alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarmadura
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

KORMI Batasi Peserta Lomba Jemparingan Tingkat Nasional

22 Juli 2021, 15: 33: 33 WIB | editor : Abdul Basri

PRESTASI: Dua atlet sedang berlatih jemparingan di lapangan panahan yang terletak di Kelurahan Bancaran, Kecamatan Kota Bangkalan, Kamis lalu (15/7).

PRESTASI: Dua atlet sedang berlatih jemparingan di lapangan panahan yang terletak di Kelurahan Bancaran, Kecamatan Kota Bangkalan, Kamis lalu (15/7). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Festival panahan tradisional Indonesia yang diadakan oleh Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) direncanakan akan digelar Agustus mendatang. Tetapi, pelaksanaan lomba tingkat nasional tersebut diselenggarakan secara virtual. Informasinya, jumlah atlet yang didelegasikan masing-masing daerah dibatasi.

Pendiri Paguyuban Jemparingan Songgo Sukmo R. Muhammad bin Rachmad menuturkan, jumlah atlet yang akan mewakili Bangkalan pada kejuaraan tingkat nasional itu semula 15 orang. ”Tapi, semalam ada pemberitahuan kalau ada pembatasan peserta. Salah satu tujuannya, menghindari kerumunan pada saat pengambilan video,” ucapnya.

Menurut dia, pembatasan jumlah peserta itu ditetapkan oleh KORMI. Karena ada perubahan aturan, dia belum tahu pasti berapa jumlah atlet yang akan diutus mewakili Bangkalan dalam event tersebut. ”Untuk pergantian dan penentuan jumlah atlet, saat ini kami sedang menunggu petunjuk teknis (juknis) dari KORMI,” imbuhnya.

Baca juga: Partai Golkar Bagikan Paket Sembako dan Daging Kurban

Dijelaskan, atlet yang menjadi peserta dalam festival panahan tradisional tingkat nasional tersebut nanti diharuskan mengirim video. Lomba tersebut dibagi dalam 10  sampai 15 babak. Setiap babak berdurasi 2 menit. ”Jika tidak ada perubahan, lomba akan digelar pada 7 Agustus mendatang. Agar bisa dapat juara, kami minta atlet harus fokus, jaga konsentrasi, dan stamina. Yang terpenting, harus bertanding secara jujur,” tegasnya.

Sementara itu, Ainur Rafi, salah satu atlet panahan berharap lomba tersebut tidak hanya diikuti komunitas panahan tradisional. ”Kalau bisa informasi pendaftaran dan persyaratan yang dibutuhkan dalam lomba tesebut disebarluaskan. Sebab, tidak semua atlet tergabung dalam paguyuban,” ucap alumnus Universitas Trunojoyo Madura (UTM) itu. (mi)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news