alexametrics
Kamis, 29 Jul 2021
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

Cara Perihal Kopi Ringankan Beban Warga di Masa Pandemi

Selama PPKM, Bagi-Bagi Mamin Gratis

20 Juli 2021, 15: 11: 49 WIB | editor : Abdul Basri

BERBAGI ITU INDAH: Juru parkir mengambil makanan gratis yang disediakan di depan Perihal Kopi di Jalan Diponegoro, Sumenep, Minggu (18/7).

BERBAGI ITU INDAH: Juru parkir mengambil makanan gratis yang disediakan di depan Perihal Kopi di Jalan Diponegoro, Sumenep, Minggu (18/7). (RISKIANI PUTRI AKISA FOR RadarMadura.id)

Share this      

Pada masa pandemi Covid-19, pelaku usaha jelas dirugikan. Sebab, omzetnya anjlok dan terancam gulung tikar. Namun, salah satu kafe di Sumenep tetap meluangkan sebagian rezekinya untuk membantu sesama.

JUNAIDI PONDIYANTO, Sumenep, Jawa Pos Radar Madura

”GARTIS! Ambil seperlunya #sehat terus semua” tulisan tangan itu terpampang setiap pagi di trotoar jalan Diponegoro, Sumenep. Di balik tulisan itu, ada makanan dan minuman (mamin) siap saji berjejer rapi di atas meja. Menandakan, makanan itu bisa diambil cuma-cuma oleh warga yang membutuhkan. Pemadangan unik itu tersaji di depan Perihal Kopi.

Baca juga: Persoalkan Kepengurusan Sertifikat, Aktivis HMI Segel Kantor BPN

Dampak pandemi Covid-19 sangat dirasakan masyarakat. Kebutuhan ekonomi kian sulit, terutama bagi masyarakat yang tidak berpenghasilan tetap. Sementara kegiatan warga juga dibatasi karena diterapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. ”Mamin itu gratis untuk siapa saja yang membutuhkan. Setiap hari tersedia 30–40 boks,” ucap owner Perihal Kopi Riskiani Putri Akisa.

Perempuan asal Desa Marengan Daya, Kecamatan Kota Sumenep, itu menyampaikan tidak ada maksud lain kecuali berbagi kepada orang lain. Khususnya, mereka yang secara ekonomi sangat kesulitan di masa pandemi. Meski ekonomi sedang sulit, upaya menolong sesama tidak boleh surut. ”Meskipun pendapatan kafe saya juga seret,” ucapnya.

Dia menjelaskan, akhir-akhir ini banyak warga mengeluh. Sebab, ruang untuk mencari nafkah semakin sempit karena dibatasi. ”Kegiatan berbagi ini dimulai sejak enam hari lalu. Membantu sesuai kemampuan. Tidak hanya dari manajemen kafe, siapa pun boleh menyumbang untuk dibagi-bagikan secara gratis kepada warga yang membutuhkan,” imbuhnya.

Riskiani Putri Akisa bersyukur mamin yang tersedia langsung habis. Biasanya, yang mengambil mamin tersebut tukang becak, pejalan kaki, tukang parkir, dan lainnya. ”Biasanya tidak sampai satu jam sudah habis,” ceritanya.

Perempuan yang akrab disapa Rani itu menambahkan, sudah 17 hari suasana Kota Sumenep lebih lengang dari biasanya. Lalu-lalang kendaraan di jalan, pertokoan, hingga perkantoran terlihat lebih sepi. Saat malam hari, jalan protokol gelap gulita karena aliran listrik dimatikan. Aktivitas warga di luar rumah dibatasi hingga pukul 20.00. Sebab, pemerintah menerapkan PPKM darurat sejak 3 Juli.

”Setiap hari, Perihal Kopi beroperasi sampai pukul 18.00 dan hanya melayani pemesanan take away. Pengunjung jelas sepi dan pendapatan otomatis seret. Karena itu, beberapa karyawan terpaksa dirumahkan. Saya yakin banyak pelaku usaha yang terdampak dari penerapan PPKM,” jelasnya.

Manajer Perihal Kopi Mifta Razikin mengungkapkan, bagi-bagi mamin gratis akan terus dilakukan selama PPKM darurat. Dia bersyukur jika aksi sosial tersebut bisa dilakukan pelaku usaha lainnya. ”Apa yang kami lakukan atas nama kemanusiaan dan untuk keselamatan bersama. Kami ingin berbagi sedikit kebahagiaan,” pungkasnya. 

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news