alexametrics
Kamis, 29 Jul 2021
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Jelang Idul Adha, Hanya Operasikan Satu Armada

19 Juli 2021, 18: 56: 48 WIB | editor : Abdul Basri

SEPI: Seorang penumpang kapal saat berada di sekitar Pelabuhan Kamal kemarin.

SEPI: Seorang penumpang kapal saat berada di sekitar Pelabuhan Kamal kemarin. (AMINATUS SUHRA/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Pengoperasian transportasi laut milik PT ASDP Indonesia Ferry jelang Hari Raya Idul Adha terbatas. Hanya mengaktifkan satu armada untuk rute Pelabuhan Kamal menuju Pelabuhan Ujung. Apalagi, saat ini masih diterapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), sejumlah penumpang duduk di pinggir pelabuhan menunggu kedatangan kapal. Ada yang berteduh di sekitar tenda pedagang kaki lima (PKL). Ada pula yang berada di sekitar akses masuk menuju pelabuhan. Karena cuaca cukup panas dan lama menunggu, sebagian penumpang tampak kesal.

Hasbullah, salah seorang penumpang mengeluhkan lamanya kedatangan kapal rute Pelabuhan Kamal menuju Pelabuhan Ujung. ”Sekitar pukul 14.00 saya menunggu kapal. Sekarang kalau berangkat agak lama,” tuturnya kepada koran ini sekitar pukul 15.17.

Baca juga: Berhasil Sembuh setelah 32 Hari Jalani Perawatan Medis

Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Eva Mardiany mengakui jika institusinya hanya mengoperasikan satu armada. ”Sebelumnya mengoperasikan dua kapal. Tapi, sekarang kita batasi hanya satu kapal, dua armada lainnya dalam stand by,” ucapnya.

Menurut dia, jelang perayaan Hari Raya Idul Adha yang bersamaan dengan penerapan PPKM darurat ini, institusinya tetap mengoperasionalkan armada dengan rute Pelabuhan Kamal menuju Pelabuhan Ujung. Tetapi, dilakukan pembatasan dan pengurangan jam operasional.

”Jam berlayar berubah. Dibagi menjadi dua jam kedatangan. Dulu setiap satu jam. Kalau sekarang, ketemunya sekitar 2 jam. Jadi pukul 06.00 berangkat dari Pelabuhan Kamal nanti pukul 07.00 berangkat dari Pelabuhan Ujung, begitu seterusnya,” terangnya.

Dijelaskan, para penumpang juga diwajibkan memiliki dokumen yang dipersyaratkan untuk melintas ke luar kota. Bisa menggunakan hasil swab test, surat dinas, atau menggunakan surat izin keluar masuk (SIKM). ”Pembayarannya tidak menggunakan uang tunai. Untuk menyeberang, PP harus menyiapkan kartu nontunai atau e-money. Berlaku mulai Februari,” pungkasnya. (mi)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news