alexametrics
Kamis, 29 Jul 2021
radarmadura
Home > Sampang
icon featured
Sampang
Polisi Libatkan Ahli Bahasa

Untuk Mempercepat Pengungkapan Kasus Dugaan Pelecehan Ulama

22 Juli 2021, 16: 13: 37 WIB | editor : Abdul Basri

AKP DARYANTO  Kasatreskrim Polres Sampang

AKP DARYANTO Kasatreskrim Polres Sampang (Moh Iqbal/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Kasus dugaan ujaran kebencian di media sosial (medsos) terhadap salah satu tokoh ulama di Sampang belum terungkap. Padahal, sejumlah saksi sudah dipanggil dan dimintai keterangan. Untuk mempercepat pengungkapan kasus tersebut, Satreskrim Polres Sampang informasinya akan melibatkan ahli bahasa.

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Daryanto mengakui sudah memanggil dua orang saksi yang diduga terlibat melakukan ujaran kebencian di medsos. Tepatnya, terkait postingan video sosialisasi vaksinasi yang dilakukan oleh kiai di Ponpes Darul Ulum Gersempal, Kecamatan Omben. ”Kita sudah panggil dua saksi. Masing-masing saksi dicecar sekitar 21 pertanyaan,” katanya.

Menurut Daryanto, institusinya sampai saat ini masih terus mendalami kasus tersebut. Termasuk, melakukan kajian terhadap keterangan sejumlah saksi dan laporan yang diterima institusinya. ”Kita masih melakukan penyelidikan. Nanti kami akan melibatkan tim dari ahli bahasa,” ucapnya.

Baca juga: Ban Diduga Bocor, Ambulans Tabrakan di Camplong

Dijelaskan, terdapat 14 akun medsos yang dilaporkan oleh simpatisan Ponpes Darul Ulum Gersempal, Kecamatan Omben. Namun, saat ini polisi sedang fokus menelisik akun FB bernama Wildan. Sebab, akun tersebut yang kali pertama mengunggah postingan yang diduga berisi ujaran kebencian ke medsos sehingga viral dan berujung pelaporan. ”Kita akan terus memanggil saksi-saksi lainnya,” tutup Daryanto.

Sementara itu, lawyer Ponpes Darul Ulum Gersempal, Omben, Muhammad Taufik mengatakan, pihaknya terus menunggu perkembangan penyelidikan kasus tersebut. Dia menyatakan siap memberikan keterangan tambahan serta mendatangkan sejumlah saksi apabila dibutuhkan polisi. ”Kami menunggu seperti apa perkembangan penanganan kasus ini,” katanya.

Taufik minta penanganan kasus tersebut diprioritaskan oleh Satreskrim Polres Sampang. Sebab, sejumlah akun medsos yang dilaporkan sudah dinilai melecehkan tokoh agama di Kabupaten Sampang. Yaitu, KH Syafiuddin Wahid selaku pengasuh Ponpes Darul Ulum Gersempal, Kecamatan Omben.

”Jika tidak ada perkembangan apa pun, saya beserta simpatisan akan mendatangi Mapolres Sampang untuk menanyakan progresnya. Kami akan terus mengawal kasus ini. Sebab, ini menyangkut nama baik salah satu ulama di Sampang,” pungkasnya. (iqb)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news