alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarmadura
Home > Sastra & Budaya
icon featured
Sastra & Budaya

Seni Tari Wajib Lestari

Selama Pandemi, Gayatri Gelar Latihan Bersesi

16 Agustus 2021, 16: 45: 14 WIB | editor : Abdul Basri

ARTISTIK: Penari yang tergabung dalam sanggar Gayatri Sumenep saat pengambilan foto di Sumenep beberapa waktu lalu.

ARTISTIK: Penari yang tergabung dalam sanggar Gayatri Sumenep saat pengambilan foto di Sumenep beberapa waktu lalu. (GAYATRI FOR RadarMadura.id)

Share this      

EKSISTENSI kesenian tari di Sumenep sejak pandemi Covid-19 kian menyusut. Ruang berekpresi sangatlah terbatas, tidak ada event terbuka karena dianggap bisa memicu kerumunan. Sebagaimana banyak kegiatan lain yang juga dilarang digelar.

Ketua Jaringan Pegiat Tari (Gayatri) Sumenep Raudatul Hasanah menyampaikan, pandemi yang tak kunjung berakhir sangat mengancam eksistensi kesenian tari. Ruang eksplorasi bagi para pegiat seni nyaris tidak ada. Hal yang wajar sebagai langkah kemanusiaan untuk menyelamatkan sesama.

Namun, kondisi ini tidak boleh dibiarkan mengegerogoti seni dan kebudayaan lokal di Sumenep. Salah satunya, seni tari yang tentu penting untuk selalu dilestarikan. Untuk itulah, pihaknya terus berinovasi agar seni tari di Sumenep tidak punah.

Baca juga: Bikin Motor Makin Elegan di DMC Speed Shop

BERSEMANGAT: Penari yang tergabung dalam Jaringan Pegiat Tari (Gayatri) Sumenep saat melakukan latihan di area lapangan kesenian Sumenep beberapa waktu lalu.

BERSEMANGAT: Penari yang tergabung dalam Jaringan Pegiat Tari (Gayatri) Sumenep saat melakukan latihan di area lapangan kesenian Sumenep beberapa waktu lalu. (GAYATRI FOR RadarMadura.id)

Sekalipun disesuaikan dengan situasi pandemi. Misalnya, menggelar latihan dengan membatasi jumlah atau sesuai protokol ksehetan. Bahkan, sejak penerapan PPKM awal Juli lalu, latihan sempat dihentikan sementara.

Baru diaktifkan kembali sejak Sumenep PPKM level 3. Mengingat, latihan bagi penari adalah kewajiban. Sebab, mereka dituntut menyeragamkan gerakan untuk tampil di salah satu event.

”Sekarang latihan kami atur bersesi, dua kali dalam sepekan dengan kelompok tari yang berbeda,” jelasnya,

Menurutnya, sekalipun ruang tampil terbatas, antusias masyarakat untuk belajar menari masih cukup tinggi. Hal ini bisa diketahui dari antusiasnya para anggota Gayatri untuk berlatih. Termasuk calon penari usia muda yang bermunculan untuk bergabung. (jun)

(mr/rus/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news