alexametrics
Kamis, 29 Jul 2021
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Syafiuddin Ajak Masyarakat Berpikir Positif

20 Juli 2021, 06: 48: 15 WIB | editor : Haryanto

LAWAN COVID-19: Pj JPRM Digital Prengki Wirananda berdialog dengan Wakil Ketua DPRD Pamekasan Syafiuddin terkait penerapan PPKM Darurat di Kecamatan Pakong Sabtu (17/7).

LAWAN COVID-19: Pj JPRM Digital Prengki Wirananda berdialog dengan Wakil Ketua DPRD Pamekasan Syafiuddin terkait penerapan PPKM Darurat di Kecamatan Pakong Sabtu (17/7). (Khafid for RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN - Persebaran Covid-19 harus terus diwaspadai. Penerapan protokol kesehatan (prokes) harus dilakukan secara ketat. Masyarakan juga diajak berpikir positif agar kondisi psikologi tetap terkendali.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Syafiuddin mengatakan, salah satu kunci kesehatan adalah pikiran. Jika kita mampu mengelola pikiran agar selalu positif, maka kesehatan tubuh akan lebih baik.

Di tengah tingginya persebaran Covid-19, banyak sekali informasi tidak benar beredar di tengah masyarakat. Di antaranya, pasien sengaja divonis terpapar virus korona agar tenaga kesehatan (nakes) dan pemerintah dapat insentif.

Baca juga: Jelang Idul Adha, Hanya Operasikan Satu Armada

Akibatnya, masyarakat enggan berobat ke rumah sakit karena takut divonis Covid-19. Padahal, nakes tidak serta merta memvonis penyakit yang diidap pasien. Kemudian, insentif tidak ada. Justru, pendapatan para pejabat seperti anggota dewan berkurang sampai 80 persen.

Kemudian, muncul juga beragam informasi bohong terkait vaksin. Akibatnya, masyarakat kerap menolak saat hendak divaksin. "Mari jangan berpikir macam-macam, mari jaga pikiran kita agar terus positif," ajaknya.

Pria yang juga Ketua PC GP Ansor Pamekasan itu mengatakan, penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat adalah salah satu ikhtiar memutus mata rantai persebaran Covod-19. Karena itu, masyarakat harus mendukung kebijakan pemerintah.

Mulai dari penerapan prokes secara ketat hingga pembatasan aktivitas. Sebab, kebijakan itu bertujuan untuk melindungi masyarakat. "Kalau tidak ada keperluan mendesak, lebih baik di rumah saja," katanya.

Syafiuddin menyadari PPKM darurat berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Sebagai wakil rakyat, dia mengusulkan kepada eksekutif untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi.

Kemudian, kebutuhan sarana kesehatan di rumah sakit juga harus dijamin. Lalu, bantuan yang dulu pernah diberikan kepada pedagang kaki lima (PKL), masyarakat miskin, guru ngaji dan tenaga honorer alangkah baiknya jika dilanjutkan.

Harapannya, orang-orang yang terdampak langsung penerapan PPKM darurat tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pemerintah harus benar-benar hadir membantu masyarakat yang mengalami kesusahan.

"Kami telah meminta kepada eksekutif agar kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Aktivitas di tempat keramaian harus sesuai prokes yang ketat agar mata rantai persebaran virus korona bisa terputus," tandasnya. (pen/par)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news