alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarmadura
Home > Berita Kota
icon featured
Berita Kota

Permintaan Domestik Berperan terhadap Perbaikan Kinerja Emiten

29 Juli 2021, 13: 22: 33 WIB | editor : Haryanto

DEMI INDONESIA: Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

DEMI INDONESIA: Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Kemenko Bidang Perekonomian for RadarMadura.id)

Share this      

JAKARTA – Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia sejak akhir Juni lalu telah mendorong pemerintah untuk memberlakukan pembatasan yang lebih ketat pada kegiatan masyarakat. Pemantauan dan evaluasi dinamika di lapangan terus dilakukan untuk dapat memberikan respons yang optimal.

Program vaksinasi juga terus diakselerasi untuk mewujudkan herd immunity. Saat ini, jumlah vaksin yang disuntikkan mencapai 64,13 juta dosis. Perinciannya, 45,5 juta orang divaksin pada tahap pertama dan 18,6 juta sisanya pada tahap kedua. Pemerintah akan terus mempercepat pelaksanaan vaksinasi dengan memperkuat dan mengintensifkan koordinasi dengan pemerintah daerah.

Dari sisi ekonomi, momentum pemulihan ekonomi diharapkan dapat segera kembali menguat. Penguatan permintaan domestik tercermin dari indeks keyakinan konsumen (IKK) pada Juni 2021 yang berada di level 107,4. IKK tersebut diharapkan tetap berada di level optimis.

Baca juga: Polres Bangkalan Sukses Amankan Pelantikan Kepala Desa

Di saat yang sama, penguatan ini juga diharapkan dapat direspons oleh produsen dengan menjaga aktivitas produksinya. Sehingga, tetap berada di level ekspansif, seperti yang tercermin dari indeks PMI manufaktur sejak November 2020.

*Melalui refocusing anggaran program PEN 2021 menjadi sebesar Rp 744,75 triliun*, pemerintah berupaya mengoptimalkan program kesehatan dan perlindungan sosial dalam menjaga daya beli dan meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat.

Program insentif usaha, dukungan UMKM dan korporasi, serta program prioritas juga akan terus diberikan sebagai bagian dari program PEN. Tujuannya, menjaga keberlangsungan dunia usaha, termasuk emiten yang ada di pasar modal.

”Pemulihan ekonomi sepanjang tahun 2021 telah berkontribusi terhadap perbaikan kinerja emiten,” ungkap Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Webinar Berita Satu yang bertemakan ”Tahun Kebangkitan Emiten” di Jakarta, Selasa (27/7).

Surplus neraca perdagangan yang telah berlangsung selama 14 bulan berturut-turut serta defisit transaksi berjalan yang terjaga dengan baik turut memperkuat resiliensi ekonomi Indonesia pada pandemi Covid-19.

Pada saat yang bersamaan, nilai tukar dan IHSG telah membaik dibandingkan awal pandemi tahun 2020. Masing-masing berada di level Rp 14.493,00/USD dan 6.101 per 25 Juli 2021. Capaian ini didukung oleh optimisme investor terhadap perekonomian Indonesia. Hal itu tercermin dari aliran modal asing yang telah kembali masuk sebesar US$ 1,4 miliar sejak Januari sampai 27 Juli 2021.

Capital inflow sepanjang tahun 2021 telah memperkuat fundamental pasar saham. Kapitalisasi pasar saham tumbuh mencapai Rp 7.172,00 triliun per 21 Juli 2021. Sebanyak 26 emiten baru telah melakukan IPO di 2021. Sehingga, turut berkontribusi memperkuat supply pasar saham. Sementara itu, basis investor yang tumbuh positif mencapai 5,6 juta investor telah memperkuat demand pasar saham di masa pandemi Covid-19.

”Pasar modal dan pasar saham mempunyai peran yang sangat krusial terhadap pemulihan ekonomi kita. Optimisme yang terjaga pada seluruh emiten memberikan kontribusi positif terhadap prospek ekonomi Indonesia. Pemerintah memproyeksikan ekonomi Indonesia akan rebound pada 2021 dengan laju pertumbuhan di kisaran 3,7 persen sampai 4,5 persen.

Pemerintah juga telah memberikan dukungan berupa program penempatan dana dan penjaminan kredit untuk mendorong kinerja sektor riil. Termasuk, emiten di pasar modal. Melalui dua program tersebut, perbankan diharapkan mampu meningkatkan penyaluran kredit ke sektor riil. Hingga 9 Juli 2021, Bank Himbara, Bank Syariah dan BPD telah menyalurkan kredit sebesar Rp 404,53 triliun.

”Momentum pemulihan ini perlu kita pertahankan. Perbaikan permintaan domestik tentunya akan berperan besar terhadap perbaikan kinerja emiten. Saya yakin terwujud jika pemerintah bersinergi dan berkoordinasi dengan semua stakeholder,” pungkas Airlangga Hartarto. (*/par)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news