alexametrics
Selasa, 19 Oct 2021
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Peluang Penyidik Tetapkan Tersangka Baru Terbuka Lebar

Periksa Saksi secara Maraton

30 Juli 2021, 18: 37: 07 WIB | editor : Abdul Basri

Peluang Penyidik Tetapkan Tersangka Baru Terbuka Lebar

Share this      

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Peluang penyidik Kejari Sumenep menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) di BRI Unit Pragaan terbuka lebar. Setelah menetapkan karyawan BRI berinisial NA (inisial) sebagai tersangka, penyidik memeriksa sejumlah saksi. Pemeriksaan terhadap para saksi dilakukan secara  maraton.

Kepala Kejari (Kajari) Sumenep Adi Tyogunawan mengatakan, setelah NA ditetapkan sebagai tersangka, penyidik terus meminta keterangan para saksi. Saksi tersebut sebagian besar berasal dari kalangan nasabah sekaligus korban. ”Dalam dua hari ini, sudah ada sembilan saksi yang kami mintai keterangan,” katanya.

Meski menyebut jumlah saksi yang dipanggil dan dimintai keterangan penyidik, Adi enggan menjelaskan secara detail mengenai materi pertanyaan yang diajukan kepada para saksi. Sebab, hal itu sudah menyangkut bagian dari teknis penyidikan. ”Yang jelas, semua keterangan yang disampaikan para saksi itu untuk memperkuat bukti-bukti yang ada. Sementara, kami masih fokus memeriksa para saksi,” ujarnya.

Baca juga: FRPB, Relawan yang 24 Jam Nonstop Tanggulangi Covid-19

Adi menjelaskan, dalam kasus tersebut, baru NA yang ditetapkan sebagai tersangka. Ke depan, tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka baru. Peluang menetapkan tersangka baru dalam kasus tersebut terbuka lebar. ”Ada dua kemungkinan, bisa ada tersangka baru, bisa saja hanya NA tersangkanya. Yang jelas, keterangan para saksi sangat dibutuhkan,” terangnya.

Ditambahkan, penetapan tersangka baru oleh penyidik dalam kasus tersebut bisa merujuk pada keterangan para saksi dan keterangan yang disampaikan oleh NA. Atau bisa saja berdasar fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan. ”Siapa tahu ada fakta-fakta baru yang terungkap saat sidang digelar. Kita tunggu saja nanti,” sarannya.

Adi menyatakan, pihaknya tidak bisa berandai-andai, apakah NA menjadi tersangka tunggal atau ada keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut. Karena itu, dia menyatakan belum bisa memberikan komentar lebih jauh. ”Yang pasti, kami berkomitmen mengungkap kasus ini sampai tuntas,” tegasnya.

Sekadar diketahui, NA ditetapkan sebagai tersangka karena perbuatannya diduga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 541.778.000. Modusnya, uang setoran nasabah tidak ditransaksikan atau tidak dibukukan ke rekening. Uang nasabah tersebut tidak divalidasi dan malah digunakan untuk keperluan pribadi. (daf)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news