alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarmadura
Home > Berita Kota
icon featured
Berita Kota

Menko Airlangga: Modernisasi Koperasi agar Adaptif dan Berdaya Saing

29 Juli 2021, 14: 51: 13 WIB | editor : Haryanto

OPTIMISTIS: Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

OPTIMISTIS: Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Kemenko Bidang Perekonomian for RadarMadura.id)

Share this      

JAKARTA - Pemerintah meluncurkan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang ditujukan untuk mendorong PEN pada masa pandemi. Termasuk bagi para UMKM agar dapat terus melanjutkan usahanya. Tujuan lain, menekan potensi pengurangan tenaga kerja.

Dalam program tersebut, pemerintah telah memberikan stimulus pada koperasi melalui lembaga pengelola dana bergulir koperasi serta usaha mikro, kecil, dan menengah. Bantuan yang dikucurkan pada 2020 periode pertama sebesar Rp 1 triliun dan diberikan pada 63 koperasi. Bantuan periode kedua sebesar Rp 292 miliar untuk 37 koperasi.

”Pemerintah juga telah menyusun konsep digitalisasi koperasi untuk mendorong kemudahan peningkatan kualitas koperasi. Di masa pandemi, koperasi harus tetap bergerak secara produktif dan kreatif,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. 

Baca juga: Kemenkumham Salurkan 46 Ribu Paket Sembako

Saat ini, sambung dia, pemerintah fokus dalam modernisasi koperasi dengan tata kelola yang baik atau good cooperative governance (GCG). itu dilakukan untuk meningkatkan daya saing koperasi agar adaptif terhadap perubahan.

”Modernisasi operasi ini akan difokuskan pada pengembangan koperasi multipihak, fokus pada sektor riil, kemudahan kemitraan, kemudahan pembiayaan, dan terdigitalisasi,” imbuh Airlangga Hartarto.

Dijelaskan, dalam RPJMN 2020-2024, ditargetkan penumbuhan koperasi modern sebanyak 500 unit. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM per Desember 2020, jumlah koperasi aktif di Indonesia sebanyak 127.124 unit dengan volume usaha sebesar 174 triliun. Sedangkan jumlah anggota sekitar 25 juta orang. Mengalami kenaikan dibandingkan 2019.

”Berkaitan dengan regulasi, pemerintah telah menerbitkan Undang-Undang Cipta Kerja pada tahun 2020 untuk memberi kemudahan dalam berkembang dan berdaya saing. Undang-undang tersebut juga telah mengatur tentang penyederhanaan anggota pendiri koperasi,” ulas Airlangga Hartarto.

Dalam PP Nomor 7 Tahun 2021 sebagai peraturan pelaksanaan Undang-Undang Cipta Kerja, telah diatur secara rinci mengenai kemudahan, pelindungan, dan pemberdayaan bagi koperasi. Khususnya dalam hal penetapan kebijakan pada aspek kelembagaan, pemasaran, produksi, keuangan, inovasi, dan teknologi.

Termasuk kebijakan pengembangan koperasi di sektor tertentu melalui pemberdayaan bagi koperasi di sektor kelautan dan perikanan, angkutan perairan pelabuhan, kehutanan, perdagangan, dan pertanian.

Ditambahkan, ada beberapa koperasi di Indonesia yang telah mampu berdaya saing dengan koperasi luar negeri. Contohnya Kisel, Koperasi Warga Semen Gresik dan Kospin Jasa. Dengan demikian, perlu ada pemikiran bahwa koperasi tidak hanya berskala kecil namun juga bisa berskala menengah atau besar.

”Pemikiran ini penting untuk menumbuhkan semangat dan antusiasme pengusaha koperasi. Terutama bagi para pemuda-pemuda Indonesia yang saat ini sedang dan akan merintis usaha koperasi. Koperasi diharapkan mampu berperan penting bagi perekonomian nasional,” pungkas Airlangga Hartarto. (*/par)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news