tersebut bernama Niman, 55, dan korban kritis bernama Moh. Suri, 65. Nama terakhir saat ini sedang menjalani perawatan medis di RSUD Syamrabu Bangkalan.

M. Budung, 42, salah seorang warga Desa Kelbung kepada polisi menuturkan, sekitar pukul 20.00 didatangi Paye. Saat itu, pria berusia 50 tahun mengabarkan jika kakaknya bernama Moh. Suri dibacok OTK di tepi jalan Dusun Kelbung Tengah. Saat itu juga, dia bersama Paye mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Setiba di TKP, dia melihat Moh. Suri mengalami luka bacok. Korban lalu dibawa ke Puskesmas Galis dan akhirnya dievakuasi ke RSUD Syamrabu.

Baca juga: Menko Airlangga Hartarto Tegaskan Dukung Pencegahan Korupsi

Budung mengungkapkan, selain Moh. Suri, juga ditemukan satu korban lain bernama Niman. Korban mengalami luka bacok di bagian perut. ”Dua orang itu ditebas di jalan raya. Bukan duel, tapi disabet dari belakang,” kata warga yang enggan dikorankan.

Pria berpostur tinggi itu menambahkan, informasi yang beredar di masyarakat, sebelum dibacok terdengar suara tembakan. Karena meleset, korban akhirnya dibacok. ”Informasi yang saya terima memang begitu, terdengar suara tembakan sekali, jadi bukan duel,” bebernya.

Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino membenarkan insiden berdarah tersebut. Dia mengatakan, pembacokan kepada dua warga itu masih didalami jajarannya. ”Masih simpang siur. Masih didalami, apakah benar ada penembakan atau tidak. Informasi yang saya terima, sampai saat ini belum ada indikasi penembakan,” tegasnya.

Dijelaskan oleh Alith, luka yang dialami korban adalah luka sabetan benda tajam (sajam). Hanya, pihaknya masih menunggu hasil visum. Apakah benar disebabkan benda tajam atau benda yang lain. ”Menunggu keterangan ahli. Dalam hal ini keterangan dokter yang melakukan visum,” urainya.

Dijelaskan, ada beberapa barang bukti (BB) yang diamankan polisi dari Niman. Di antaranya sarung terdapat bercak darah, baju batik terdapat bercak darah, satu sabuk, satu jam tangan, satu HP, dan satu pusaka. Termasuk dompet berisi KTP, STNK, dan uang Rp 700 ribu. ”Sedangkan dari Moh. Suri, polisi mengamankan sehelai kaus terdapat bercak darah, satu sarung terdapat bercak darah, dan satu songkok,” pungkasnya. 

(mr/rul/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news