alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarmadura
Home > Berita Kota
icon featured
Berita Kota

Pemerintah Beri Insentif Usaha Mikro Kecil di Level 4 Rp 1,2 Juta

23 Juli 2021, 22: 06: 53 WIB | editor : Haryanto

DEMI INDONESIA: Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menghadiri sebuah acara.

DEMI INDONESIA: Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menghadiri sebuah acara. (Kemenko Bidang Perekonomian for RadarMadura.id)

Share this      

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mempersilakan pedagang kaki lima (PKL) dan warung makan kecil di wilayah level 4 untuk mendaftar sebagai penerima bantuan sosial (bansos). Pemerintah telah menyiapkan insentif bansos sebesar Rp 1,2 juta untuk PKL dan warteg yang terdampak PPKM di level 4.

”Pemerintah beri insentif usaha mikro yang besarnya Rp 1,2 juta. Ini setara dengan bantuan BPUM yang jumlahnya Rp 3 juta, di mana yang Rp 1,2 juta ini dialokasikan untuk 1 juta usaha mikro kecil, antara lain warung, warteg, PKL,” ujar Airlangga dalam konferensi pers secara virtual, Rabu lalu (21/7).

Pelaku warung, warteg, dan PKL bisa mendaftar mendapatkan bantuan Rp 1,2 juta dari pemerintah. Namun, bantuan tersebut hanya diperuntukkan bagi pelaku usaha kecil warung makan maupun PKL di wilayah yang saat ini menerapkan PPKM level 4.

Baca juga: Dinkes Klaim Kasus Covid-19 Turun Drastis

”Program ini disiapkan untuk daerah PPKM level 4. Perlu diketahui, level 4 menggantikan istilah darurat berlaku di 122 kabupaten/kota (Pulau Jawa-Bali) dan 15 kabupaten/kota di luar Pulau Jawa-Bali,” ungkap Airlangga.

Kebijakan pengganti PPKM darurat ini diterapkan di 122 kota/kabupaten di Jawa dan Bali, serta 15 kabupaten/kota di luar Jawa dan Bali. Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini menegaskan, insentif untuk pelaku warung makan dan PKL ini disiapkan untuk memberi jaminan sosial warga terdampak PPKM level 4 dengan seluruh implementasinya di lapangan.

Airlangga mengaku pelaku warung kecil atau warteg dan PKL hanya butuh menyiapkan data pendukung seperti izin usaha, lokasi usaha, serta nomor induk kependudukan (NIK). Dia memastikan penyaluran bansos untuk warteg dan PKL lebih sederhana. Nantinya pemerintah akan dibantu aparat TNI dan Polri dalam pendistribusiannya. ”Masih disiapkan teknis penyalurannya,” ujar Airlangga.

Ditambahkan, bansos untuk PKL dan warteg ini berbeda dengan bantuan produktif usaha mikro (BPUM) bagi tiga juta usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang sudah disiapkan Kementerian Koperasi dan UKM. Secara keseluruhan, total tambahan insentif jaring pengaman sosial yang disiapkan pemerintah mencapai Rp 55 triliun.

”Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 55,21 triliun. Ini nanti terkait penambahan program, yaitu sembako, listrik, subsidi internet, dan prakerja. Selain itu insentif usaha mikro,” tegas ketua umum DPP Partai Golkar tersebut. (*/par)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news